Chapter 27💛

1.3K 73 3
                                        

Setelah melakukan beberapa perawatan Zain sudah boleh dipulangkan.

Sekarang Zain berada dirumahnya dengan Rasya, Dito dan Saras yang datang menjenguknya, tentu saja Saras datang dengan paksaan dari kedua cecunguk itu.

"Katya mana?" Tanyanya ketika melihat teman-temannya datang namun tidak ada Katya.

Rasya, Dito pun hanya diam, sementara Saras menatap tak suka ketika Zain menanyakan Katya.

"Dia gak ikut!" Ujar Saras sarkas

"Kenapa? Bukannya dia ada di Indonesia?" Ketiganya hanya diam tak menjawab, Atmosfer dikamar itu mendadak tidak enak. Terasa sesak.

Dito berdecak "ada kita bertiga disini, lo kenapa malah nanyain Katya sih! Jadi kita gak di anggap nih!"

"Tau loh" Rasya meninju pelan perut Zain, ikut mencairkan suasana

"Gue kira lo gabakalan idup" celetuk Dito

Rasya menoyor kening Dito "lo kalo ngomong ya"

"Adohhh!" Dito mengaduh mengusap kening nya yang sedikit terasa sakit akibat ulah Rasya, "gue kan cuma bercanda" tukasnya.

Rasya tampak berfikir "Bener juga sih apa kata Dito, setelah satu bulan koma, ko lo masih bisa idup?!"

Saras berdecak "Bego!" Ternyata kedua cecunguk itu sama begonya.

"Gak ada yang gak mungkin bego! Di sinetron aja ada yang koma sampe satu tahun tapi dia masih bisa tetep idup" ujar Saras

"Itukan sinetron!!!" Geram Dito dan Rasya

"Sama aja sih! Ini juga kan cerita doang!" Belanya

Zain yang melihat ketiga sahabatnya itu hanya acuh, sementara pikirannya tertuju dengan Katya.

"Kenapa Katya gak dateng kerumah?..."

"Dia juga gak dateng ke Rumah Sakit?..."

"Apa dia bener-bener udah gak perduli?.."

Batinnya terus menebak-nebak.

***

"Kamu gak mau lebih lama disini gitu sayang?" Sandra membujuk Katya agar lebih lama di Indonesia.

"Mamah masih kangen banget loh, baru dua hari kamu disini, masa udah mau balik lagi ke Aussy" rajuknya "Kita masih kangen lo sayang, jadi disini dulu aja ya? Bener kan pah?" Kali ini Sandra meminta pendapat suaminya.

"Hmm, kamu gak mau lebih lama disini? Kasian loh mamah kamu kesepian" ujar Tama.

"Engga mah, pah, Katya gak bisa lama-lama disini, Katya kan kuliah disana" tegasnya.

Sandra menghela nafas kecewa, "kalau gitu kamu baik-baik ya disana, jaga kesehatan, jangan lupa makan, sering-sering telepon mamah" ujarnya lesu.

Katya menangkup kedua pipi mamahnya, "Iya mah, Katya pasti jaga kesehatan, mamah juga jangan cape-cape dirumah, Katya bakal sering kasih mamah kabar ko!"

"Apaan! Kamu mah kalo gak mamah telepon duluan kamu gak bakalan nelpon mamah" rajuknya, "lagian mamah juga dirumah gak ngapa-ngapain mana mungkin cape, malah bosen sendirian" Katya terkekeh saat mamahnya merajuk

"Katya kan sibuk mah" Alibinya

"Kamu tuh sok sibuk banget, apa susahnya coba tinggal kabarin mamah, gak nyampe seharian ko!"

"Iya! Iya! Katya janji deh nanti Katya bakal sering-sering kabarin mamah" finalnya

"Beneran ya?!" Katya mengangguk mengiya kan, bisa lama kalau terus-terusan berdebat.

"Udah nih dramanya?" Tegur Tama

"Ih papah mah gak ada sedih-sedihnya, putrinya mau pergi juga"

"Ngapain musti sedih sih mah, putri kita kan pergi buat ngejar cita-citanya, lagian Katya perginya kerumah neneknya, jadi gak bakalan ilang"

"Tapi tetep aja kan mamah kesepian" keluhnya, kali ini kedua orang tuanya yang membuat drama.

Sementara Katya lebih memilih mempersiapkan keberangkatannya, sebelumnya ia sudah memesan tiket secara online melalui aplikasi, ia memasukan beberapa stel baju kedalam tasnya yang akan ia bawa.

"Kan ada papah"

"Papah juga sibuk kerja"

"Kalo gitu Papah bakalan kurangin jadwal papah di kantor biar bisa  romantis-romantisan sama mamah dirumah, iya gak?, Kita kasih Katya dedek bayi" Tama mengerlingkan matanya jahil, "setuju gak sayang?" Tanyanya pada Katya.

Katya pun mengacungkan kedua jempolnya mantap

"Papah ishhhhh" Sandra tertunduk malu, pipinya bersemu merah.

Katya tersenyum melihat keharmonisan kedua orang tuanya, ia bersyukur mempunyai kedua orang tua yang sangat perhatian dan sangat menyayanginya.

Ia membuka ponselnya lalu mengirimkan pesan pada Saras sebelum berangkat ke Bandara. Saras memintanya untuk mengabarinya saat hendak kembali ke Australia.

***

Katya

"Gue berangkat ke bandara sekarang"

"Oke nanti kita ketemu di bandara"

Ia menutup menu cahtting, lalu memasukan ponselnya kedalam slingbagnya.

"Lo mau ketemu Katya?" Tanyanya pada Zain yang sedang mengobrol dengan Rasya dan Dito, ketiganya pun menatap Saras.

Saras berdecak saat ketiganya hanya melongo tak menanggapi, "Katya hari ini mau balik lagi ke Aussy lo mau ketemu ga?" Tanyanya lagi

Zain pun mengangguk mau

"Kita ke bandara sekarang!" Ujar Saras "Tapi bunda lo gak bakal ngijinin kayanya"

"Lo tenang aja, bunda urusan gue" Zain

"Kita pergi satu mobil aja, biar gak kejadian kaya dulu" usul Dito

Mereka pun mengangguk mantap

"Kalian mau pada kemana?" Cegat Farah melihat putra dan temannya hendak pergi.

"Zain mau ketemu Katya bun"

"Gaboleh, kamu gaboleh ketemu anak itu!" Cegahnya

"Biarin Zain ketemu Katya tante! Sekali aja!" Ujar Rasya.

"Iya tante, Zain gak pergi sendirian kok! Zain sama kita!"

"Kamu gabolehhh pergi..." Lirihnya

"Kali ini aja bun" Zain menyatukan kedua tangannya memohon

"Biarin Zain nemuin Katya bun, kasih anak kita kesempatan" kali ini Adison yang berbicara.

Zain menghampiri bundanya, memegan bahu nya,"Zain bakalan baik-baik aja bun, bunda gak usah khawatir, Zain pamit" ujarnya lalu pergi disusul dengan ketiga temannya, sementara Farah menangis dalam pelukan sang suami.

"Aku gak mau kehilangan anak kita mass..." Isaknya.













Vote dong🤧



Friendzone [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang