Chapter 9💛

1.4K 96 1
                                        

Setelah sampai di Mall yang berada didaerah Jakarta Pusat, Zain dan Katya memilih pergi ke lantai atas.

"Zain mana list barang-barang yang gue kasih kemarin" Pintanya.

"Ehh bentar" Zain merogoh saku celananya lalu meberikan kertas ke Katya.

"Nihh" ujarnya memberikan note kecil yang bertuliskan list kebutuhan.

Katya pun mengambilnya tanpa banyak bicara, lalu berjalan mencari barang-barang yang dibutuhkan.

***


Setelah selesai mencari barang-barang yang dibutuhkan, Zain mengajak Katya untuk makan di restoran cepat saji yang ada di mall tersebut.

"Tyaa makasih banyak ya lo udah mau bantuin gue" ujar Zain memberikan senyum termanisnya.

"I... iya sama-sama Zain" jawabnya kaget karena Zain menggenggam erat tangannya.

"Sebagai ucapan terimakasih, lo gue traktir makan sepuasnya" ujarnya mencubit pipi Katya gemoy.

"Ihh sakit tau" Katya mengaduh sakit  karena pipinya yang di cubit. Zain pun tersenyum geli melihat pipi Katya yang sudah merah saat ini.

Zain memanggil salah satu waitress yang ada di caffe tersebut, lalu memesan.

"Mba saya mau milkshake aja" Pintanya.

"Ga mau makan tya?" tanya Zain

"Ngga Zain aku masih kenyang" Alibinya, sebenarnya Katya sedang tidak mood untuk makan, karena Zain terus menerus membahas Sysyl.

Tunggu tunggu apa tadi gue bilang?Aku? Omaygat apa apaan ini mulut. Gerutunya dalam hati.

"Ohh yaudah, saya lemoned juice aja mba" ujar Zain pada waiterss tersebut.

"Oke mas, mba tunggu sebentar ya" ucap waiterss tadi.

Setelah meminum pesanan mereka tadi Katya meminta Zain mengantarnya pulang. Zain pun mengangguk menyetujuinya, lalu memanggil waiterss tadi untuk membayar.

Katya pun berjalan keluar pintu dengan diikuti Zain.

Tiba tibaa...,

"KATYAAAAA HONEY BUNNY SWEETIE KU HOW ARE YOU" Teriak perempuan yang baru saja menghadang jalannya, perempuan itu lalu memeluk erat Katya.

"I'm fine and you" Jawabnya lalu melepaskan pelukan Saras karena dia kehabisan nafas, Saras memeluknya sangat erat.

Ya wanita yang berteriak kencang bagaikan toa bahkan melebihi toa itu adalah Saras, Sarasvati Adinda Wiyata, dia sudah kembali, bukan kah seharusnya dua hari lagi baru dia kembali?.

"I'm fine, tya sumpah gue kangen banget sama lo" ujarnya penuh kehebohan.

"Ekhemm" Zain yang memperhatikan kedua wanita didepannya ini  berdehem setelah mereka mengabaikannya.

"Ehh?!, ZAIN ada lo juga ternyata" Ujar Saras sarkas.

Saras dari dulu memang selalu beradu mulut dengan Zain, ia pulang lebih cepat dari jadwal yang sudah dibuat, karena memang dia ingin mendengarkan cerita Katya tentang Zain yang menyukai wanita lain.

Katya sendiri memang menceritakannya kepada Saras, bagi Katya Saras adalah tempat kedua setelah mamahnya untuk mencurahkan isi hatinya.

Bukan hanya karena itu, Saras pulang ke Indonesia juga untuk mencari tempat tinggal karena orang tuanya memutuskan untuk tinggal kembali di Indonesia, orang tuanya akan mengurusi perusahaan yang ada di indonesia, dia memajukan dua hari untuk kembali ke Indonesia dari yang iya rencanakan dengan teman-temannya untuk berkumpul dua hari lagi.

Lagi pula sekolah mereka sudah bebas mau sekolah atau tidak karena mereka telah menyelesaikan ujian terakhirnya, tinggal menunggu acara perpisahan saja

"Ya menurut lo!!!" Ujar Zain tak kalah sarkas.

"Udah udah, kalian ini ya ga berubah-berubah kalo ketemu pasti berantem mulu" Katya melerainya, sebelum mereka berantem lebih panjang.

Saras dan Zain pun membuang muka malas.

"Zain gue pulang bareng Saras aja kalo gitu"

"Gabisa! Lo pergi sama gue, pulang juga harus sama gue!"

"Gak! Katya pulang sama gue" sela Saras.

"Nyamber aja lo kaya petir" Ujar Zain meledek.

"Dasar sempak kudanil" ujarnya tak mau kalah.

"Udah udah, Zain gapapa, lo pulang aja, biar gue pulang sama Saras" Finalnya lalu menarik tangan Saras menjauh dari Zain.

"Rese banget tuh sempak kudanil" Gerutu Saras.

"Udah udah"

"Iya deh iya yang suka sama diamah, jadi dibelain terus" goda Saras, lalu memasuki mobil Pajero hitam yang Saras pinjam dari om nya yang ada di Jakarta.

"Ishh apaan sih lo" kesal Katya.

"Eh ko lo udah di Indo aja sih? bukanya lo balik dua hari lagi?"  tanyanya mengalihkan pembicaraan.

"Iya gue majuin jadwal keberangkatannya, soalnya gue ga tega ngedengerin cerita temen gue yang lagi galau ini" godanya lalu terkekeh geli.

Katya pun memutar bola matanya malas.

Mereka pun melajukan mobilnya menuju rumah Katya, rencananya Saras akan tinggal di rumah Katya selama dua hari, sampai nyokap bokapnya pulang ke Indonesia dan punya rumah baru.

Friendzone [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang