Freya sudah menekan-nekan bel sejak setengah jam lalu, belum ada yang membuka pintu rumah bergaya modern minimalis ini. Ia melongokkan kepala melihat garasi rumah, terlihat kosong. Tak ada satu mobil pun yang terparkir di sana. Ia menekan bel lagi, dua kali, lalu dengan sabar ia menunggu seseorang membuka pintu besar rumah minimalis itu. Akhirnya pintu jati berpelitur cokelat terang itu terbuka.
Freya menarik napas lega. Ia sudah was-was saja kalau rumah ini tak ada penghuni sama sekali, padahal gerbang depannya tidak terkunci.
"Mbak Freya, kan?" sapa seseorang yang wajahnya tak asing lagi bagi Freya. Mbok Mi, asisten rumah tangga di sini.
"Iya, Mbok." Freya mengangguk demi kesopanan.
"Pangling sekali, makin cakep!" Mbok Mi membuka pintu itu lebar, wajahnya yang mulai berkerut—karena faktor usia—tersenyum lebar. Kepalanya dibalut jilbab instan warna toska yang sebatas dada, usia Mbok Mi ini memasuki lima puluh tahunan atau lebih, Freya tidak bisa menabak. "Masuk, Mbak," katanya ramah.
Freya mengikuti instruksi Mbok Mi yang membawanya ke arah dapur. Suasana rumah sepi, hanya ada Mbok Mi yang menyambut kedatangannya. ART lain yang bernama Nur sedang pergi berbelanja dengan sopir rumah, total ART di rumah ini ada dua. Oh iya, Gama sudah memberitahu Freya kalau kemungkinan keadaan rumah memang sepi karena semua orang sedang pergi, tak terkecuali si bungsu Amanda.
"Bu Marwa sedang ada urusan di luar, Mbak." Ujar Mbok Mi seperti bisa membaca pikiran Freya. "Katanya Mbak Freya suruh langsung saja buat masakan untuk makan malam keluarga."
Freya mengangguk, ia meletakkan tasnya di salah satu kursi meja makan, melepas blazer putihnya. Tak lupa ia mengikat rambutnya jadi satu. Ia memasang apron renda warna ungu ke tubuhnya yang kurus. Kurus karena baru naik dua kilo setelah banyak makan dan minum susu, sudah turun lagi karena jam tidurnya berantakan dan sering makan junk food. Dengan tinggi di atas 160 cm, seumur-umur Freya tidak pernah memiliki berat badan di atas 55 kilogram! Yah, ukuran bajunga saja hanya mandeg di-range XS-S.
Freya berjalan ke sudut setelah Mbok Mi menjelaskan tatanan dapur yang lumayan luas ini, ia membuka kulkas empat pintu, menyapu isinya dan mulai membuat daftar menu yang harus dia masak dalam waktu satu setengah jam. Pukul tujuh atau delapan biasanya keluarga Malik ini makan malam bersama, sebelumnya Freya sudah diperingatkan oleh Gama untuk menyelesaikan pekerjaannya sebelum jam delapan.
Ayam, kentang, wortel, jamur dan berbagai jenis buah—yang nyaris lengkap, seperti baru dikirim dari pasar buah.
Freya menutup pintu kulkas lagi. Sambil berjalan mengambil piranti masak di salah satu kabinet, otaknya mengabsen apa yang sempat dia lihat di dalam kulkas tadi. Tangannya sibuk memotong bawang dan bumbu lain lebih dulu.
Sup ayam kentang! Satu ide mendadak muncul.
Ia mulai memasak sup lebih dulu setelah mengecek stok nasi putih yang sudah masak. Dalam waktu singkat, jamur krispi dan oseng tahu hati pun jadi, cukup tiga menu saja ditambah kerupuk kulit dalam toples besar di sudut kitchen bar.
"Assalamualaikum!"
Freya sedang memotong buah-buahan saat ada sosok lain yang masuk ke area dapur. Ia membalas salam tersebut dengan wajah berseri, dilihatnya Marwa, perempuan itu mamakai jilbab merah hati dan setelan busana muslim yang anggun. Ia segera mencuci tangan dan mencium tangan Marwa. Tentu mereka sudah lumayan akrab, Freya selalu kemari saat H+3 lebaran kan.
"Gimana kabar kamu, Fre?" tanya Marwa ramah.
"Alhamdulillah baik, Tante. Kabar Tante gimana, sehat kan?" Freya tak kalah ramah.
"Sehat, alhamdulillah." Marwa tersenyum lembut pada Freya, satu-satunya teman perempuan Gama yang dia suka sampai detik ini adalah Freya. Kalau Dela, kadang sifatnya berlebihan dan memiliki kebiasaan buruk alias boros, konsumtif lah istilahnya. Marwa pikir sifat itu kurang baik tetapi anaknya justru keras kepala dan masih mempertahankan hubungannya dengan Dela. Tapi dengan Dela, Gama justru lebih bisa di-handle. Ya, masing-masing ada kekurangan dan kelebihannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Djournal Town (Done)
ChickLitFreya Terobsesi sekali dengan dunia menulis. Sudah jadi content writer tetap di Djournal Town, tetapi memiliki pekerjaan freelance & membuatnya sering dikejar deadline. Ia adalah gadis lincah, pintar memasak dan cantik! Gama Lawardi Sahabat baik Fre...
