Pagi ini Katya berangkat lebih awal ke sekolah, ia sengaja berangkat pagi karena tidak mau berangkat bareng Zain.
"Mulai sekarang gue harus biasain hidup tanpa Zain." Tegasnya sambil menatap cermin.
Katya pun turun kebawah, dilihatnya Sandra yang sedang memakaikan dasi Tama.
"Pagi mah, pagi pah" sapanya mengecup kedua punggung orang tuanya lalu pamit berangkat ke sekolah.
"Kamu ga mau sarapan dulu sayang?"
"Gausah mah, nanti Katya makan di sekolah aja, Katya buru-buru dahh mah pah" pamitnya lalu bergegas keluar rumah, sebenarnya Katya malas menjawab pertanyaan-pertanyaan yang akan diberikan oleh kedua orang tuanya.
"HATI HATI SAYANG"Teriak Sandra pada putrinya yang sudah berada di ambang pintu.
"Semangat kat, lo pasti bisa" Ucapnya menyemangati diri sendiri.
Katya pun memasuki mobil ferari silver yang sudah lama tidak dipakainya, pasalnya selama Katya sekolah di Sma pertiwi, Katya selalu berangkat bareng Zain, dan hari ini Katya harus membiasakan diri tanpa Zain.
Mobil ferari silver yang dikendarai Katya pun melaju meninggalkan pekarangan rumah.
Sesampainya disekolah Sma Pertiwi, Katya memarkirkan mobilnya, lalu berjalan menuju kelasnya. Hanya ada beberapa orang saja yang sudah ada disekolah karena ini masih pukul 06.30 sedangkan pelajaran dimulai pukul 07.30.
Katya pun melirik jam yang ada ditangan sebelah kirinya.
"Masih satu jam lagi, kantin dulu ah cari makan" Ujarnya setelah menyimpan tas nya dikelas.
Sesampainya dikantin, Katya memesan satu piring nasi goreng, dan segelas teh hangat.
***
Laki-laki yang masih berada di balik selimutnya itu pun terbangun ketika mendengar teriakan maut dari sang bunda.
"ZAYYNNNNNN, BANGUN INI UDAH SIANG KAMU MAU SEKOLAH GA SIH!!!"Ujar Farah kesal, pasalnya dia sudah tiga kali bolak balik membangunkan Zain dari pagi, namun putranya itu tak kunjung bangun juga.
"Iyaa iya bun, Zain udah bangun ko" Jawabnya dari balik selimut takut mendengar teriakan maut dari sang bunda.
"Bunda hitung sampai 5, kalo ga mandi juga bunda siram" Ancamnya lalu menarik selimut yang menutupi tubuh Zain.
1
2
3
...
Zaun pun langsung berlari masuk kedalam kamar mandi, dari pada harus mendengarkan bundanya yang sangat amat cerewet, bisa-bisa kupingnya copot nanti.
Cukup 5 menit saja Zain mempersiapkan dirinya, lalu turun untuk berpamitan kepada orang tuanya.
"Bun, yah Zain berangkat dulu ya" pamitnya kepada orang tuanya yang sedang sarapan.
"Engga sarapan dulu boy?" Tanya Adison kepada anak semata wayangnya ini.
"Engga yah, nanti aja di sekolah"Jawabnya.
"Jangan lupa sarapan boy, biar kuat ngadepin cewe-cewe" Godanya lalu terkekeh.
"Siap komandan" Ujarnya sambil menaikan tangannya membentuk hormat.
Farah yang melihat suami dan anaknya pun hanya menggelengkan kepalanya.
***
Zaun memarkirkan motornya didepan rumah Katya, lalu membunyikan klakson motor sport kesayangannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Friendzone [SELESAI]
Teen FictionTahap Revisi "Aku tak tau sejak kapan rasa ini muncul. Rasa sayang yang melebihi sebelumnya. Rasa ingin memilikimu sebagai kekasih ku bukan hanya sebagai teman saja. Tapi sepertinya aku sadar, kau hanya menganggapku sebagai teman yang kini telah ber...
![Friendzone [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/209573356-64-k411964.jpg)