"ceritalah,apa saja,telingaku selalu sanggup menjadi ruangmu bercerita,dalam segala suasana,bahagia atau merana".
"Pagi tante" Ucapnya sambil menyalami tangan Sandra.
"Pagi Zain, apa kabar kamu" tanya Sandra.
"Baik tante, tante sendiri gimana kabarnya?" tanya Zain basa-basi.
"Allhamdulillah baik juga" jawabnya.
"Allhamdulillah kalo gitu, Katya ada kan tante?"
"Katya ada di dalem, masuk aja" ujar Sandra sambil menunjukan kedalam dengan dagunya.
"Yaudah Zain masuk dulu ya tante." pamitnya, lalu meninggalkan Sandra yang sedang menyiram tanaman di halaman rumahnya.
***
Zain memasuki rumah Katya, lalu naik ke lantai atas untuk mencari keberadaan Katya. Zain mengetuk-ketuk pintu kamar Katya.
Setelah dua kali mengetuk pintu kamar Katya, namun tidak ada jawaban, ia pun langsung memegang kenop pintu lalu membukanya, kebetulan pintunya tidak terkunci.
Zain pun langsung menghampiri Katya yang masih tertidur di bawah selimutnya.
"Yaampun ini anak, udah siang bolong gini belom bangun juga." Ujarnya sambil mengeleng-gelengkan kepalanya tak percaya.
Dengan kesal Zain pun menarik selimut Katya lalu mengguncang-guncangkan bahunya.
"Tya! Katya! bangun woy udah siang." ucapnya sedikit kencang sambil mengguncang-guncangkan bahunya.
"Katyaaaaaa!" panggilnya sekali lagi.
Yang punya nama pun hanya melenguh lemas.
"Hmmmm" jawabnya malas.
"Bangun dulu" Ucap Zain sambil menarik tangan katya, lalu membantunya duduk di kasurnya.
Katya pun hanya menurut sambil memejamkan matanya lemas.
"Lo kenapa tya? lo sakit? muka lo pucet banget? lo abis nangis ya? ko matalu sembab gini?" Zain memberikan pertanyaan beruntun khawatir sambil menangkup wajah imut Katya dengan kedua tangannya.
"Ga ko gue gapapa"Alibinya, Katya menyingkirkan tangan Zain dari pipinya.
Pasalnya memang benar, semalaman Katya menangis karena mengingat apa yang dikatakan Zain ia masih tidak habis pikir dengan sahabatnya yang mencintai perempuan lain, dengan semua perhatian yang selama ini Zain berikan kepadanya.
"Lo bohong sama gue! gue tau tya, lo cerita sama gue, siapa yang udah bikin lo nangis kaya gini hah?" Tanyanya kesal, bisa-bisanya dia menyakiti sahabatnya ini.
Lo yang bikin gue kaya gini Zain batinnya.
"Ngga gue gapapa Zain, gue cuma gaenak badan aja sekarang" ujarnya sambil menurunkan tangan Zain kembali dari pipinya, ia merasa tidak kuat saat ini.
"Beneran?" tanyanya memastikan.
"Hmmm" jawabnya sambil menganggukan kepalanya.
"Terus mata lu sembab kenapa?" tanyanya penasaran.
"Ohhh ini, semalem gue abis nonton drakor ampe pagi, terus ceritanya sedih banget, jadinya gue nangis deh." Alibinya.
"Lo tuh ya, begadang cuma gara-gara nonton drakor, sampe nangis juga lagi, gabaik tya buat kesehatan lu." Ceramahnya sambil mengusap-usap puncak kepala Katya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Friendzone [SELESAI]
Fiksi RemajaTahap Revisi "Aku tak tau sejak kapan rasa ini muncul. Rasa sayang yang melebihi sebelumnya. Rasa ingin memilikimu sebagai kekasih ku bukan hanya sebagai teman saja. Tapi sepertinya aku sadar, kau hanya menganggapku sebagai teman yang kini telah ber...
![Friendzone [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/209573356-64-k411964.jpg)