Jakarta
Tiga hari lagi, Zain beranjak sebulan koma, Dokter pun sudah tidak bisa memprediksi Zain akan pulih, tapi ia hanya bisa berharap ada Mukjizat yang akan diberikan Tuhan untuk pasiennya, ia turut prihatin dengan orang tua pasien.
Adi pun sudah memasrahkan putra nya kepada sang Maha Pencipta, sedangkan Farah, meminta dokter untuk tidak melepaskan selang-selang yang terhubung dengan tubuh putranya, karena iya yakin sangat-sangat yakin putranya akan sembuh kembali.
Kehidupan manusia tak terlepas dari berbagai peristiwa, tantangan, rintangan, kesempatan, dan pengalaman bukan?.
Semua itu bisa dijadikan pelajaran setiap insan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari.
Pengalaman adalah guru terbaik yang mengajarkan banyak hal, sehingga seseorang tidak jatuh di lubang kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.
Beberapa orang mungkin pernah merasakan atau sedang menjalani fase kehidupan yang berat dan menyakitkan.
Hidup seperti drama yang tak berkesudahan. Apalagi bagi mereka yang kurang bersyukur, pasti akan menganggap bahwa kehidupan ini sebagai sebuah kutukan berat.
Karena kenyataannya, kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Hidup adalah pengendaraan yang gila dan tidak ada yang menjaminnya.
***
Perth
Dua minggu menjalani kisah asmara bersama orang yang tak ia cintai, Katya berusaha untuk menghargai perasaan Adrian, meski kenyataannya ia tak pernah sedikitpun bisa melupakan cinta yang sebenarnya.
Iya! Katya menerima Adrian menjadi kekasihnya, pikirnya itu akan membantunya sedikit cepat melupakan perasaan anehnya terhadap sang sahabat.
Namun, dalam hatinya Katya berjanji akan mencintai Adrian dengan tulus, seperti cinta yang Adrian berikan untuknya selama ini.
"Obliviate" lirihnya, berharap mantra yang diucapkan di film Harrypoter yang pernah ia tonton itu benar-benar nyata, hingga dia bisa menghapus ingatan kebersamaannya dengan sang sahabat, dan menjatuhkan hatinya pada kekasihnya saat ini.
Siapa yang percaya dengan mantra itu? Hanya sebuah film bukan?, tidak benar-benar nyata adanya.
Kita tidak bisa meramalkan masa depan, sekalipun dalam satu detik ke depan.
Kita bisa saja berencana untuk menghabiskan waktu dengan siapa dan seperti apa, tapi kita tidak bisa menjamin pasti bisa melakukan hal tersebut dan berapa lama kita akan hidup di dunia ini.
Maka dari itu, nikmati kehidupan yang kita miliki, bersyukur dan berbahagia dengan segala yang saat ini kita punya akan membawa kita pada hakikat kehidupan yang sesungguhnya.
Adrian memberikan satu botol minuman untuk seseorang yang ia sandang sebagai pacarnya selama dua minggu yang lalu.
Semakin hari Adrian semakin memberikan perhatian lebih untuk kekasihnya, bahkan Adrian yang terlihat cuek kini menjelma menjadi sosok manusia yang 'sedikit' romantis.
Katya yang sedang duduk di taman Kota itu menerima minuman yang diberikan Adrian untuknya, lalu meminum setengah dari isi botol itu "makasih" ujarnya.
"Hmm" balas Adrian dengan senyum manis tentunya.
***
"Eh! Katya kan?"
Katya menautkan kedua alisnya bingung, perempuan itu berbicara menggunakan bahasa Indonesia, namun ia sama sekali tak mengenali perempuan itu karena sebagian wajahnya yang tertutup masker.
Melihat Katya yang terlihat bingung, perempuan itu pun membuka maskernya, "Gimana?" Ujarnya saat sudah melepaskan maskernya.
"Te...ressa?!" Ujarnya sedikit linglung
"Hmmm gue Teressa, lo masih inget gue kan?!" Perempuan itu menjawab dengan seringaian di wajahnya.
Tentu saja Katya ingat siapa Teressa itu, bagian dari masa lalu sahabatnya, ia! Teressa mantan kekasih Zain, ia putus karena Teressa yang tidak suka Zain terus menerus menghabiskan waktunya dengan sahabatnya, yaitu Katya, hingga Teressa meminta Zain untuk memilih antara dirinya atau Katya sahabatnya, dengan mantap Zain memilih Katya dan memutuskan Teressa begitu saja, hingga sampai saat ini Teressa tidak menyukainya.
"Hebat banget ya lo!!!, sahabat lo udah sebulan koma dirumah sakit, lo malah asik-asikan pacaran di luar, padahal..." Teressa menjeda ucapannya "dia koma gara-gara lo!"
Katya sama sekali tidak mengerti apa yang Teressa katakan "Maksud lo?" Ia mengernyitkan dahinya bingung.
Teressa mendengkus mendengar jawaban Katya "lo pura-pura gak tau apa emang gak tau" sinisnya.
"Udahlah bye! bukan urusan gue juga" pamitnya lalu meninggalkan Katya dengan banyak pertanyaan yang tersirat dari wajahnya, sementara Adrian hanya diam menunggu apa yang akan dilakukan Katya selanjutnya.
"Aku mau pulang" ujarnya setelah beberapa menit yang lalu diam.
"Oke!"
Sorry ceritanya bikin kalian gak puas😁
Btw Minal Aidzin walfaidzin mohon maaf lahir batin💓
KAMU SEDANG MEMBACA
Friendzone [SELESAI]
Roman pour AdolescentsTahap Revisi "Aku tak tau sejak kapan rasa ini muncul. Rasa sayang yang melebihi sebelumnya. Rasa ingin memilikimu sebagai kekasih ku bukan hanya sebagai teman saja. Tapi sepertinya aku sadar, kau hanya menganggapku sebagai teman yang kini telah ber...
![Friendzone [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/209573356-64-k411964.jpg)