Part 11 : Keraguan

400 50 6
                                        

*Jika Anda membaca cerita ini di Platform lain selain WATTPAD, Anda kemungkinan besar berisiko terkena SERANGAN MALWARE.*

*If you're reading this story on a Platform other than WATTPAD, you are most likely at risk of a MALWARE ATTACK*

######


"Kita belum bisa menyimpulkan itu, sayang. Lagipula para balita terkadang terlihat mirip satu sama lain."ujar Sinb
"Tapi nama mereka juga sama. Aku ingin bertemu lagi dengannya."Yerin

"Nanti kita temui mereka. Sowon juga bilang kita bisa datang kapanpun"

######

"Eunha sudah tidur?."tanya Taehee
"Sudah eommoni."jawab Sowon. "Eommoni juga sebaiknya istirahat."
"Kamu juga. Kamu tidur dimana?."
"Dikamar Sarang."
"Kalian pasti masih ketakutan. Cepat sana istirahat."
"Ne."

Sowon masuk ke kamar, dia terpaksa tidur di bawah karena kasur tidak akan muat menampung mereka bertiga.

"Appa kira akan kehilanganmu, sayang. Dulu appa memang ingin kau pergi. Tapi sekarang tidak. Tidak ada yang boleh mengambilmu dari kami."

Keesokan harinya...

Sarang bangun dari tidurnya dan langsung memeluk Eunha yang berada disampingnya. Eunha sampai terbangun karenanya..

"Aigo-ya.. Kamu aman sekarang sayang."balas Eunha

"Waeyo?."tanya Sowon

"Nan molla, mungkin dia merindukanku, oppa."jawab Eunha, dia menatap suaminya itu dan tersenyum

Sowon tersenyum dan mengusap rambut Sarang.

"Appa..."
"Aigo, kemarilah.."

Sarang beralih memeluk Sowon,

"Tidurlah lagi bersama appa. Kasihan dia tidur dibawah semalam."

"Eomma akan kemana?."
"Membuat sarapan, tidak akan lama."

Eunha keluar dari kamar, membiarkan mereka berdua.

"Appa..."
"Heemmz.."
"Orang-orang itu siapa?."
"Orang yang mana?."
"Yang membawaku pergi."
"Mereka orang jahat, Sarang ingat wajahnya?."
"Aniyo, mereka tinggi, saat aku akan melihatnya dia membekam mulutku dengan sapu tangan. Lalu aku tak ingat apa-apa, dan bangun dekat semak-semak."
"Pantas kamu kotor semalam."
"Ne.. Mereka menidurkan aku ditanah. Dingin sekali, dan perutku kosong. Untung ada orang baik yang menolongku."

Sowon terkekeh pelan melihat Sarang yang kesal karena ulah para penculik itu.

"Appa akan menangkap mereka dan memaksa mereka tidur ditanah."
"Jinjja?."
"Ne."

######

"Hari ini tidak usah ke sekolah. Park sonsaengnim bilang, Sarang dizinkan tidak masuk sampai pentas. Katanya Sarang latihan dirumah saja."ujar Eunha

Mereka sedang sarapan sekarang. Kedua orangtua WonHa masih ada dirumah mereka.

"Ne.. Sarang akan bermain seharian bersama appa saja."
"Koq main? Tidak akan latihan?."
"Aku sudah bisa semua lagunya."

Sarang 2.0 [Complete]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang