Dua puluh💋

871 31 1
                                        

Sudah satu minggu Bagas dirawat dirumah sakit, akhir nya hari ini dia di izinkan pulang namun masih harus dalam pengawasan.

Setelah kejadian minggu lalu akhir nya Thalia bisa membuat Bagas mengerti dan akhir nya menerima keluarga nya kembali. Bahkan sekarang Gladis sudah kembali baik pada Thalia karena sudah membuat Bagas percaya bahwa dia adiknya. Namun sudah seminggu pula ingatan Bagas masih belum kembali, yang tetap dia ingat adalah nama nya, Thalia sebagai kekasihnya dan Gladis sebagai gadis jahat yang ingin menghancurkan hubungan mereka meski sekarang Bagas tidak terlalu menampakkan wajah permusuhan nya dengan Gladis namun dihati nya masih menyimpan rasa tidak suka pada gadis itu.

"Thalia" ucap Bagas saat berada di mobil.

"Iya" jawab Thalia tanpa melihat wajah Bagas malah melihat ponsel nya. Bagas yang kesal akhirnya mengambil ponsel itu secara paksa.

"Kamu apa apaan sih" ucap Thalia kesal.

"Makanya kalo lagi diajak ngomong tuh liat orang nya bukan malah liat hp kaya gini" kesal Bagas juga.

Sungguh Thalia benar benar muak dengan Bagas sejak seminggu yang lalu. Dirinya bagaikan baby sister yang selalu harus menuruti permintaan Bagas yang bisa dibilang seperti kekanak kanakan.

Namun meski begitu dia tidak bisa meluap kan emosi nya pada Bagas karena pernah sewaktu waktu dirinya lepas kendali dan membentak Bagas yang ada dirinya didiamkan selama seharian. Dan itu membuat dia pusing karena tidak ada yang bisa membujuk Bagas makan selain dirinya.

Akhir nya dia mengalah dan meminta maaf pada Bagas meski harus sampai memohon mohon dan dia benci itu karena seumur hidup nya dia tidak pernah memohon pada siapa pun termasuk orang tua nya sekalipun.

"Yaudah kamu tadi ngomong apa?" Tanya Thalia mencoba mengontrol emosi nya yang hampir meledak kembali.

"Aku mau tinggal dirumah sama kamu" ucap Bagas dengan lugu nya.

"APA?" Kaget Gladis.

"Kenapa kamu yang terkejut? Kamu tidak suka saya serumah dengan kekasih saya?" Tanya Bagas seperti menyindir.

"Kita gak bisa serumah" ucap Thalia.

"Kenapa?"

"Kita ini hanya kekasih mana bisa kita serumah apa yang nanti dipikirkan semua orang"

"Kalau gitu kita nikah saja supaya aku tidak jauh jauh dari kamu"

Ciiiitt

Seketika Ricko yang sedang menyetir pun mengerem mendadak, untung saja dibelakang nya tidak ada kendaraan lain jadi tidak terjadi kecelakaan.

"Aduh kamu kalo nyetir yang bener dong" marah Bagas.

"Maaf bang" balas Ricko.

"Kamu gila yang Bang?" Tanya Gladis

"Saya sehat, kenapa sih kamu kayanya gak suka banget aku sama Thalia?"

"Bukan gitu tapi Bang Bagas kan baru aja sembuh"

"Terus kenapa saya kuat kok buat baca ijab Qobul sama Thalia di depan penghulu"

"Kamu jangan gila" sekarang giliran Thalia yang berbicara.

"Aku gak bisa nikah sama kamu" tambahnya lagi.

"Kenapa? Kamu gak sayang lagi sama aku?" Tanya Bagas seketika sedih.

"Bukan gitu tapi aku_" seketika Thalia menjadi gugup karena masih ada Ricko dan Gladis disana.

"Kamu kenapa?"

"Udah lah pokok nya aku gak bisa nikah sama kamu" tegas nya.

"Kalo gitu turunin aja aku disini mending aku gak usah pulang sekalian dari pada harus pisah sama kamu" ucap Bagas hendak membuka pintu untung saja Ricko dengan cepat menguncinya.

"Kamu jangan gila dong aku ini cuma pembantu dirumah adik kam_" seketika Thalia menutup mulut nya karena sudah kelepasan bicara.

"Sejak kapan kamu jadi pembantu? Kok kamu tega sih jadiin pacar saya pembantu dirumah kamu? Kamu bilang saya ini Abang kamu tapi kamu gak bisa ya liat saya bahagia" ucap Bagas kepada Gladis yang langsung berkaca kaca mata nya karena telah dibentak seperti itu.

"Bang Bagas gak gitu" ucap Gladis

"Udah lah saya jadi ragu kalo kamu itu beneran adik saya"

"BANG BAGAS CUKUP" teriak Ricko yang sedari tadi hanya diam, ia muak mendengar Bagas menyalahkan istri nya terus.

"Apa!! kamu juga sama kaya istri kamu yang tega jadiin Thalia pembantu"

"Udah Bagas udah" ucap Thalia sambil menahan lengan Bagas.

Akhir nya mereka sampai dikediaman Ricko dan Gladis. Ricko langsung turun dari mobil dan membawa Gladis masuk kerumah membiarkan Bagas dan Thalia bicara berdua.

"Bagas liat aku"

"Kamu udah gak sayang sama aku Lia"

"Hey aku ini cuma anak dari desa yang merantau untuk mencari pekerjaan yang aku bisa, Gladis sama Ricko mereka baik, mereka udah izinin aku kerja sama mereka. Kamu gak boleh nyalahin mereka kaya tadi"

"Tapi kamu gak mau nikah sama aku"

"Nikah itu bukan suatu permainan, kita gak boleh asal nikah pas bosen nanti minta cerai"

"Aku sayang sama kamu"

"Tapi kalo kita nikah, semua orang akan tersakiti Bagas"

"Siapa yang tersakiti"

"Keluarga kamu, mereka memandang aku rendah sampai bilang kalo aku ini gak pantes buat kamu" tentu nya yang terakhir itu dalam hati.

"Tapi kenapa mereka gak setuju sama kita"

"Mereka bukan gak setuju mereka cuma belum bisa nerima aku karena aku ini cuma seorang pembantu" lagi lagi yang terakhir hanya ia ucapkan dalam hati.

"Kalo gitu kamu buat mereka bisa nerima kamu"

"Bukan aku tapi kita Bagas"

"Ya Thalia kita harus berjuang demi cinta kita"

'Bukan cinta kita tapi cinta kamu yang akan hancur sebentar lagi hahaha' teriak kemenangan Thalia dalam hati.

"Iya Bagas harus"

"Makasih sayang" ucap Bagas yang langsung memeluk Thalia membuat Thalia tertegun dan mengerjap kan mata berkali kali. Merasakan dada nya yang tiba tiba berdetak tak karuan.

"Kalo gitu kita masuk yuk" ajak Bagas.

"Ah i iya" ucap Thalia tergagap.

****
"Bagusss Bagas udah bisa aku kendaliin sekarang aku harus mikirin gimana cara nya buat Bagas makin benci sama keluarga ini dan makin cinta sama aku supaya sakit nya akan terasa dua kali lipat hahahah"

"Aku pengen liat seberapa hancurnya Gladis saat dia dibenci oleh kakak tercintanya sendiri"

"Dan bagaimana reaksi Ricko saat melihat istri tercinta nya yang sedang hamil menangis setiap hari"

"Hahahha sudah ku bilang apapun yang sudah menjadi milik ku tidak akan pernah menjadi milik orang lain sekali pun aku sudah membuang nya dulu"

"Ricko itu hanya punya Thalia bahwani seorang, jika aku tidak bisa membuat kamu bertekuk lutut lagi didepan ku. Maka Gladis pun tak akan merasakan cinta dari mu lagi"

"Liat saja bagaimana aku akan menghancurkan rumah tangga kalian, bahkan bukan cuma rumah tangga kalian tapi aku akan menghancurkan seluruh keluarga besar kalian ini hahahhaha"


Cukup sekian
Maaf ya baru up manteman
Jangan lupa vote and comen
Love you all😘😘😘


Love Story (Slow Update!!)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang