Kantor, 10 AM.
Seperti biasa, kelar ngedit kita review di ruang meeting. Semuanya dikumpulin jadi satu dan ngeliat apa yang kurang dan harus revisi lagi. Begitulah budaya team gue.
"Oke, guys. Sebagai pengganti Mas Hendra, gue putuskan bahwa project ini selesai." Kata gue. Semuanya bersorak sorai dengan senang. Jyakh. Seneng dah lo semuanya.
"Finally, bisa leha-leha di kantor." Kata Geby.
"Kita hari ini pulang cepet dong?" Tanya Fadil.
"Iya boleh." Kata gue.
"Dil, hw lah." Ajak Kevin. Kebiasaan.
"Lo kan udah janji mau i-" Kata Indira.
"Sssstttt." Fadil langsung nutup mulut Indira.
"Ohhhh ada yang ehem ehem nih?!" Ledekan maut oleh Geby.
"Pantesan kalo gue ajak kemana pasti si Fadil ngeles mulu." Kata Kevin.
Indira salah tingkah. Pipinya blushing wkwkwk.
"Ada aja yang cinlok. Yaudah meeting gue bubarin. Abis ini kita free sampe ada kerjaan lagi." Kata gue.
Kelar meeting gue lebih memilih untuk leha-leha di ruang santai kantor. Ada bean bag gitu. Gemes. Bener-bener asik nih kantor. Geby dan Indira nyusul gue di sini.
Seperti layaknya wanita-wanita lain, kalo kita udah ngumpul pasti ada aja yang diomongin.
"Tan, lo gak mau keluar sama Andri?" Tanya Indira.
"Enggak. Gue lagi itu..."
"Ih kan masih dua minggu lagi. Cepet banget dipingitnya." Indira... Indira.
"Bukan dipingit. Tapi lagi ada masalah aja."
"Masalah apaan?"
"Gue denger Andri ngomong sama Tia soal pernikahan gue sama Andri. Andri bilang dia dipaksa nikahin gue supaya dia dapet uang dari papanya. Dan lo tau uang itu untuk apa? Bikin iklan dari team kita." Kata gue berapi-api.
"Demi apa sih? Dia gak tulus sama lo gitu?" Tanya Geby.
"Tunggu... tapi kan dia ngelamar lo setelah projectnya selesai?" Kata Indira.
"Eh iya, Tan. Bener juga kata Indira. Harusnya sebelum bikin iklan."
"Sebelumnya emang Andri sama orang tuanya ke rumah gue ngomongin masalah perjodohan. Tapi Andri masih sama Tia." Jelas gue.
"Terus dia ngelamar lo beneran setelah putus dari Tia?" Tanya Geby.
"Iya." Jawab gue.
"Berarti dia mau nikah sama lo bukan karena itu, Tan. Dia beneran ada rasa sama lo." Kata Indira.
Terjadi keheningan diantara kita bertiga selama 10 menit.
"Oh iya mumpung inget. Beberapa hari yang lalu gue liat Tia di coffeeshop." Kata Geby.
"Ngapain dia?" Gue kenapa kepo ya.
"Dia sama cowok yang pernah ribut sama Andri di depan studionya Mas Hendra itu."
"Jangan-jangan itu pacarnya?!" Indira selalu muncul dengan kata-kata yang janggal.
"Bisa jadi!!! Seharusnya waktu gue ngelerai dia megangin Andri dong? Tapi dia malah berpihak ke cowok itu." Kata gue.
"Nah terus nih waktu di coffeeshop itu, gue liat ada orang dateng ke meja Tia sama cowok itu. Gue liat dia pake id card merk frozen foodnya Andri."

KAMU SEDANG MEMBACA
Andri & Tania [SELESAI]
RomanceGak nyangka beneran kalo Andri bakal bilang kayak gitu. Gue mimpi gak sih?! -Natania Hadiani