Sebelas ; A Cooky Key Chain🐰

4.2K 550 29
                                        

"Mau kemana?" Lucas memandang aneh kakaknya yang tidak biasanya akan berdandan cantik ketika ingin pergi ke suatu tempat.

Rose adalah tipe perempuan yang malas memperhatikan penampilan, kalau cantik ya alhamdulillah kalau tidak pun ia akan tetap bersyukur dengan apa yang diberikan tuhan padanya.

Tidak seperti kebanyakan perempuan yang menghalalkan segala cara untuk tampil cantik. Bagi Rose adalah kecantikan hati seorang perempuan lah yang terpenting. Cantik fisik merupakan nilai bonus menurutnya.

Tidak usah muluk-muluk, ia percaya lelaki yang mencintai seorang perempuan tanpa memandang fisik adalah laki-laki yang tulus dan apa adanya. Dan dia selalu berdoa agar mendapatkan laki-laki seperti itu.

"Tumben dandan, cie mau ketemu cowok ya lo." Rose mendelik tajam, berusaha untuk menahan amarah nya yang setiap kali bertemu Lucas seperti akan meledak, ingin sekali ia mencakar wajah mulus sang adik.

Lucas bangkit dari duduk nya dan mendekat ke arah Rose, Rose yang melihat itu sudah lebih dulu mengantisipasi akan berbuat apa si bocah ingusan ini.

"Hayo jawab, lo udah punya pacar ya?" Lucas berujar sembari menampilkan wajah yang ughhh membuat Rose ingin muntah ditempat saja rasanya.

Kira kira seperti ini lah 🌚 ekspresi Lucas.

Ambiguous.

"Awas ah Cas, gue lagi males ngeladenin lo." Rose mendorong tubuh besar Lucas yang menghalangi nya.

Karena tenaga Rose yang cukup besar, akibatnya pemuda itu kehilangan keseimbangan nya dan hampir saja terjatuh jika tidak memegang lemari yang berisikan benda-benda antik sang mama.

"Anjir!" umpat Lucas, ingin sekali rasanya Lucas mengucapkan beberapa nama hewan jika saja tidak mengingat betapa garang nya wajah sang mama ketika mendengar nya mengucapkan kata-kata itu.

Rose pun duduk di salah satu sofa, ia juga sudah menguap beberapa kali, sebenarnya Rose sangat malas untuk keluar rumah. Tapi karena sudah janji dengan Jungkook ia harus menahan rasa kantuk nya untuk beberapa jam ke depan.

Gadis itu duduk di depan tv, tidak menonton hanya saja pandangan nya fokus ke depan tv. "Kak." panggil Lucas.

Rose menoleh, masih saja bocah ini mengganggu nya. Padahal tadi baru saja didorong, memang tak ada kapoknya.

"Hm?" Rose membalas seadanya malas sekali untuk membalas ucapan Lucas yang ujung-ujungnya tidak berfaedah.

"Mau jalan sama siapa sih? kok ga ngomong-ngomong sama gue kalo udah punya cowok." Lucas berkata seperti itu sambil menunjukkan wajah yang seolah-olah kecewa. Ew menjijikan.

Rose menghela nafas nya kasar, sudahlah tidak akan ada habis nya jika ia tetap diam tak menjawab pertanyaan Lucas. Ia akan terus bertanya hingga akhirnya Rose muak dan stress yang mengakibatkan konslet di otak nya ketika mendengar pertanyaan Lucas yang terus menerus berulang.

"Gue gapunya cowok cas, puas?" ya gimana ya Lucas itu tak mudah percayaaan. Ia tidak gampang percaya akan suatu hal, sebelum ia sendiri yang memastikan.

"Udah lah kalo ga percaya, males gue ngomong sama lo." Rose mengambil dan memainkan ponsel nya untuk menghilangkan rasa kantuk nya.

Lucas menggidikkan bahu nya, toh nanti juga laki-laki yang menjemput kakaknya akan kesini.

Tak lama dari itu, terdengar suara seseorang dari luar rumah. Lucas segera bangkit, lalu membuka pintu selebar-lebar mungkin. Semacam excited?

Ini yang mau pergi dia atau Rose?

Entah lah yang penting lucas bahagia, kasian juga melihat bocah jomblo itu bersedih hati terus. Hitung-hitung beramal membuat seseorang bahagia.

𝑼𝒏𝒕𝒊𝒍 𝑷𝒆𝒐𝒑𝒍𝒆 𝑺𝒆𝒆 [✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang