dengan terburu-buru jeongin menghapus butiran air yang membanjiri pipinya, "k-kak harsa?" kenapa hyunjin datang ketika dirinya sedang seperti ini?
"lif, kamu kenapa?" dengan lembut hyunjin bertanya. pandangannya menatap lurus kearah mata cantik jeongin.
"ga papa kok, serius alif gapapa!" jeongin tersenyum lebar membuat cacat pipinya yang indah terlihat.
jelas hyunjin tahu bahwa senyuman itu menyimpan banyak luka, tetapi ia memutuskan tidak kepo karena bahkan mereka hanya dua remaja yang kenal karena pertemuan singkat, kan?
"aku gak tahu masalah kamu apa, tapi kamu harus bisa lewatin itu semua. kalau perlu teman cerita, aku siap mendengarkan, kok. hubungi aku saja" hyunjin tersenyum kecil melihat mata jeongin yang berkaca-kaca.
"emmm, tapi kak, kita kan belum tukeran nomor, hehe" jeongin menyengir dan menggaruk tengkuknya canggung.