♾
"When one is in love, a cliff becomes a meadow." ㅡ Ethiopian Proverb
♾
"Sayang, enak?"
"Ng."
"Apa sudah pas seperti ini? Kau mau lagi?"
"Mm. Daniel, cepat. Aku tidak tahan."
Seongwu mengangguk sekian kali membuat Daniel terkekeh melihat sang suami yang begitu menggemaskan.
Dengan segera Daniel mengisi mangkuk kosong Seongwu dengan ramyun untuk kedua kalinya.
Iya, saat ini mereka sedang sarapan ramyun buatan Daniel yang masih menjadi makanan favorit Seongwu sampai sekarang.
"Hehe.. Terimakasih."
Keduanyapun mulai menyeruput kembali ramyun itu. Hari ini mereka memutuskan untuk menikmati hari libur berdua di rumah layaknya pasangan resmi pada umumnya. Dan hal pertama yang menjadi permintaan Seongwu ialah sarapan ramyun buatan Daniel.
"Ngomong-ngomong kau memanggilku apa tadi? Daniel?"
"Um. Ng." Jawab Seongwu seadanya sembari mengunyah makanan yang memenuhi mulutnya.
"Bukankah kita sudah sepakat kemarin? Kau harus memanggilku daddy. Aku juga ingin seperti pasangan lainnya, ck!"
"Tidak mau. Karena kita belum mempunyai anak aku akan menggunakan panggilan itu hanya disaat-saat tertentu saja."
"Maksudmu?"
"Ey, kau tahu maksudku." Seongwu tiba-tiba menatap Daniel sembari menaik-naikkan alisnya nakal.
Daniel tampak berpikir beberapa saat kemudian iapun menepuk dahinya. "Ah, astaga."
"Tidak masalah kan?"
"Baiklah, tidak masalah. Toh aku bisa mendengarnya setiap malam." Ucap Daniel dengan yakin.
"Ck, ck. Kau pikir kau sanggup melakukannya setiap malam?"
"Kau meragukanku?"
Namun Seongwu membalas pertanyaan Daniel hanya dengan mengedikkan bahunya membuat pria yang lebih kekar menjadi sebal.
"Baiklah, kita lihat saja nanti. Aku akan membuatmu kelelahan setiap malam mulai hari ini."
"Hm, aku tidak takut." Ejek Seongwu sembari memeletkan lidahnya.
Ting Tong Ting Tong
Suara bel rumah berbunyi sekian kali membuat keduanya otomatis menatap ke arah pintu secara bersamaan.
"Aku saja." Ucap Daniel dan bergegas membuka pintu rumahnya.
"Selamat pagi. Apa benar ini rumah Kang Daniel dan Kang Seongwu?"
Kedatangan pria asing sepagi ini membuat Daniel mengernyitkan alisnya.
"Benar, Anda siapa ya?"
"Ah, begini. Saya kemari membawakan dokumen ini. Sepertinya kalian meninggalkannya di cafe saya kemarin." Ucap pria tampan itu sembari menyerahkan dokumen perceraian yang Daniel tinggalkan tadi malam.
Daniel yang amat terkejutpun otomatis merebutnya dengan cepat.
"Ah, terimakasih."
"Daniel, siapa?"
Seongwu mendekati Daniel yang masih tampak berdiri di depan pintu tanpa mempersilakan tamunya masuk.
"Oh, Chanyeol hyung?" Seongwu tampak membulatkan matanya begitu melihat tamu tak diundangnya adalah seseorang yang ia kenal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Eternity ♾ OngNiel
FanfictionTidak ada keabadian di dunia ini. Yang kekal itu hanyalah perubahan. Dan sekarang aku telah berubah. Aku sudah mencintaimu. Besok aku juga akan berubah. Semakin mencintaimu. Warn : bxb mpreg mature content
