♾
"Beauty is unbearable, drives us to despair, offering us for a minute the glimpse of an eternity that we should like to stretch out over the whole of time." ㅡAlbert Camus
♾
Kang Daniel dan Kang Seongwu, pasangan yang telah sah di mata agama bahkan berkas-berkas secara hukumpun telah mereka penuhi. Namun bagi keduanya hal itu tetap saja palsu.
Hampir berjalan satu tahun rencana mereka masih berjalan dengan mulus dan sempurna. Bahkan Minhyunpun tak mengetahui kebenaran di balik pernikahannya sahabat terdekatnya itu.
Tok tok tok
Daniel mengetuk pintu kamar Seongwu dengan tergesa sekian kali.
"Seongwu, kau belum bangun?"
Beberapa saat kemudian Seongwu yang ternyata telah mengenakan pakaian kerjanyapun membuka pintu.
"Ada apa? Apa ada kebakaran atau semacamnya?" Ejek Seongwu.
"Jisung hyung nanti malam akan kemari. Bersihkan kamarmu karena dia bisa saja memaksa tidur disini."
Seongwu yang awalnya tak acuhpun seketika membelalakkan matanya.
"Ah, sial. Oke aku masuk dulu."
Seongwu yang tahu sifat unik sepupu jauh suaminya itu segera merapikan kamarnya dan membuatnya seakan tak berpenghuni. Ia tahu, Jisung adalah tipe orang yang terlalu perhatian. Jika ia ingin, ia akan memeriksa semuanya dan menanyakan banyak hal sedetail mungkin.
Sembari membawa beberapa pakaian dan alat kecantikannya, dengan susah payah Seongwu membuka pintu kamar Daniel tanpa mengetuknya terlebih dahulu.
"Hey, jangan masuk semaumu!" Daniel yang ternyata sedang mengenakan celana kerjanya terkejut setengah mati.
Ia segera menarik resleting celananya dan mengambil kemeja untuk menutup bagian atasnya.
"Oh, kau belum pakai baju? Hah.. hah.. aku mau menaruh ini."
Sembari terengah-engah karena dipaksa bebersih sepagi ini Seongwu melewati Daniel dan meletakkan barang-barang miliknya.
"Setidaknya ketuk pintu dulu. Seenaknya sekali."
Daniel yang masih sebalpun terus mengomel.
"Iya-iya maaf, kau tadi juga lihat sendiri kan tanganku penuh. Lagipula aku belum melihat apapun."
"Belum? Jadi kau berharap melihatnya? Begitu?"
"Ya Tuhan, jangan terlalu percaya diri. Walaupun melihatnya aku tidak akan bereaksi apapun. Aku sudah punya."
Dengan wajah isengnya Seongwupun keluar dari kamar Daniel meninggalkan suaminya yang justru beralih memperhatikan tubuhnya kembali di depan cermin.
'Benarkah tubuh maskulinku ini tidak akan membuatnya tertarik?'
Tanpa alasan jelas Daniel tiba-tiba memikirkan ucapan Seongwu dan ia tiba-tiba melakukan peregangan sembari bercermin.
"Satu.. dua.. satu.. dua.."
"Astaga. Apa yang aku lakukan?"
Daniel merasa jijik sendiri melihat pantulan dirinya di cermin karena melakukan hal yang tidak perlu. Dengan segera iapun pergi setelah menyambar tas kerjanya.
"Bye bye suamiku."
Seongwu yang ternyata sudah menginjak gas mobilnya terlebih dahulu menurunkan kaca mobilnya dan melambaikan tangan pada Daniel dengan wajah isengnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Eternity ♾ OngNiel
FanfictionTidak ada keabadian di dunia ini. Yang kekal itu hanyalah perubahan. Dan sekarang aku telah berubah. Aku sudah mencintaimu. Besok aku juga akan berubah. Semakin mencintaimu. Warn : bxb mpreg mature content
