♾ 3

1.1K 163 65
                                        

"Eternity is a mere moment, just long enough for a joke."
Hermann Hesse





"Sampai~"

Begitu memasuki halaman rumah Minhyun sang tuan rumah segera memarkirkan mobilnya dengan rapi. Seongwu yang sedang berada dalam mood yang kurang bagus segera menekan password rumah Minhyun seakan ialah pemiliknya. Dengan malas ia menjatuhkan dirinya di sofa besar yang ada di ruang tamu.

Ini memang sudah sering terjadi. Ketika Seongwu merasa jengkel, sahabatnya itu akan menghiburnya dengan membuatkan ramyun dan membiarkan sang tamu bersantai ria di dalam rumahnya hingga puas.

"Aku tunggu disini."

"Iyaa, tuaan." Minhyun yang telah masuk ke dalam rumah mengusak rambut Seongwu sekilas dan segera menuju dapurnya.

Seongwu merentangkan tangan dan kakinya seakan berusaha mengembalikan moodnya dan iapun memeluk bantal sofa yang berwarna biru laut disana.

Dari ruang tamu dapat Seongwu lihat Minhyun yang telah mengenakan apronnya sedang menyiapkan kimchi yang ia stok di dalam lemari es. Sudah sekian kali Seongwu kemari tapi masih saja terasa menakjubkan baginya.

"Minhyun, rumahmu bersih sekali. Entah kenapa aku merasa senang setiap kali kemari."

"Kau senang disini? Kalau begitu tinggal saja bersamaku, itu mudah."

Minhyun yang sedang mengaduk ramyunnya terkekeh dan menoleh Seongwu sekilas.

"Cih, gila." Sahut Seongwu sembari memainkan remote tv si tuan rumah untuk mencari saluran yang dapat menyenangkan hatinya.

Dengan serius Minhyun membuat hidangan itu hingga tertata rapi dan siap disantap oleh sang tamu.

"Hm.. Minhyun, kau benar-benar bisa diandalkan." Seongwu menyeruput ramyunnya dengan lahap hingga kuahnya menetes mengenai wajahnya.

"Astaga, lihat dirimu masih saja seperti anak kecil."

Minhyun menggelengkan kepalanya dan mendekatkan tisu ke wajah pria yang duduk di depannya.

"Uh, turumukusuh." Dengan mulut yang masih penuh Seongwu segera mengambil alih tisu itu dan memilih membersihkan wajahnya dengan tangannya sendiri.

Drrttt Dddrrtttt

Seongwu otomatis meletakkan sumpitnya begitu iphone 7 kesayangannya bergetar di atas meja dan iapun segera memeriksanya.

"Eh?"

"Kenapa Seongwu?"

Minhyun yang penasaran berusaha mendekatkan wajahnya menoleh ponsel sang sahabat.

"Ini."

Sejauh ini Seongwu memang tidak pernah menyembunyikan apapun dari Minhyun. Dengan biasa ia kemudian menunjukkan layar ponselnya ke wajah sahabatnya itu.


_

Kang Daniel

Besok ada acara makan malam bersama.
Jangan lupa datang.

_




Seongwu berdiri di depan cermin kamarnya setelah mencoba beberapa setel pakaian sedari tadi.

"Argh. Sepertinya aku sudah gila. Kenapa aku harus mencoba semua ini hanya untuk makan malam bersama sahabatnya kakek?"

Seongwu mengacak rambutnya asal dan dengan pakaian terakhirpun akhirnya ia turun dari lantai dua rumahnya, mencari ayah dan ibunya yang ternyata telah menunggunya di ruang tamu.

Eternity ♾ OngNielCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang