Pagi itu Kirani berjalan menyusuri koridor SMAPA yang masih sunyi dengan beberapa buku catatan di tangannya.
"Kirani..." Seseorang memekik menyebutkan namanya.
Kirani memandang orang dihadapannya saat ini, lalu membelalak terkejut.
"Sha.. Sharen?"
Kirani tertegun menatap gadis dihadapannya, teman lamanya. Teman lama yang ia kira masih akan tetap tinggal di Aussie untuk beberapa waktu lagi.
"Ren, kok balik?" Tanya Kirani pada Sharen yang masih berdiri disampingnya.
"Gue rindu sama lo... Gue juga kangen main ke Indo, gue pengen banget makan makanan sini!" Jawabnya dengan wajah berseri.
"Lo pengen makan makanan sini, kan? Ke kantin aja yuk... Gue bayarin bakso, makan sebanyak mungkin deh, Ren!" ajak Kirani menuju ke Kantin.
****
"Perkenalkan nama saya Sharen Jovinetta Carnasheelan. Saya murid pindahan dari Aussie. Mohon kerja samanya dengan kalian semua.." Ucap gadis itu didepan kelas 12 IPA 2.
"Baik, selamat datang di kelas 12 IPA 2, Sharen... Kamu bisa duduk di samping Kennand," kata Bu Echlesia, wali kelas 12 IPA 2 yang hobi ngelawak nggak kenal waktu.
"Oke, kalian para jomblo yang cinta dan perasaannya masih belum terbalaskan, bahkan masih diambang, selamat pagi, selamat melanjutkan kisah hidup jomblo kalian, kiranya perasaan kalian cepat terbalaskan. Saya pamit undur diri karena ada rapat mengenai persiapan ujian akhir kalian,"
"IBUUU!! SAYA NGGAK JOMBLO! SAYA UDAH LAKU!!" sergah Joey dengan wajah memerah karena sebal dengan wali kelasnya itu.
"Laku? Emang ada yang mau sama kamu? Amit-amitt dehh," goda Echleshia sambil menjulurkan lidahnya.
"Duh, Ibu cemburu ya karna Ibu masih jomblo? Saya cariin nanti ya, Bu!" Celutuk Apolo dengan tangan yang ia ancungkan.
"Ewhh, Ferguso!! Belajar aja kamu sana! Nilai matematika aja 7, udah mau comblangin orang aja.. Udah deh, ngeselin ngomong sama kalian!" Kata guru itu sambil keluar dari kelas 12 IPA 2 dengan wajah cemberut.
"Eh, Kennand? Benerkan Kennand?" Kata Sharen sambil memegang tangan Kennand dengan wajah memelas.
"Sumpah, pen gue gaplok pake buku tuh muka!" Batin Kennand.
"Kenapa? Jangan sentuh gue! Gue gak suka!" Kata Kennand sambil menyibakkan tangannya yang digenggam erat oleh Sharen.
"Kennand mau kan ngajak aku keliling sekolah ini?" Sharen kembali menggeleyut manja pada Kennand.
"Lo siapa gue, njirrr?" Batin Kennand kembali mengeluarkan sumpah serapah.
"Nggak.." Jawab Kennand ketus.
"Yahhh, kenapa?" Rengek Sharen dengan kembali menunjukkan Baby Facenya.
"JOEY! APOLO! LO BAWA NI CEWE GANJEN JAUH-JAUH DARI GUE!" Pinta Kennand tanpa melirik Sharen sedikitpun.
"Kirani! Gue cuma suka sama lo!" Katanya lagi—membuat Sharen sedikit tersinggung.
Kirani menoleh kearah Kennand. Ia melihat Sharen yang sedikit lebay, upss... Iya sih, perempuan itu lebay.
"Apaan sih?!" Ucap Kirani sebal sembari kembali berbicara dengan Avria dan Sophia.
****
"Ewww, ganjen bet dah tuh di Sharen... Baru aja masuk ke kelas ini beberapa menit yang lalu, udah bikin malu aja.." Cibir Avria sambil terus memakan cemilan ditangannya.
"Dari dulu emang dia gitu orangnnya. Gue sendiri sih gak suka sama dia, soalnya... Waktu di Aussie, gue tuh pernah pacaran sama laki-laki namanya Rolland. Gak berapa lama setelah gue sama si Rolland, dia ngegaet si Rolland donkk!! Gak sakit tuh hati? Sakit donk! Gak cuma sekali dia gituin gue, berkali-kali bang!!" Tutur Kirani dengan napas terburu-buru.
"Udah, Ni.. Lo gak usah peduliin dia.. Anggap aja gak ada," kata Sophia sambil mengelus punggung Kirani.
"Gue takutnya... Kalo dia tau gue punya hubungan sama Pak Ben, dia juga bakal ngerebut Pak Ben dari gue... Gue sayang banget sama Pak Ben! Pak Ben itu udah kenal gue dari gue kecil." Ucapnya lirih dengan sebulir air mata yang mulai turun.
"Lo gak usah nangis, Ni! Kalo dia macem-macem, gue keluarin dia dari sini," Sophia menatap Kirani dalam, lalu memeluk sahabatnya itu.
"Gue yakin, Ben akan terus sama gue..." Batin Kirani sambil membalas pelukan Sophia.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mawar Merah
Teen FictionBerisik? Itu kepribadian Kirani. Ia tak bisa diam, tapi gak sulit diatur. Itulah yang membuat Kennand kepincet gak keruan dengannya. Kirani. Ia bertemu dengan pria itu. Pria yang membawanya keseluruh ingatan lamanya. Semua kebersamaan mereka...
