♾
"Peace cannot be kept by force; it can only be achieved by understanding." ㅡ Albert Einstein
♾
Triiingggg Ttrriingg
Dddrrrttt Ddrrrttt
Trrriiingg Ttrriiinnggg
Suara alarm yang sebenarnya telah berbunyi sekian kali akhirnya berhasil membangunkan seorang pria kurus dari tidur lelapnya. Dengan kesadaran yang belum terkumpul sepenuhnya pria kurus itu berniat memijit kepalanya yang masih terasa pusing.
"Ng?" Pria itu menggumam merasa tangannya tertahan oleh sesuatu.
Iapun terdiam beberapa saat berusaha menyadarkan dirinya terlebih dahulu.
'Ngomong-ngomong.. kenapa nada alarmku berubah ya?' Bathinnya.
Perlahan pria itupun membuka mata dan..
"AAARRGGHHHHHHH....!!!!!!!"
Seongwu yang akhirnya menyadari tangannya tertahan oleh lengan pria kekar di sebelahnya memekik dan berusaha mendorong sekuat tenaga.
Daniel yang masih mengantuk berusaha membuka matanya pelan namun pukulan bantal pada wajahnya berhasil membuat matanya terbuka sempurna.
"Aw! Tunggu.."
"DASAR MESUMMM!!!"
Puk
Puk
Seongwu yang masih berbagi selimut dengan Daniel memukul pria yang lebih kekar dengan bantalnya sekian kali.
Daniel yang masih bingung mendudukkan dirinya dan berusaha menahan pukulan tersebut.
"Tunggu.. kenapa kau terus memukulku?"
"Kau mesum sekali. Lihat apa yang telah kau lakukan, hah!"
Daniel yang berusaha memahami perkataan Seongwu mulai memperhatikan sekitarnya dan mendapati kondisinya yang masih sama sekali tak dapat ia mengerti. Iya, dia sedang bingung melihat dirinya berbagi selimut dengan Seongwu begitu membuka matanya.
Dengan ragu ia mengintip ke bawah selimut dan mendapati dirinya yang..
"Kenapa.. aku.. telanjang?" Gumamnya bingung.
Seongwu semakin kesal dan pukulannyapun semakin kuat. Namun semakin ia menggerakkan dirinya semakin ia merasakan aneh pada bagian bawahnya.
"Ahss.."
'Perih..'
Seongwu semakin yakin akan yang terjadi pada dirinya. Sembari mendelikkan matanya ia kembali memberikan pukulan bantal yang membombardir.
"Gila! Daniel kau gila! Hu.."
"Tunggu, tapi aku juga tidak tahu.. aw-"
Daniel berusaha memberikan penjelasan namun pria kurus yang masih shock tersebut tetap sibuk menyalurkan emosinya.
"Jangan seperti ini, argh!" Daniel yang tak tahan akhirnya merebut bantal itu dan melemparnya jauh ke lantai.
"Tunggu, Seongwu. Tenang dulu kita bicarakan baik-baik."
"Baik-baik apa? Kau dan aku.. hua.. Apa yang kita lakukan!" Seongwu menangis antara kesal dan masih tak percaya akan keadaannya sekarang.
"Aku juga tidak ingat kejadiannya, mungkin saja kita hanya kepanasan-"
KAMU SEDANG MEMBACA
Eternity ♾ OngNiel
FanfictionTidak ada keabadian di dunia ini. Yang kekal itu hanyalah perubahan. Dan sekarang aku telah berubah. Aku sudah mencintaimu. Besok aku juga akan berubah. Semakin mencintaimu. Warn : bxb mpreg mature content
