Saat ini waktu masih pagi dalam ruangan tertinggi perusahaan tempatnya bekerja Aviva menguap kecil, ia mengucek pelan matanya. Jujur saja ia mengantuk karena harus bergadang semalam menemani kerjaan Abimanyu yang tidak penting-penting amat.
“Kau mengantuk?”
Pertanyaan itu membuat Aviva langsung terkesiap. Ia menatap Abimanyu seraya menggeleng. “Tidak, Pak.”
Abimanyu membalikkan badannya lalu menatap Aviva dengan lekat.
“Kalau masih mengantuk tidur saja lagi,” kata Abimanyu.
Aviva menggeleng cepat. “Tidak, Pak. Saya baik-baik saja.”
“Baiklah kalau begitu. Mana jasnya?” Abimanyu merentangkan kedua tangannya di hadapan Aviva.
Dengan segera Aviva memakaikan jas hitam yang sedari tadi dipegangnya. Merapikan jas yang terlihat sangat pas di tubuh tegap Abimanyu. Setelah selesai Aviva menjauhkan tubuhnya dan memperhatikan penampilan Abimanyu.
“Sudah?” Tanya Abimanyu.
Aviva mengangguk. “Sudah, Pak.”
Abimanyu melemparkan senyumannya. “Sempurna?”
“Sempurna, Pak,” jawab Aviva disertai senyuman tipisnya.
Abimanyu tersenyum manis membuat Aviva menggeram dalam hati. Pesona lelaki ini tidak terbantahkan. Hanya dengan senyuman saja bisa membuat banyak wanita mau menghangatkan ranjangnya.
“Bagus. Bacakan kembali jadwal hari ini?”
Aviva mengangguk lalu membacakan jadwal kerja lelaki tampan itu. “Jam sepuluh akan ada rapat dengan Calvin Inc., sehabis jam makan siang peninjauan pabrik. Hanya itu. Ah, tadi Bapak dimintai menemui Nona Callista sepulang bekerja.”
“Callista? Callista siapa?” Tanya Abimanyu dengan bingung.
Kalau bukan pimpinannya Aviva sudah akan mendecakkan lidahnya. “Wanita yang Bapak temui dua hari lalu di kafe sehabis makan malam dengan klien.”
Abimanyu mengerutkan keningnya. “Oh. Yang kurus, tinggi itu? Aku tidak tertarik.”
“Baik, Pak.”
Sudah terlalu sering Aviva menyelesaikan masalah yang disebabkan oleh Abimanyu. Dua bulan sekali pacarnya baru. Seminggu tiga kali akan berkenalan dengan wanita baru. Dan Aviva yang harus selalu ada setiap Abimanyu mendapatkan seorang wanita baru. Seperti ia harus tak boleh berada di radius lebih dari sepuluh meter. Aviva yang harus mengamati dan turun tangan jika Bosnya sudah memberi tanda bahwa ia menyukai wanita tersebut. Aviva akan memberi kartu namanya atau, ia akan langsung mengajak wanita yang berkenalan dengan Abimanyu itu ke private room di kelab malam.
Oleh karena itu Aviva selalu pusing dan sakit kepala tiap melakukannya.
Lelaki ini tidak bisa dengan tanpa adanya seorang perempuan. Untung saja Bos. Kalau bukan sudah Aviva cincang hidup-hidup jika memiliki teman seperti Abimanyu.
Ia mengingat dengan jelas pertemuan Bosnya dan wanita di kafe tempo hari yang membuat Aviva ingin sekali muntah.
Ketika itu seperti biasa ia menemani Abimanyu untuk bertemu salah seorang klien yang menginginkan pertemuan di sebuah kafe. Awalnya semua biasa saja, mereka dapat berdiskusi dengan lancar. Setelah dua jam rapat pun selesai dengan klien Abimanyu pergi terlebih dahulu. Sedangkan Bos dan sekretarisnya itu memilih untuk menikmati kopi dengan santai, sampai wanita yang merupakan pemilik kafe itu melihat Abimanyu. Tentu saja hal itu tidak dilewatkan Abimanyu. Bosnya itu melempar senyuman andalannya yang lembut dan meneduhkan. Berbicara dengan intonasi yang lembut dan berwibawa. Hanya dengan seperti itu dapat membuat wanita tersebut bersikap malu-malu juga melempar candaan dalam bentuk godaan. Mereka mulai saling menggoda di depan mata Aviva. Sentuhan-sentuhan ringan pun dilakukan wanita tersebut dan Abimanyu yang bersikap seolah-olah tidak tergoda dengan sentuhan itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
A Job As A Secretary 👠 [Revised: Completed] || Republished
RomanceSeorang sekretaris yang dipekerjakan di perusahaan tentunya hanya mengurus urusan pekerjaan di kantor tidak secara pribadi. Namun Abimanyu tidak peduli. Umum atau pribadi Aviva tetap harus mengerjakannya. Itulah sifat asli Abimanyu, tak terbantahkan...
![A Job As A Secretary 👠 [Revised: Completed] || Republished](https://img.wattpad.com/cover/207297609-64-k459465.jpg)