Bagian tiga belas

191 12 2
                                        


____

Jam pelajaran pertama di mulai sejak sepuluh menit yang lalu, Aprilia yang sebelumnya murung mulai tersenyum kembali. Ceria, seperti saat Albi pertama mengenalnya.

Pelajaran terus berlanjut sampai suara bel yang menjadi surga dunia bagi pelajar berbunyi lantang.

Kelas yang sebelumnya heningpun menjadi riuh, Bu Desta sampai menggeleng tak mengerti dengan sikap murid muridnya yang setiap hari semakin buruk saja.

Setelah Bu Desta berlalu dari kelas XII2, semua siswa siswi berhamburan menuju kantin, tujuan utama saat bel istirahat berbunyi.

Aprilia pun yang hendak ke kantin, langsung di kejutkan dengan kedatangan dua temannya, Mereka adalah Lesta mayurista dan Rasel angalisa yang sejak tadi membolos pelajaran.

"Kalian?" Kaget Aprilia, begitupun dengan Sari. Kedua makhluk cantik itu tak menyangka bahwa Lesta dan Rasel sudah balik ke indonesia, setelah seminggu lamanya berada di London, karena Nenek mereka yang sedang sakit.

Lesta dan Rasel adalah dua sepupu yang sangat akrab dan kompak, juga merupakan sahabat Aprilia dan Sarita, hampir tiga tahun mereka selalu bersama, baik suka maupun duka yang mereka lalui.

"Gimana kabar, Grandma lo?" tanya Aprilia, ia cukup khawatir dengan keadaan Oma Lesta dan Rasel.

"Alhamdulillah, udah sehat." Ucap Lesta.

"Syukurlah." Ucap Aprilia dan Sari serempak.

"Ya udah, yuk go kantin. Perut gue udah kangen banget sama Batagor Mbak karina kapoor, nih." Ucap Rasel disertai kekehan kecil, dia adalah gadis lucu, sepaket dengan Sari, rada cerewet. Mungkin hanya Lesta satu satunya di antara mereka yang cukup pendiam, tapi tidak saat di depan Bagas, sang pujaan hatinya.

"Lets go." Ucap Aprilia, Sari, dan Lesta serempak.

***

"Guys, tahu gak. Gue naksir sama bule london loh." Ketiga pemudi itu seketika tersentak, mendengar ucapan Rasel.

"Uhuk uhuk."

"Minum dulu guys, santai kali gak usah kaget gitu." Rasel terkekeh.

"Lo naksir sama bule? Syukurlah, saingan gue  buat dapetin Bagas berkurang." Lesta tersenyum senang.

"Enak aja, walaupun gue naksir sama bule itu, tetap aja dong gue milihnya Babang Bagas, my super hero lope lope." Ucap Rasel, sumpah  omongannya lebay bin alay.

"Masih aja rebutin Bagas?" Sari memutar bola mata malas.

"Yeee, sirik aja lo." Cibir Rasel.

"Nggak, ngapain sirik. Kan ada Bian, pacar gue!" ucap Sari bangga.

"Udah, ngapain pada ribut sih."  Selalu saja, Aprilia yang harus menengahi perdebatan kedua  sahabatnya itu.

"Eh, guys tahu gak? Ada yang baru jadian loh," ungkap Sari tiba tiba, yang langsung mendapat tatapan tajam dari Aprilia.

"Siapa?" tanya Rasel dan Lesta bersamaan, mereka juga termasuk dalam list ratu paling kepo di SMA Perwira.

"Siapa lagi, kalau bukan gadis sok cantik ini." Sari terkekeh, menyenggol lengan Aprilia yang tertunduk malu.

"Ciee, malu." Rasel menoel pipi Aprilia yang sudah memerah.

"Hem, ngomong-ngomong sama siapa?" tanya Lesta.

"Albi, murid baru sekaligus sahabat para most wanted sekolah kita, percaya gak?"

"What, seriusan lo?" kaget Rasel.

Sebuah pilihanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang