♾ 16

1K 156 175
                                        



"Only enemies speak the truth; friends and lovers lie endlessly, caught in the web of duty." Stephen King





Seongwu menenteng tas kerjanya sembari menguap sekian kali merasa begitu lelah. Hari ini ia pulang cukup terlambat, tapi ia kebingungan begitu mendapati rumahnya masih gelap gulita.

"Apa Daniel belum pulang?" Gumamnya.

Pria kurus itu kemudian berjalan ke kamar untuk membasuh dirinya. Entah kenapa setelah itu ia terus saja menoleh jam dindingnya merasa Daniel tidak muncul-muncul juga padahal ia cukup lama menyelesaikan urusannya di kamar mandi.

"Sebenarnya kemana dia?" Gumamnya lagi sembari memandang jam dinding di kamarnya.

Namun ia segera menggelengkan kepalanya. "Hah.. untuk apa aku mengkhawatirkan dia."

Seongwu kemudian duduk di sofa ruang tamu sembari menghidupkan televisi. Gerak-geriknya tampak begitu tak tenang. Ia terus mengganti-ganti channel televisi dan mengambil beberapa makanan padahal ia tak ingin sama sekali.

"Apa ini? Sepertinya makin larut kenapa dia belum datang juga?"

"Ya Tuhan, kenapa aku seperti ini."

Seongwu menghembuskan nafasnya panjang merasa telah bertindak berlebihan. Pria kurus itu tak tahu saja kalau sebelumnya ia lebih sering membuat Daniel menunggu semalaman seperti ini.

Seongwu kemudian merebahkan dirinya di sofa sembari memainkan ponselnya. Ia merasa bosan. Bahkan setelah melakukan pencarian berbagai hal tak dapat menyemangati hatinya.

"ARGGHH AKU TIDAK TAHAN LAGI!"

Seongwu kesal. Iya. Dia kesal. Ia berusaha meyakinkan dirinya bahwa ia sama sekali tak mengkhawatirkan Daniel.

Tetapi tidak. Ia amat khawatir. Ia ingin mengetahui Daniel sebenarnya kemana hingga belum kembali selarut ini. Ia kesal dan merasa ingin marah namun tentu saja kondisi yang sebenarnya membuat dirinya tak bisa melakukan apapun.

"DANIEL AKU BENCI PADAMU! AKH." Seongwu yang sebal akhirnya menendang pintu kamar Daniel hingga meringis kesakitan.

Sembari mendengus iapun memilih kembali ke kamarnya meninggalkan ruang tamu yang masih berantakan. Ia kembali memainkan ponselnya dan sama seperti yang Daniel rasakan, ia mendapati pesan suaminya itu hampir tenggelam di antara pesan-pesan yang ada.

"Hah.. apa ini? Aku dan dia terakhir bertukar pesan satu bulan yang lalu?" Seongwu menghembuskan nafasnya panjang.

"Haruskah aku bertanya ia kemana? Ah tidak tidak. Itu tak seperti diriku." Seongwu segera menggeleng-gelengkan kepalanya.

Ia kemudian meletakkan ponselnya sembari merentangkan kedua tangan berusaha menyadarkan dirinya. Namun baru saja tenang beberapa saat, Seongwu yang tak tahan lagi akhirnya duduk dan menyambar kembali ponselnya.

"Selama ini hanya dia yang menghubungiku duluan itupun untuk marah-marah. Aku juga bisa." Gumamnya sebal.

Iapun kemudian mulai mengetik sesuatu.


_

Kang Daniel

Dimana?

_


"Ah, tidak tidak. Ini tidak bagus." Seongwu kemudian menghapus pesan itu lagi dan mencoba mengetik yang lain.


Eternity ♾ OngNielCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang