6. Kompak

68 25 9
                                        

Pagi ini kegiatan Fajar sedikit berbeda. Ada satu kegiatan tambahan yang sudah dia masukkan dalam jadwalnya.

Menjemput Luna tepatnya. Abyan sudah berencana menjemputnya setiap hari mulai saat ini.

Dia sudah menunggu selama duapuluh menit. Kemudian Luna keluar dengan senyum lebar.

Fajar pun ikut tersenyum melihat senyum bahagia diwajah Luna. Tak peduli jika akan ada yang mengatainya bucin.

"Ayo berangkat Kak." ujar Luna membuyarkan lamunan Fajar.

"Pakai helm dulu Dik." jawab Fajar lembut sembari menyerahkan helm berwarna hitam.

Luna tersenyum, sikap manis Fajar membuat hatinya berdesir. "Terimakasih Kak."

Luna langsung naik ke motor Fajar. Lalu Fajar melajukan motornya ke sekolah.

Setibanya di sekolah, terdapat banyak pasang mata yang memandangnya aneh. Terutama itu tertuju pada Luna.
Tatapan iri serta benci. Luna langsung kecil hati dan berjalan dengan kepala menunduk.

"Kamu nyari apa Dik? Kok jalannya nunduk gitu?" tanya Fajar.

Luna langsung mendongak menatap wajah tampan Fajar yang begitu bersinar terkena cahaya matahari pagi.

"Gak Kak, aku gak nyari apa-apa." jawab Luna.

"Kamu takut sama mereka?" Fajar menunjuk orang yang menatap Luna dengan dagunya.

Luna kembali menunduk, bingung hendak menjawab apa. Dia takut jika berkata jujur, Fajar akan bertindak berlebihan.

"Sudahlah tidak usah takut, manusia beriman hanya takut pada Allah. Namanya manusia diberi mata tapi tidak bisa memanfaatkan dengan baik." ujar Fajar dengan tegas.

"Aku gak takut, cuma aku ngerasa gak pantas saja." jawab Luna.

"Hmm." Fajar hanya bergumam lirih. "Sudah sampai kelasmu, belajar yang rajin." Fajar mengusap lembut kepala Luna.

Setibanya di kelas, Fajar langsung dihadang oleh kedua temannya yang julid.

"Traktirannya bro." ujar Aldi.

Fajar tak mengubris itu dan terus berjalan sampai di bangkunya.

"Anak kos kok disuruh trakir. Masakin nasi goreng saja jar, nanti aku ke kosmu." ujar Radit yang langsung mendapat persetujuan dari Aldi

"Aku setuju, nanti aku langsung kesana." seru Aldi.

"Kalian setuju, aku yang gak setuju. Enak sekali makan tanpa bayar." ketus Fajar.

Radit menghela napas panjang sembari menepuk pundak Fajar. "Ayolah jar, katanya kalau kita berbagi sesama umat bakalan dapat pahala."

"Iya Jar, kan kamu baru punya pacar nanti kita bantu doa dan melancarkan segala urusanmu bersama pasanganmu." ujar Aldi.

Fajar menepis tangan Radit dari pundaknya. "Ya sudah nanti kalian ke kosku, bawa nasi sama telus. Sekalian piring, sendok sama juga uang 5 ribu."

"Wah pemerasan ini namanya Jar. Sudah bawa nasi, bawa telur masih suruh bayar." keluh Aldi.

"Mana ada di dunia ini yang gratis, kamu buang hajat di kamar mandi umum saja bayar." jawab Fajar membuat sahabatnya langsung saling pandang.

"Masya Allah, perhitungan sekali kamu ini Jar." Radit mengelus dadanya.

"Hmm, ya sudah nanti ke kosku jam empat sore. Gak boleh lewat, lewat satu menit konsekuensi yang aku sebut tadi harus dijalankan." ujar Fajar.

"Siap Jar." jawab Aldi dan Radit bersamaan.

Adorable YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang