Ryo membenarkan letak dasinya yang bergeser dari tempat seharusnya lalu melangkahkan kakinya keluar dari ruang meeting. Setelah jam makan siang tadi rencannaya Ryo akan menjemput adikknya, Unna dari kampus lalu mengajaknya jalan-jalan tapi tiba-tiba adikknya memberi kabar bahwa dia lebih memilih jalan ke mall bersama sahabatnya. Alhasil rencana meeting yang tadinya ia cancel dan undur tidak jadi dan meeting itu tetap di laksanakan sebagai mana mestinya.
Duduk di kursi kebesarannya Ryo menghembusan nafas lelah menatap berkas-berkas yang menumpuk hampir memenuhi mejanya. Berkas-berkas laporan tiga hari lalu yang seharusnya sudah ia baca dan selesai ia tandatangani bukan di biarkan menumpuk seperti itu. Tiga hari terakhir ini pikiran Ryo sedang tidak bisa di ajak bekerja sama. Pikriannya berkelan saat ia bertemu kembali mantan tunangannya yang sejak tiga tahun tidak pernah bertemu. Sekarang bertemu kembali seolah membuka luka lama yang sudah Ryo sembuhkan dengan susah payah. Ryo bukannya belum move on dari sang mantan melainkan memaki dirinya sendiri mengapa ia bisa sampai tunangan bersama wanita semcam itu.
Ryo juga terkenal sebagai playboy yang tak cukup terhadap satu wanita, setiap minggunya selalu saja bergonta-ganti pacar. Orang-orang di sekitar Ryo tak pernah menyangka, ia bisa bertahan lama dengan satu wanita tapi Ryo membuktikannya dengan menjalin hubungan yang serus dengannya.
Ryo hanya pernah jatuh cinta sekali dan itu hanya kepada sang mantan tunangan, ia bahkan memutuskusan ingin menikah muda tetapi kedua orangtuanya melarang karena usia mereka yang masih terlalu muda. Saat itu usia Ryo berusia 21 tahun baru lulus kuliah, menurut sang ayah belum siap mental maupun finansial untuk membentuk sebuah keluarga. Selama ini kerjaannya hanya menghamburkan uang sang ayah tanpa tahu bagaimana susahnya sang ayah mendapatkan uang itu.
Selain usia yang masih muda sang ayah juga mengkawatrikan prilaku Ryo selama ini yang suka berganti pasangan layaknya berganti pakaian tapi Ryo menyangkinkan sang ayah bahwa dia sudah berubah. Ryo berubah secara perlahan menunujukan perubahan positif yang menyakinkan sang ayah bahwa Ryo memang serius dan ingin menikah di usia yang muda tapi sang ayah tetap pada pendiriannya tidak mengijinkan Ryo untuk menikah sebagai gantinya ia mengusulkan mereka cuma akan bertunangan saja dan menikah setelah keduanya lulus S2.
jika tidak mau bertunangan maka tidak ada pernikahan, Ryo boleh saja menikah saat itu juga tetapi jangan harap ada pernikahan dan resepsi megah dan nama Hutama lagi di belakang namanya. Ryo dengan senang hati bisa melakaukannya demi sanmg pujaan hati ia rela memberikan apapun termasuk tidak memegang nama hutama lagi di belakangnya tetapi alh-alih mendukung keputusan Ryo sang pujaan hati malah menolaknya habis-habisan, ia menginginkan pernikahan megag dan mewah serta nama Hutama dibelakangnya nanti, hingga pada akhirnya Ryo sepakat dengan usul yang diberikan sang ayah untuk melanjutkan S2nya terlebih dahulu baru setelah itu mereka menikah.
Rencana yang kita susun memang indah tetapi jika Tuhan tidak mengehendaki maka itu hanya akan menjadisebuah angan. Begitu pula dengan Ryo rencananya menikah setelah lulus S2 harus ia kubur sedalam-dalamnya. Wanita yang sangat Ryo cintai, dijadikan prioritas utama di hidupnya tega menikamnya dari belakang setelah semua apa yang ia berikan pada wanita itu. Rasanya saat itu juga ia ingin menenggelamkan dirinya di laut, mendengar fakta yang sebenarnya terjadi.
Tok..tok..tok
Suara ketukan pintu tersengar saat Ryo menandatangani berkas laporan terakirnya. Ryo menyahut dan menyuruh siapapun yang mengetuk pintunya untuk masuk dalam ruangannya. Ternyata Rose yang tengah berjalan mendekat menuju mejanya.
"Ada apa Rose?"
"Ada tamu untuk anda pak"
"Tamu? Ucap Ryo sambil mlirik jam rolex yang ada di tangannya. "Ini sudah mau pulang, masih ada tamu juga? Apa saya ada janji lain di luar meetng tadi, Rose?" tanya Ro.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Munnah (END)
Chick-LitCerita ke-2 ONLY FOR ADULT 21+++ __________ Aku yakin 3000% nama adalah do'a. Jika kalian tidak percaya terhadap keyakinanku. persyaiton dengan kalian. Tertanda: Maemunnah Masa kini 💋💋💋
