11. Bad Mood

18 3 0
                                        

Mai berjalan di koridor, mengabaikan tatapan-tatapan yang mengarah padanya. Ia tidak peduli dan terus berjalan menuju ruang kelasnya.

Sampai di kelas, hampir seluruh penghuni kelas menatapnya. Mai tidak menghiraukan mereka. Bahkan saat ada yang berbisik-bisik mengenai dirinya, Mai sengaja pura-pura tuli.

"Heh, Lo pada temennya Mai bukan sih? Malah gosipin mulu!" Teriak Lia membuat  seluruh kelas menjadi hening.

"Gak usah sok" ucap Mai membuat Lia menjadi kesal.

"Lo masih marah ya?" Tanya Lia.

"Iya" jawab Mai singkat.

"Mai... Lo jangan marah dong..." Bujuk Acha yang tidak direspon oleh Mai. Beruntung bagi Mai karena bel sudah berbunyi membuat Lia dan Acha tidak mengajaknya berbicara.

🍥🍥🍥

Saat jam istirahat istirahat Mai langsung keluar kelas entah mau kemana.

Sementara itu, Iqbal, Acha, Arsa,Lia, Vero, dan Dimas berada di kantin. Mereka tengah mendengarkan suara hati Iqbal yang sedang dilanda galau.

"Gue galauuu" ucap Iqbal dengan nada kegalauannya.

"Galau ngapa sih Bang! Dari tadi Lo ngomongnya galau galau mulu tapi gak mau cerita" Acha menatap sebal Abang sepupunya itu.

"Gue jadi gak fokus pas pelajaran tadi tau gak!"

"Kayak biasanya fokus aja Bang!" Balas Lia.

"Ck, gue serius ini!"

"Lo kenapa Bang? Cerita dah" tanya Dimas.

"Si Mai...."

"Dia masih marah ye Bang?" Vero bertanya karena dia belum bertemu Mai hari ini.

Iqbal mengangguk, "Gimana caranya biar dia gak marah lagi?"

Semua hening tak ada yang menjawab. "Coklat mungkin" balas Arsa tiba-tiba.

"Coklat?" tanya Iqbal.

"Biasanya coklat bikin mood membaik kan, ah gue jadi pengen ke Choco Cafe' deh" ucap Acha.

"Oke gue ada ide bagus" ucap Iqbal. Semua langsung memperhatikan Iqbal yang akan mengucap sesuatu. Tapi tiba-tiba...

"Eh, nanti dah di grup chat aja. Gue mau nyamperin gebetan dulu" Iqbal berdiri dan pergi begitu saja.

"Tadi katanya galau gara gara Mai masih marah eh liat gebetan aja langsung ngacir" kata Lia.

"Lho, itu bukannya Mai ya?" ucap Vero menunjuk ke arah pintu kantin.

🍥🍥🍥

Di sisi lain, Mai berjalan menuju kantin. Sebelumnya ia hanya berjalan tanpa arah dan karena lupa membawa bekal, Mai terpaksa pergi ke kantin. Mai memasuki kantin yang masih ramai. Sampai tiba-tiba sesuatu mengenai pakaiannya.

"Aduh maaf tangan gue kepleset" ucap seorang cewek yang ternyata adalah siswi kelas 11. Mai menatap bajunya yang basah oleh es susu coklat kemudian menatap kakak kelas di depannya.

REMACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang