Chapter 26💛

1.2K 71 0
                                        

Jatuh cinta merupakan perasaan yang ingin dirasakan oleh setiap insan. Saat jatuh cinta, dunia akan terasa lebih indah katanya.

Jatuh cinta juga kerap memunculkan sisi romantis seseorang. Ada banyak hal yang bisa dilakukan orang yang sedang jatuh cinta.

Namun, jatuh cinta juga memiliki resiko untuk patah hati. Kata orang, seseorang yang jatuh cinta harus siap dipatahkan hatinya.

Bagi dunia, kamu mungkin satu orang, tetapi bagi satu orang kamu adalah dunia.

Terdengar bucin memang, tapi memang begitulah kenyataannya, manusia bisa jadi makhluk terbodoh saat sedang jatuh cinta.

***

"Katya!..."

Zain memanggil namannya, tangannya bergerak namun matanya masih belum terbuka, Katya bergegas memanggil dokter, memberitahukan bahwa Zain bergerak dan memanggil namanya.

Dokter itu pun memeriksa keadaan pasiennya yang sudah sebulan ini koma.

Farah terlihat senang mendengar putranya bergerak, namun ia segera mengusir Katya dari rumah sakit, tidak akan membiarkan putranya bertemu lagi dengan Katya, karena Katya yang ia anggap pembawa sial untuk putranya.

Bahkan Katya diusir sebelum ia melihat Zain membuka matanya.

"Pergi kamu dari sini, jauh-jauh dari anak saya, kamu cuma bawa sial!!"

Air matanya mengalir deras namun Katya memaksakan untuk tersenyum, senyum kepedihan, setidaknya ia bersyukur karena sahabatnya sudah ada pergerakan.

Benar kata Farah, Katya harus pergi menjauh dari Zain, ia hanya pembawa sial!, Entah apa lagi yang akan terjadi jika Katya terus bersama Zain!?.

Lagi pula, ia sudah berjanji. Akan memulai hidup barunya. Dengan kekasihnya tentu, setidaknya setelah ini ia hanya akan sesekali bertanya kabar Zain melalui Saras. Ya! Itu lebih baik.

***

"Sayang kamu kenapa gak bilang mau pulang?, Kamu laper?, Mama siapin makan ya!? Atau kamu mau istirahat dulu? Kamu pasti capek kan?" Sandra memberikan pertanyaan beruntun saat Katya pulang kerumahnya.

Saat mendapatkan kabar dari Saras bahwa putrinya ada di Indonesia, terlebih sedang menjenguk sahabatnya, Sandra sangat-sangat khawatir dengan keadaan putrinya.

Mengingat betapa bencinya keluarga Farah saat mengetahui putranya kecelakaan karena Katya.

Ia sempat ingin menyusul ke rumah sakit, namun Saras melarangnya, ia berjanji akan menjaga Katya dan memastikan putrinya baik-baik saja.

Mata sembab, wajah pucat, Sandra menahan untuk tidak menangis melihat keadaan putrinya "Katya mau istirahat dulu aja mah" ujarnya, ia memberikan senyum manisnya, seolah mengatakan kalau dia tidak apa-apa.

Ia tahu saat ini mamahnya sangat khawatir dengan keadaannya, Katya tidak akan bertanya kenapa mamahnya tidak memberitahukan tentang kecelakaan Zain, mamahnya pasti sangat tertekan saat itu, karenanya. Persahabatan kedua orang tuanya jadi hancur.

"Kalau gitu nanti mamah bawain makanan ke kamar kamu ya" lagi-lagi Katya mengangguk tersenyum.

Sandra menangis saat Katya sudah memasuki kamarnya, tak tahan melihat putrinya menderita. Ia berdoa pada Tuhan, semoga kelak putrinya diberikan kebahagiaan.

***

"Alhamdulillah sayang bunda seneng banget kamu udah sadar" Farah memeluk putranya histeris.

"Katya mana bun?"

Farah terlihat kesal, namun ia kembali tersenyum,"Dia gak ada disini!"

Celingak celinguk Zain mencari keberadaan Katya, "Tapi tadi Zain rasa ada Katya disini"

"Mungkin kamu mimpi!, Iya kan yah?" Farah mengedipkan sebelah mata pada suaminya, untuk meyakinkan putranya, Adison pun mengangguk pasrah.

"Beneran ko bun, Zain denger Katya cerita disini" ia menunjuk kursi yang sedang Bundanya duduki,"tapi waktu itu mata Zain berat banget buat di buka" lirihnya.

"Anak itu yang udah bikin kamu kecelakaan! Zain!!!" Farah berteriak histeris, sementara Adison menghembuskan nafas kasar, setelah ini pasti istrinya akan menangis lagi.

"Maksud bunda?" Zain bertanya tidak mengerti

Farah berdecih "kamu kecelakaan, gara-gara nyusul Katya ke bandara kan?"

"Iya!, Tapi itu semua bukan karena Katya bun, waktu itu Zain bawa motornya aja yang gak fokus" tukasnya.

"Nah!. Pasti kamu gak fokus gara-gara mikirin anak itu kan?!!!"

"Itu murni kecelakaan bunda, Katya gak salah!!!"

"Kamu bentak bunda?" Farah terkejut ketika Zain berkata kasar, "Pokonya bunda gak ngizinin kamu buat ketemu sama anak itu lagi!!!" Farah berlalu meninggalkan ruangan Zain dengan mata yang berkaca-kaca menahan tangis.

"Bunda... " Lirih Zain, ia menggaruk kepala frustasi.

"Kamu yang sabar ya! Sekarang ini Bunda lagi emosi aja, wajar aja bunda marah. Bunda panik banget waktu itu, apalagi kamu koma udah satu bulan. Tiap hari bunda kamu nangis" Adison memberikan kekuatan untuk putranya.

"Zain koma satu bulan yah?" Tanyanya tak percaya.

Adison pun mengangguk meng-iya kan "kalau gitu. Ayah nyusulin bunda dulu ya, kamu kalau mau apa-apa panggil suster aja oke?!"

"Oke yah"













Vote!, vote!, vote!, minta vote! sama komennya! dong kak🥰

Friendzone [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang