☾ twentynine : boys talk

566 104 35
                                        

━━━━━━━━

━━━━━━━━

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

━━━━━━━━

"ki, lo sama nana udah temenan berapa lama si?"

sekarang, riki and the geng lagi nongkrong di cafe ekswan, tanpa junia dan nana. katanya sih boys time.

riki yang lagi menyeruput capuccino nya langsung mengangkat alis. "kenapa emang?"

"ya nanya ajeeeeeee" kata matthew.

"oooo kirain mau gebet nana," riki ketawa. "gue sama dia udah kenal dari SD, dulu tetanggaan. keluarga juga deket"

ke-empat temannya manggut-manggut denger penjelasan riki.

"terus lo berdua gak pernah saling suka gitu?" tanya jordan.

riki ketawa miris. "sampe sekarang gue suka malah,"

jawaban riki bikin temen-temennya kaget.

"—dulu kita pernah saling jujur kalo kita sama-sama suka, gue nembak dia tapi dia tolak, katanya kalo pacaran terus putus nanti gak temenan lagi..."

"...cuma gue tetep galau, gimana ya, udah demen malah kejebak friendzone" lanjutnya lagi.

bagas nepok-nepok punggung riki, "sabar ya bro. ujian hidup"

riki langsung ketawa kecil. "bisa aja lo njing"

"HAHAHAHAHAHA"

curhatan dari riki diakhiri oleh suara ketawa sekumpulan cowo itu, padahal temennya lagi sedih.

"ohiya— terus lo gimana, van?"

evan ngernyitin keningnya, "gue apaan?"

"lo suka sama junia kan?"

pertanyaan dari matthew bikin evan diem.

matthew berdecak, "malah diem lo, jawab dih"

"..."

"van?"

"..."

"gak kesurupan kan lo?"

"...gue rasa iya"

"beneran kesurupan????"

jordan mukul pelan kepala belakang matthew. "goblok lo, maksudnya iya beneran suka!"

"oalahㅡTUHKAN!" pekik matthew. "gue bilang apa! kelakuan lo mah udah keliatan anjay!"

jordan ngangguk menyetujui sambil senyum, "gue juga mikir gitu mat"

setelah itu matthew dan jordan ber-tos-an ala gaya mereka.

sedangkan bagas natap tajam ke arah evan terus dia mendengus pelan, "kenapa bisa suka?" tanyanya tiba-tiba.

evan senyum sendiri. "dia lucu, dari awal pindah, dia selalu bikin gue pengen ngeliat dia terus. lagipula— suka gak butuh alasan detail kan?" tuturnya.

matthew sama jordan menunjukkan muka jijik. "ternyata memang bucin..." ucap mereka berbarengan.

"jadi sekarang lo lagi tahap pendekatan?"

evan cuma angkat bahu sambil nyengir-nyengir gak jelas denger pertanyaan jordan.

bagas bangkit dari duduknya terus nyeruput americano dia sampe abis. "gue pulang duluan ya, nyokap kangen katanya"

"LAH KALO GITU GUE IKUT! NEBENG COY!" matthew langsung nyelempangin tas nya. "duluan ayang ayang ku!!!"

"hati-hati gas, mat!" teriak riki dan dibales lambaian sama bagas.

riki beralih menatap jordan yang lagi masang muka panik ngeliat handphone nya.

"jor? napa si?"

jordan dongak, "duh gue lupa hari ini bokap gue ngajak ke pengajian yaAllah. pulang duluan dah. assalamualaikum!"

"wa'alaikumsalam. hati-hati coy!"

sekarang, tinggal riki sama evan yang belom pulang.

"van," panggil riki.

"ha?" jawab evan tanpa noleh. 

"mau nanya dah"

"ya nanya sini"

riki diem bentar mencoba menimang-nimang pertanyaan yang dia bakal tanyain.

"...waktu itu junia confess sama lo ya?"

evan langsung nengok denger pertanyaan riki, muka nya juga keliatan kaget gitu. soalnya dia kan beneran janji gak ngasih tau siapa-siapa soal confess itu tapi kok riki bisa tau?

"santai van, gak bocor kok gue" lanjut riki.

"kok lo tau?" tanya evan.

"sebelum confess tuh si junia nanya nanya ke gue dulu tentang lo"

evan mengalihkan pandangannya ke arah lain karena merasa malu, ya gimana ya rasanya terciduk sama temen sendiri kan.

"santai aja si yaelah," riki nepok-nepok punggung evan. "terus lo jawab apaan?"

evan sedikit nunduk, "gue gak bales apa-apa" jawabnya.

"LAH SERIUSAN????"

pekikan riki bikin evan terlonjak, alhasil riki kena tabokan dari evan.

"mulut lo bacot amat"

riki ngusap tengkuknya, "ya maap— lagian kok lo gak jawab? jadi maksudnya lo gantungin gitu? cewe gak suka digantungin, van" tuturnya.

"bukan maksud gue ngegantungin dia ki, ya lo tau kan...."

evan menggantung omongannya dan riki menatapnya penasaran.

"tau apaan?"

evan mendongak natap langit lalu menghela nafas nya panjang. "kita beda, ki" lirihnya.

"van, jodoh gak ada yang tau. jalanin aja dulu si?"

"lo gak tau gimana rasanya, bro"

ucapan evan bikin riki terdiam.

"dan lebih parahnya... mika dateng"

riki ngangkat sebelah alisnya, "mika?"
































"iya, mantan gue."

Different ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang