2.Keluarga Azfar

2.6K 102 0
                                        

Terlihat seorang gadis sedang bersenandung dengan sholawat menuju ruang tv dirumah megah nan mewah itu,tembok yang berfominan berwarnya gold berpadu dengan putih yang terkesan elegan dengan sebuah pilar-pilar besar disekelilingnya

Dia pun duduk manis disebuah sofa sambil memangku bantal lalu menyalakan tv nya

Braak!

Gadis itu tersentak kaget mendengar suara gaduh dari ruang keluarga perlahan gadis itu berjalan menuju ruang keluarga matanya membulat ketika melihat sang kaka ditonjok ayahnya

Buuk!

Kakanya tersungkur terlihat pelipis sang kaka yang membiru bagai buah anggur

"Kakaaaa!" katanya berlari menghampiri sang kakak

Sebelum sampai pada sang kaka untuk membangunkan.

Ayah nya menarik tangan gadis itu dengan kasar "Ngapain kamu disini! Masuk kamar!"

Gadis itu tersentak dengan mata berkaca-kaca "Kenapa ayah lakuin ini sama ka Rayhaan?"

Azfar menatap putrinya dengan tatapan tajam "Bukan urusan kamu!" bentaknya

Membuat gadis itu termundur
"Semua masalah bisa diselesaikan dengan baik-baik yah"

"AYAH BILANG INI BUKAN URUSAN KAMU ZAINA!"

Zaina terisak atas bentakan sang ayah dan mengeluarkan air matanya "Ayah jahat,harusnya ayah gak nyakitin anak sendiri"

Plaaak!

Tamparan keras didapatkan Zaina hingga tubuhnya terjatuh Rayhaan menghampiri adiknya dan memeluk sang adik yang sudah menangis

"AYAH!" bentak nya

"INI AKIBATNYA JIKA TIDAK MENURUTI KATA AYAH!" katanya berlalu pergi

Rayhaan menatap adiknya yang sudah mengangis terisak melihat sudut bibir sang adik yang sudah berdarah dia membawa sang adik kekamar lalu mengambil P3K

Dia mulai meneteskan obat merah pada kapas ditangan dan menempelkannya pada sudut bibir Zaina yang sedikit mengeluarkan darah

Zaina mendongakkan kepala "kenapa ayah marah sama kaka?"

Dia tersenyum "cuma salah faham aja" katanya lalu membereskan kotak P3K nya

Dia berdiri "Sekarang kamu tidur yah,ini sudah malam" kata nya lembut membaringkan tubuh adiknya lalu menarik selimutnya dan berjalan keluar tak lupa dia mematikan lampu

*esok pagi...*
Diruang makan yang megah itu terlihat seorang gadis hanya menatap roti didepan meja tanpa berniat untuk memakannya

"Kok gak dimakan?" tanya Arsyad yang baru datang

"Zaina enggak lapar ka"

Dia tersenyum duduk disamping adiknya lalu menoleh "Lain kali kalau ayah lagi berantem sama Rayhaan kamu tidak perlu ikut campur Na, mereka bisa selesaikan masalahnya sendiri"

Zaina menoleh "tapi aku kasihan sama kak Rayhaan yang dipukul sama ayah"

Lagi-lagi dia tersenyum "Na, kamu kan tau bagaimana sifat ayah"

Zaina menunduk "sejak Bunda meninggal ayah jadi kasar" lirihnya namun suaranya masih dapat didengar Arsyad

Arsyad mengelus kepala sang adik kesayangannya "Bunda sudah bahagia disana jangan di libatkan lagi mending do'a in Bunda"

*Azfar Univercity*

Zaina tampak mendudukan diri ditaman kampus seorang diri sambil membaca buku novelnya

Cintanya 3ATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang