Tahap Revisi
"Aku tak tau sejak kapan rasa ini muncul.
Rasa sayang yang melebihi sebelumnya.
Rasa ingin memilikimu sebagai kekasih ku bukan hanya sebagai teman saja.
Tapi sepertinya aku sadar, kau hanya menganggapku sebagai teman yang kini telah ber...
"Sikap pedulimu membuat ku takut jika banyak perempuan yang akan salah mengartikannya". ^_^
Hari ini Katya bangun pagi-pagi, karena semalam Zain mengajaknya pergi lari pagi.
"Tumben sayang pagi-pagi udah bangun aja, biasanya kalo hari libur bangunnya siang" goda Sandra yang sedang memasak.
"Yeuuu Katya mah tiap hari juga bangun pagi kali mah, cuman kalo hari libur tidur lagi, tapi pagi-pagi Katya udah bangun ko, mamah aja yang gatau" elaknya.
"Hmmmm kamu, bisa aja ngeles nya, kaya tulang bajay".
"Ih mamah apaan sih" Katya meminum susu yang di berikan Sandra.
"Yaudah Katya pergi dulu ya, dah mah muach" pamitnya sambil mengecup punggung tangan Sandra lalu mengecup kedua belah pipinya.
Katya pun keluar rumah menghampiri Zain yang sudah menunggunya di depan rumah.
Mereka pun berlari-lari kecil menuju taman di dekat komplek mereka.
Sesampainya di komplek, Katya dan Zain duduk di salah satu kursi yang sudah tersedia di taman.
"Lo tunggu disini dulu, gue mau cari makanan" ujarnya, Katya pun hanya mengangguk, lalu Zain pun pergi meninggalkan Katya.
Banyak orang yang sedang ber olahraga, ataupun yang hanya duduk duduk santai saja.
10 menit kemudian
Zain pun kembali setelah membeli makanan dan air mineral, lalu duduk di hadapan Katya.
"Lama banget sih" ujar Katya sambil memanyunkan bibirnya.
"Iya iya maaf, beli nya kan jauh terus antri juga, udah gausah ngomel ayo makan" ujarnya lalu menyodorkan makanan yang dibelinya ke Katya.
"Lo beli makanan banyak amat Zain?" tanyanya bingung, karena Zain membeli beberapa makanan.
"Gpp biar lu gendut" ujarnya menggoda Katya.
"Percuma dong, lo ngajakin gue lari pagi, kalo makannya banyak begini" gerutunya kesal.
"Udah makan, bawel banget sih, mau gue suapin hah?"
Katya pun hanya memutar matanya malas, lalu memasukan makanan ke dalam mulutnya.
"Zain lu ngapain, lu poto gue ya!" kesalnya karena Zain yang mengambil potonya diam-diam saat Katya sedang makan.
"Hahaa lucu banget muka lo kalo lagi bete"
"Apuss ga!"
"Ga!"
"Zajn siniin" pintanya sambil berkacak pinggang.
"Ambil kalo nyampe"
"Ihh Zain hapus ga" Katya berdecak sebal karena tidak dapat menggapai ponsel Zain, tak kehabisa akal Katya langsung mengelitiki perut Zain, membuat sang empu kegelian.
"Aduh aduh geli, iya gua hapus nih" ujarnya lalu menunjukan ponselnya ke Katya, "Udah tuh", tunjuknya, "makanya tumbuh tuh ke atas, ini mah ke atas engga ke samping engga" godanya sambil tertawa mengejek.
Katya pun cenberut dengan tangannya yang dilipatkan di depan perutnya.
"Udah-udah ayo kita pulang,lo lucu banget kalo lagi cemberut gini, bikin gue gemesh aja" godanya sambil merangkul bahu katya lalu mereka pergi meninggalkan taman.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
FOLLOW, READ, VOTE AND COMENT Sebagai Apresiasi Kalian✨