Lapar?

15 2 0
                                        

"Kirani! Gue anter pulang, ya.." Ajak Kennand saat melihat Kirani sendiri ditempat duduknya.

"Gak usah, Nan.. Gue balik sama Sopi, ada kerja kelompok kan?" Kirani mengangkat alisnya, menatap Kennand heran.

"Oh, besok balik sama gue ya.. Bye.."

Kirani menatap Kennand yang berjalan menjauh.

"Kenapa dia deket-deket terus sih? Naksir sama gue?" Kirani menyunggingkan senyumnya, lalu segera pergi ke parkiran mobil menghampiri sophia.

****

Benedct terus memperhatikan tumpukan kertas dihadapannya dengan teliti.

"Apa ini? Fian terlambat 10 kali? ARGHHH!! Gak ada gunanya Rasti jaga gerbang tiap pagi," batinnya kesal.

Ia membuka map yang ada diatas Laptopnya, lalu memandangi selembar foto yang ada didalam map tersebut.

"Sharen... Gadis itu nampaknya memiliki sesuatu yang gue gak tau... Gue harus selidikin hal itu,"

Dimasukkannya kembali foto itu, lalu segera meninggalkan ruangannya menuju ke Ruang Guru-menemui Echleshia.

"Miss Leshia.. Ada yang saya ingin bicarakan dengan anda. Bisakah kita berdua berbicara diluar?" Tanya Benedct saat ia tiba ditempat perempuan berambut sebahu itu.

"Uhm? Pak Ben? Boleh pak... Ayo keluar.."

"Jadi.. Saya ingin membicarakan tentang Sharen. Setelah saya mencari tahu seluk beluk gadis itu, alasan dirinya pindah dari Aussie karena dia ingin terus menngganggu kehidupan Kirani dengan merebut siapa saja yang dekat dengan Kirani," jelas Benedct saat mereka sudah duduk ditengah taman dengan segelas es teh ditangan masing-masing.

"Jadi? Pak Ben mau apa dengan Sharen?" Tanya Echleshia menaikkan alisnya bingung.

"Menurut saya, kita harus memisahkan kelas mereka. Setidaknya Kirani tak risih dengan kelakuan Sharen, dan Sharen tak terus mengusik kebahagiaan Kirani di kelas,"

"Yaudah, kalau menurut Pak Ben itu baik, saya mendukung hal itu... Mau jalan?"

"Ke mana?"

"Plaza Center?"

"Saya ambil barang dulu diruangan saya kalau begitu.." Kata Benedct, lalu beranjak dari tempatnya menuju ruang kekuasaannya.

****

Benedct dan Echleshia tiba di Plaza Center hampir pada pukul 6 karena macet yang biasa meliputi kota disore hari.

"Gue laper.. Makan yuk?" ajak Benedct sambil melihat-lihat tempat makan yang menarik.

"Shabu-shabu?" Saran Echlesia sambil menunjuk restoran bertema jepang disudut Plaza Center.

"Alright.." Jawab Benedct sambil tersenyum, lalu beranjak menuju ke Restoran tersebut.

Cukup banyak yang mereka pesan, namun semuanya tetap habis, berkat Benedct tentunya. Ia memang kelaparan dari tadi siang. Jam makan siangnya diambil oleh keributan yang berulah dari Kirani dan Sharen.

"Ahh.. Kenyang.." Kata Echleshia sambil meneguk ocha ditangannya.

"Enak ya, makanannya disini.. Gak salah milih restoran gue, hehee.." Benedct tersenyum sumringah lalu mengeluarkan kartu kredit dari dalam dompetnya.

"Kemana lagi?" Tanya Benedct pada Echleshia yang masih sibuk dengan ocha digelasnya.

"Uhmm... Aku mau nyari stok cemilan sih buat dirumah aku. Kalo Pak Ben?"

"Gue apa aja.." Jawabnya santai sambil menyerasikan langkahnya dengan Echleshia.

KringKringKring..

Benedct melihat nama yang tertera dilayar ponselnya, 'Princess Nini'.

"Halo?" Jawab Benedct.

"Beben!! Gue laper!!"

"Makan, ninii... Gue bawain makan, mau?" Tawar Benedct.

"Mau!! Pengen martabak spesial.. Sama nasi goreng Mas Dedi yang disamping ruko kosong, biasa gue makan itu.. Mau minum milkshake oreo juga.. Itu aja, bebenqu,"

"Okayy, princess... Gue bawain ya.. Tapi nunggu bentar boleh gak? aku lagi di Plaza Center,"

"Yaudah... Cepetan ya!"

"Iya, bawel!"

"Byebye, bebenquu!!"

"Byebye too, princess niniqu.."

Tutt..

Telepon diputuskan.

"Udah mesra-mesraannya?" Goda Echleshia sambil menyikut pinggang Benedct.

"Udah.. Cepetan ya.. Princess gue udah kelaparan dirumah.. "

"Iya.. Ini tinggal bayar juga.." jawab Echleshia sebal.

****

"Makan yang buanyak, princess.." Kata Benedct sambil mengacak-acak rambut Kirani yang sibuk memakan nasi goreng dihadapannya dengan lahap.

"Ih! Rambut gue!!" Sebal Kirani dengan mulut penuh.

"Kalo mulut penuh, jangan bicara, Key.."

Kirani memutar bola matanya kesal, lalu menyeruput milkshake oreo pesanannya.

"Key, gue mau nanya.. Lo.. Itu.."

Perkataan itu terpotong karena terdengar suara pintu terbuka.

"Kirani sayang.." Ucap Sarah sambil membelai rambut anaknya itu.

"Gak usah pegang-pegang.." Kata Kirani lalu menepis tangan sang ibu dari bahunya, lalu pergi menuju kamarnya dengan segelas Milkshake ditangannya.

"Tante, saya pamit dulu ya.." Salam Benedct lalu segera pergi dari rumah Kirani.




Mawar Merah Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang