14. Hari Pertama Menjadi Suami Istri

61.8K 1.7K 88
                                        

Gerald mengucek matanya yang masih terasa lengket. Jam masih menunjukkan pukul lima. Tapi, bagi Gerald yang gila kerja dan menjunjung tinggi kedisplinan. Ia harus bangun. Karena tidak ada orang malas yang sukses kecuali nasib.


Leher Gerald terasa berat, seperti ada yang menindih. Setelah membuka matanya. Gerald menghel nafas. Ia lupa kalau kemarin sudah menikah. Di atas tubuhnya, Keyara sedang tertidur pulas. Tangan gadis itu melingari leher Gerald dengan erat. Gerald masih hidup saja sudah bersyukur. Dengan perlahan ia menyingkirkan tangan Keyara. Segera bergegas ke kamar mandi sebelum hal yang tak diinginkan terjadi.


Keyara mengucek matanya pelan. Teringat sesuatu ia langsung bangun. Matanya membulat sempurna melihat Gerald yang baru keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit pinggangnya.


"Wow sandarable!" ujar Keyara terkagum melihat perut kotak kotak Gerald. Gerald menaikkan sebelah alisnya.


"Mau pegang?" tanyanya menantang pada Keyara. Dengan cepat Keyara langsung berdiri menghampiri Gerald. Menyentuh lekukan roti sobek yang selama ini hanya bisa dilihat di drakor favorit nya. Gerald mendesis. Ini tidak sesuai bayangannya. Ia kira Keyara akan malu dan pergi. Tapi ini? Keyara terang terangan menunjukkan bahwa ia suka badan Gerald. Membuat sesuatu yang harusnya terdiam, malah bangkit.


"Cepat mandi sana! Setelah itu kita pindah ke apartemenku." titah Gerald yang membuta Keyara bersungut kesal.


"Kan aku belum puas lihatnya." rajuk Keyara.


"Nanti di apartemen." ujar Gerald menggelengkan kepalanya. Dalam hati ia mengasihani dirinya sendiri. Selamat mengasuh bayi besar, batinnya.


Sejak setengah jam yang lalu, Gerald dan keluarga istrinya duduk anteng di ruang makan. Sejak setengah jam yang lalu juga ia menanti kedatangan Keyara yang katanya cuma mandi sebentar.


"Maklumi Keyara ya nak, emang lama mandinya." ucap Regan yang menyadari ekspresi kesal Gerald.


"Ya, yah."


Selang beberapa saat, Keyara datang dengan wajah berseri seri. Ia seakan tak merasa bersalah membuat semua orang menunggu.


"Dek, kenapa baru turun? Kamu ngapain aja dengan dia?" cecar Kris saat Keyara sudah duduk di sampingnya. "Ini kenapa juga rambutnya basah. Kamu udah ngapa ngapain ya?" Keyara bengong mendengar omelan kakaknya. Apa maksudnya dengan ngapa ngapain? Kris sudah ingin mengamuk. Ia tidak rela adiknya di grepe grepe sama si garangan tua.


"Kris!, duduk!" titah Regan menatap tajam putranya yang sering membuat ulah.


"Awas aja lo anu anuin adek gua!" bisik Kris pada Gerald. Gerald hanya diam. Enggan menanggapi. Lihat saja nanti di apartemen. Ia akan menyerang Keyara langsung.


"Ara, siapkan nasi di piring suamimu!" perintah Mika saat Keyara malah menyendok nasi untuk dirinya sendiri.


"Kan kak Gerald bisa ambil sendiri." bantah Keyara bingung.


Possesive HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang