Chapter 5💛

1.8K 137 13
                                        


Bacanya sambil denger lagu "Can't take my eyes off you-frankie valli".
Yang tau arti lagunya pasti baper wkwk!




"Kukira setelah kita bersama semua akan mudah, tetapi ternyata ini permulaan dari segalanya".

"Kat, gue mau cerita nih".

"Cerita aja kali," ujarnya sambil memakan bakso yang sudah dipesan tadi.

"Gue lagi deket sama Sysyl, gue sering dibuat baper sama dia, intinya gue pengen nembak dia tapi gue gatau caranya gimana." tanyanya bingung.

"Uhukkk uhukkk." Katya tersedak

"Lo gapapa, makanya kalo makan pelan-pelan dong, gue tau lo laper, tapi biasa aja keuleuss." ujarnya sambil mengelap bibir Katya dengan tissue.

" Ini juga Gara-gara lo bambang." batinnya kesal, entahlah Katya merasa cemburu.

"Lu gak lagi bercanda kan Zain?". Tanyanya penasaran...

"Ya gak lah!."Jawabnya yakin.

"Lu? Lu suka sama cewe kaya Sysyl? Lu sadar Zain, lawan lu gak cuma satu, banyak cowo-cowo yang ngantri buat dapetin dia." ujar Katya kesal dengan sahabatnya ini.

"Iya gue tau, gue juga sadar. Tapi gimana? Rasa suka kan gak bisa diilangin gitu aja."

"Ya tapi seharusnya lo mikir dulu, lu harus tau mana yang pasti dan mana yang kiranya cuma pengen gantung lu doang. Gue mah gak percaya sama cewe kaya Sysyl!".Gerutunya kesal, entahlah cemburu mungkin.

"Maksudnya dia suka ngegantungin cowo?" tanyanya penasaran.

"Gue gak bisa su'udzon sih, tapi seenggaknya gue cuma ingetin lo, hati-hati Zain."

"Hmm iyasih kat, tapi gue udah terlanjur suka sama Sysyl, dia itu asik, cantik, gak ngebosenin."

Katya merasa ada yang salah dengan sahabatnya. Atau dengan hatinya sendiri? Seperti ada sesuatu yang menancap pada hatinya saat Zain memuji Sysyl didepan Katya. Tajam, menohok membuat dadanya sakit mendengar penuturan Zain.

"Ya gue mah gak bisa ngelarang atau ngatur-ngatur lu Zain, tapi seenggaknya udah tugas gue sebagai sahabat buat ngingetin lu. Gue ke kelas dulu ya, makasih traktirannya." Ucapnya lalu pergi meninggalkan Zain.

"Katya tunggu! Yaelah, apa dia marah gara-gara gue cerita tentang Sysyl pas dia lagi badmood? Ah entahlah." Zain menggaruk-garuk rambutnya yang tidak gatal, dia merasa pusing saat ini.

Tanpa disadari air matapun jatuh membasahi pipi Katya, ia merasa sangat kecewa dengan temannya.

"Kenapa harus Sysyl?!." batinnya
Katya pun pergi menuju kelasnya dia langsung duduk menenggelamkan wajahnya di meja, tanpa menghiraukan pertanyaan teman temannya. Untung saja hari ini free class, semua guru sedang mengadakan rapat untuk perpisahan kelas 12.


***

Zain pun membayar pesanan mereka tadi, lalu pergi meninggalkan kantin menuju kelas Katya.

Dengan sikap bodo amatnya, Zain pun nyelonong masuk gitu aja, kelasnya juga sepi, ia lalu bergegas menuju Katya dan duduk dikursi tepat didepannya.

Friendzone [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang