♾
"Things do not change; we change." ㅡ Henry david thoreau, Walden
♾
Ddrrtttt dddrrrttt ddrrrtttt
Seongwu yang baru saja hendak merebahkan dirinya meraih ponsel yang ia letakkan di atas nakas sebelah ranjangnya.
"Ibu!"
Seketika pria kurus itu panik menerima panggilan video dari ibu mertuanya selarut ini. Dengan cepat iapun berlari ke kamar Daniel.
"Daniieell!"
"Iya? Astaga apa kau tidak bisa mengetuk pintu dulu?" Daniel yang baru saja hendak mengenakan piyamanya mempercepat gerakan tangannya karena terkejut.
"Tidak bisa. Daniel cepat kemari!"
Seongwu segera merebahkan dirinya di sebelah ranjang Daniel dan menepuk tempat di sebelahnya. Pria yang lebih kekarpun menaikkan alisnya bingung.
Seongwu kemudian memperlihatkan layar ponselnya ke arah Daniel dan sukses membuat Daniel turut gelagapan.
"Astaga. Kenapa ibu melakukan video call selarut ini."
Dengan cepat Daniel merebahkan tubuhnya di sebelah Seongwu seakan mereka berdua sedang bersiap untuk tidur.
"Sudah. Angkat sekarang." Perintah Daniel.
'Sayang, kau sudah tidur?'
"Belum bu. Maaf aku baru lihat ponselku."
'Iya sayang, tidak apa-apa.'
"Halo ibu.." Sapa Daniel setelah berusaha menunjukkan wajahnya di layar ponsel itu.
'Iya sayang, kau juga belum tidur?'
"Iya bu. Aku tadi sedang bercerita dengan Seongwu, hehe."
'Ya ampun, kalian menggemaskan sekali seperti baru menikah kemarin saja.'
"Iya kan? Aku dan Seongwu sangat akur. Hehe. Kenapa ibu menelepon malam-malam seperti ini?" Tanya Daniel.
'Begini sayang, akhir pekan ini kakekmu ulang tahun. Kau tidak lupa kan? Kita akan merayakannya di villa milik ayahnya Jisung.'
"Iya bu, tentu saja aku ingat." Jawab Daniel lagas.
"Benarkah bu?" Tanya Seongwu antusias hingga matanya berbinar.
'Iya. Jangan lupa datang ya. Tidak usah menyiapkan apapun, kehadiran kalian pasti sudah membuat kakekmu senang.'
Setelah berbincang hingga 30 menit akhirnya sang ibu mertuapun menurup teleponnya.
"Kenapa kau senang sekali?" Tanya Daniel.
"Tentu saja senang. Aku ingin bertemu kakek. Awas."
Seongwu bangkit dan menjauhkan lengan Daniel yang ia gunakan sebagai bantal selama melakukan panggilan video tadi.
Tanpa bicara lebih lanjut Seongwu meninggalkan Daniel yang masih merebahkan dirinya.
Diam-diam Daniel memeriksa lengannya setelah menahan rasa sakit sedari tadi karena Seongwu menekannya terlalu lama tanpa posisi nyaman. Iapun kemudian memijatnya pelan sembari tersenyum.
"Kepala anak itu berat juga."
♾
"Selamat ulang tahun.."
KAMU SEDANG MEMBACA
Eternity ♾ OngNiel
Fiksi PenggemarTidak ada keabadian di dunia ini. Yang kekal itu hanyalah perubahan. Dan sekarang aku telah berubah. Aku sudah mencintaimu. Besok aku juga akan berubah. Semakin mencintaimu. Warn : bxb mpreg mature content
