Hari kedua UN saat ini Aban sengaja datang agak tambat dan meminta Azmi berangkat terlebih dulu dengan alasan mencari kaos kaki nya
"Loh ko bisa kaka lupa biasanya ka Aban paling rapih" kata Azmi duduk didepan pintu kamar sambil mengikat tali sepatunya
"Namanya juga manusia suka lupa" jawab Aban sambil membuka lemari nya
"Trus Azmi berangkat sendiri gituh?" tanya nya
"Iya dari pada kamu telat" kata Aban
Azmi yang telah selesai mengikat tali sepatu nya ingin masuk kekamar untuk membantu Aban mencari kaos kaki nya
"Eeeee kamu mau kemana?" kata Aban menahan langkah Azmi
"Bantu in cari kaos kaki lah" kata Azmi berjalan santai
"Astaghfirullah kan udah pake sepatu nanti kotor lantainya mi" kata Aban
"Udah terlanjur ka, lagian dari pada ka Aban telat berangkat nya udah lagi UN bisa ribet urusannya kalau ketauan kh.hafidz" kata Azmi panjang lebar sambil melihat ke atas lemari
"Sekarepmu lah" kata Aban
"Nih dia!" kata Azmi yang mendapati kaos kaki Aban di bawah bantal nya
"Yah ketemu" lirih Aban
"Ko ngeluh bukannya bersyukur" kata Azmi mengomentari biasa kuping nya Azmi emang tajem kaya silet
"Siapa yang ngeluh, kamu salah denger" jawab Aban mengambil kaos kaki ditangan Azmi
"Ih enggak Azmi denger jelas ya kak aban ngomong apa kuping azmi masih normal loh ka" kata Azmi
"Udah ayo berangkat" kata Aban berdiri hendak keluar kamar
"Kak!" panggil Azmi
Langkah Aban terhenti "Apa"
"Gak mau pake sepatu nya?" kata Azmi
Aban melihat kakinya yang ternyata belum memakai sepatu hanya kaos kaki
"Iya lupa" kata Aban
Ini semua karna Azmi rencana aban dateng agak telat jadi gak terlaksana alasan dia mau datang agak telat karna Aban tau Nindya slalu datang pagi sama seperti nya maka dari itu dia menghindari Nindya dengan datang lambat tapi ternyata gagal
******
Dikelas Aban
"Ban!" panggil Wahyu yang baru sampai
Nindya diam-diam melirik Aban
"Wa alaikum salam"
"Hehe maaf gue lupa elah" kata Wahyu yang berdiri didepan meja Aban
"Kenapa" tanya Aban
"Lancar?" tanya Wahyu
"Lancar apanya?" tanya balik Aban
"PDKT nya sama Nindya" kata Wahyu meledek Aban
"PDKT islam tuh Ta'aruf" kata Aban
"Oooo jadi lo mau ta'arufin Nindya? Anjay lah gercep amat UN aja belom kelar" kata Wahyu
"Siapa yang bilang mau ta'aruffin Nindya?" kata Aban
"Emang lo gak bilang, tapi gue tau sendiri" kata Wahyu pede dan berjalan santai keluar kelas Aban hanya menggelengkan kepalanya
"Ban kamu tau arti rumus ini?" tanya Nindya menyodorkan buku tulis Fisika nya
"Enggak" jawab Aban singkat
"Kalau ini?" tanya Nindya lagi
"Enggak" jawab Aban
"Masa sih kan kamu pinter masa gak tau" kata Nindya
Hening tak ada jawaban dari Aban dia sedari tadi hanya sibuk membaca buku nya
"Ba-"
Omongan Nindya terputus karna Aban bangkit lalu berjalan keluar kelas
"Cuek amat sii" kata Nindya kesal sendiri dia menarik nafas "semangat Nindya cinta itu butuh perjuangan" kata nya lagi menyemangati diri
Disisi lain Adit yang mendengar perkataan Nindya dari jendela depan kelas hanya terdiam
"Gue udah tebak dari awal kalau lo suka sama Aban" lirih Adit dan segera pergi
******
"Ban" panggil Chandra
"Apa" jawab Aban
"Lo kenapa sih belajar diruangan kita, emang di ruangan kenapa dah" kata Chandra
"Gapapa" jawab Aban
"karna ada Nindya kan" kata Fadil
"So tau luuuu" kata Chandra menoyor kepala Fadil
"Lah emang tau" kata Fadil
"Bukan, cuma mau ngelindungin dia dari dosa" kata Aban
"Dosa apaan? Emang lo mau ngapain sama Nindya mau ena-ena" kata Fadil
"Dongo lu" kata Chandra menjitak fadil
"Dosa karna zina mata" kata Aban
"Emang Nindya ngelirik lo? Padahal gantengan juga gue" kata Fadil kepedean
"Sekarepmu dil" kata Chandra
"Ya gak tau intinya mencegah dulu aja sebelum terjadi" jawab Aban padahal Aban memang tau Nindya meliriknya diam-diam makanya Aban pindah ruangan buat belajar
KAMU SEDANG MEMBACA
Cintanya 3A
AdventureLanjuttan persahabattan 3A tapi ini kisah cinta mereka Kisah Ahkam yang rumit, Aban yang Taat agama dan Azmi yang saling usil dipertemukan dengan seseorang yang akan masuk dalam kisah kehidupan 3A siapa aja mereka?? Next scroll terus
