Bab 02

77.4K 875 20
                                        

Semoga masih ada yang menyimpan cerita ini di reading listnya yaa 😊


Happy reading 😁

---------------

Seorang pria baru saja keluar dari mobil Mercedes Benz CLS-Class berwarna silver. Melangkahkan kakinya penuh percaya diri masuk menuju sebuah kantor yang bertuliskan Hutama Grup.

“Bagaimana sudah kau bereskan semua berkas-berkasnya?” tanyanya kepada seseorang yang sedari tadi
menunggunya datang.

“Sudah semuanya pak, tinggal menunggu anda untuk datang ke ruang rapat saja”

“Bagus, kalau begitu rapat akan dimulai sepuluh menit lagi” ujarnya sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruanggannya.

Sampai di ruangannya, dia langsung mendudukan pantatnya di kursi kebesarannya. Tangannya merogoh saku jas mencari keberadaan ponsel dengan logo apel yang tergigit dengan tiga kamera pro dibelakangnya lalu jari-jarinya dengan lincah bergerak mencari aplikasi yang bergambar gagang telepon lalu mencari kontak nama yang bertuliskan Unna yang diberi symbol hati berwarna hitam.

Tidak susah mencari nama tersebut karena namanya berada disematkan chat paling atas, bahkan diberi tanda bintang sehingga jika ada spam chat masuk ke ponselnya chat dari Unna selalu berada di urutan teratas. Tidak ingin membuang waktu pria tersebut langsung menekan tombol panggil di layarnya. Butuh beberapa saat agar teleponnya tersambung dan di jawab olehnya.

“Hallo kak, ada apa?”

“Kamu udah berangkat?”

Kebiasaan, pertanyaan dijawab pertanyaan. keluh Unna dalam hati. “Sudah, kak. Sebentar lagi mau sampai kampus”

“Naik apa kamu ke kampus?”

“Bukannya aku sudah bilang tadi pas sarapan kalau aku berangkat di jemput teman”

“Oh, mungkin kakak lupa yaa hehe, nanti kamu pulang jam berapa? Mau kakak jemput?”

“Aku pulang sore kak, hari ini aku banyak yang harus di urus. Kakak gak usah jemput, aku bisa pulang pakai transportasi umum”

“Ya udah nanti kakak suruh supir kantor buat jemput kamu, kakak gak mau kamu naik transportasi umum takutnya terjadi apa-apa sama kamu na. nanti kamu kabarin aja mau di jemput jam berapanya”

“Yaudah deh, oke . nanti aku kabarin yaa kak”

“Wajib kabarin yaa na, kamu jangan capek-capek yaa”

“Iya kak, kakak juga yaa jangan capek-cape..semangat kerjanya, aku tutup teleponnya dulu ya kak udah
nyampe nih… bye kak”

“Bye Unna”

Tuut. Sambungan telepon terputus dibarengi dengan suara seseorang yang mengetuk pintu ruangannya.

“Masuk”

“Maaf tuan rapat akan segera dimulai, tuan sudah ditunggu di ruang rapat”

“Baik. Ayo kita kesana”

*
Ganinryo Perwira Hutama, salah satu pewaris Hutama Grup yang saat ini tengah naik daun di kalangan pengusaha Indonesia. Bukan karena sensasi layaknya artis yang mengaku terbang dari Jakarta ke Amerika hanya butuh waktu 8 jam saja, Ganinryo atau ryo memang naik daun karena prestasinya memenangkan beberapa penghargaan bisnis di ajang bergengsi Asia seperti Stevie Award Asia pacific dan Green CEO Award serta sering muncul di Majalah bisnis globe asia.

My Munnah (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang