Katya ingin mencharger ponselnya, tidak sengaja melihat line masuk dari Zain, Katya pun langsung membacanya.
Zain
Tya makasih ya udah bantuin gue bikin surprise buat Sysyl, Sysyl suka banget tya sama surprisnya, dia juga nerima gue jadi pacarnya tya, gue seneng banget.
Tes!
Sebulir air mata jatuh mengalir di pipinya yang putih itu, Disatu sisi Katya merasa senang melihat sahabatnya bahagia, tapi di sisi lain Katya merasakan sakit di hatinya.
"Gue udahan mandinya tya" Ujar Saras memberi tahu Katya untuk segera mandi.
Saras yang baru nongol dari balik pintu kamar mandi pun kaget melihat Katya yang sedang menangis, lalu menghampirinya.
"Lo kenapa? lo nangis?"Tanyanya bingung lalu duduk di tepi kasur disamping Katya.
Katya pun mengusap kasar air matanya yang jatuh "Gue gapapa ras" Alibinya.
"Lo bohong!!" Ujarnya tak percaya lalu merebut ponsel yang sedang di genggam Katya.
Saras pun membaca line yang tertera di ponsel Katya.
"Dasar kutu kupret, ga berperikemanusiaan, gapunya perasaan, cowo gila, cowo gapeka" Saras mengucapkan sumpah serapahnya, mengetikan sesuatu berniat untuk membalas line dari Zain tapi Katya langsung merebut ponselnya kembali sebelum Saras mengirimnya.
"Udah gausah dibales biarin aja" Cegahnya.
"Awas aja kalo nanti si sempak kudanil bawa pacar barunya, gue bakalan jambak rambut si cewe kecentilan itu" Gerutu Saras kesal.
Katya pun tidak menanggapi perkataan Saras, ia langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.
***
"Tya sini gue dandanin biar cakep" Saras menyuruh Katya duduk di kursi rias.
Katya pun duduk mengeringkan rambutnya "Emang selama ini gue ga cakep?" Canda katya.
"Cakep, cuman dandan dikit lah, biar si sempak kudanil nyesel ga pilih lo sebagai cewenya."
"Gausahlah ras" tolaknya.
"Ga tya, sini gue dandanin" Katya pun hanya menurut saja.
Saras memakaikan bedak tipis di wajah Katya, lalu memakaikan sedikit eyeshadow dan memoleskan lipstik berwarna nude di bibir mungil Katya.
"PERFECT" Ujar saras setelah selesai mendandani Katya." Gimana?suka ga?".
"Hmmm" Katya mengetuk-ketukan telunjuknya di dagu, menimbang-nimbang pertanyaan Saras" Bolehlah, "Ujarnya lalu mengambil slingbagnya dikasur.
"Yeuuu bilang aja suka" Saras memutar bola matanya jengah.
Katya pun terkekeh melihat wajah kesal Saras.
"Udah yo berangkat" Ajak Katya, lalu mereka berdua turun ke bawah untuk minta izin ke orang tua Katya.
"Pagi mah"
"Pagi tante" Sapanya berbarengan.
"Pagi Katya, pagi Saras, kalian mau kemana? ko udah pada rapih gini?" Tanya Sandra sambil memperhatikan Katya lalu Saras.
"Kita mau nostalgiaan bareng temen Smp tante" Ujar Saras, yang diangguki Sandra.
"Yaudah kita jalan dulu ya mah" Pamitnya mengecup punggung tangan Sandra lalu mencium pipi kanan dan kiri Sandra, kemudian Saras mengikutinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Friendzone [SELESAI]
Novela JuvenilTahap Revisi "Aku tak tau sejak kapan rasa ini muncul. Rasa sayang yang melebihi sebelumnya. Rasa ingin memilikimu sebagai kekasih ku bukan hanya sebagai teman saja. Tapi sepertinya aku sadar, kau hanya menganggapku sebagai teman yang kini telah ber...
![Friendzone [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/209573356-64-k411964.jpg)