Dibenci

27 6 1
                                    

"Lakukan lagi"

Felix sepertinya menikmati cara itu. Aku mencari beberapa jerawat lagi dengan meraba wajah Felix dengan lembut, sampai ke lehernya sekali lagi aku menekan jerawat yang sudah kering. Tangan kanan ku sekarang meraba rambut Felix, membelai nya lembut. Lalu menatap wajah itu, sungguh indah ternyata dia tidur seperti malaikat.

"Sudah dua tahun aku tinggal bersama mu, semakin lama aku sadar sepertinya berpisah denganmu akan sakit Felix"

"Hmmm"

Aku mencium kening Felix lembut dalam pelukan nya. Felix tidak memberi respon apa apa.

Aku pandang lagi wajah itu, semakin lama semakin manis, wajah Felix memang tampan, matanya yang sayu membuat wanita tidak mungkin menolak cinta pria ini. Aku lalu mengecup bibir Felix,

Sekali...

Dua kali...

Tiga kali...

Empat kali, Felix tersadar dan memberi respon ciuman itu, menangkap bibir ku dengan mengigitnya. Kami saling balas, terkadang Felix menjulurkan lidahnya mencoba menikmati momen ini. Tangan ku lalu meluncur menuju selangkangan Felix, menyentuh his litle jhon yang sudah terbangun. Membelai belai bagian bawah Felix dengan tangan kanan nya lembut, dengan mulut yang saling beradu saling mencumbu. Tangan Felix menelusuri dada ku yang,so soft.

Touch every part of his body. Aku menangkap tangan Felix, lalu duduk di perutnya dengan his litle jony yang sedang berdiri. Mendorong ke dua tangan Felix agar terletak berada diantara kepalanya, dan jari jari kami saling menggenggam sekarang. Mungkin dia menikmatinya. Terkadang Felix menggoyangkan pinggangnya mencoba mencari sensasi saat bergesekan dengan tubuh ku. Aku mencoba membalikkan tubuh Felix. Memukul pantatnya, sambil memasukkan tangan ke dalam celana Felix dari belakang, aku remas remas pantat Felix dengan lembut. Lalu mencoba memukulnya sekali sekali, Semakin nikmat.

"Kamu tidak boleh melanjutkan itu Chris", Felix tiba tiba berbicara saat aku mencoba membuka celana Felix. Aku terkejut.

"Tapi kenapa?", aku menghentikan gerakan ku, lalu menjatuhkan tubuh ku di bahu Felix.

"Ada apa Chris. Aku tahu kamu gay. Saya pernah melihat orang menikmati wajahmu. Ayolah".

"Kamu temanku Chris, saya tidak mau melakukan ini apa lagi dengan kamu".

Bagaimana bisa kamu melakukan nya dengan orang lain tapi tidak denganku.

"Who do you talking about"

"Hanz orang yang kamu bilang teman middle school mu yang kabur dari rumah",

"Kamu mengetahuinya?".

"Aku melihat semuanya"

"Kami hanya berciuman Chris!"

"Tidak itu tidak benar". Aku lalu mendekatkan bibir ku mencium bibir Felix lagi, kali ini Felix mencoba menghindar, menggeleng kepalanya, tapi aku memaksa, semakin kuat Felix menghindar, semakin kuat aku tidak bisa mengendalikan hasrat ku mungkin setelah menyadari Felix akan pindah. Rasa kesepian ku muncul aku jadi tidak ingin kehilangan kebersamaan dengan Felix

"Kurang ajar", Felix mendorong tubuh ku kuat, lalu menendang sekali dengan kakinya.

"Aku membenci kamu, jangan pernah tidur di dekatku lagi".

Felix lalu beranjak dari tempat tidur memperbaiki celana nya

"Kamu menjijikkan", mengambil bantal, dan menuju lantai dua agar dia tidur di studio foto.

Aku terbaring dengan rasa bersalah aku tidak siap untuk kehilangan dia. Sekarang aku tahu mungkin aku memang menyukai dia namun harus Membiarkan Felix keluar dengan marah.

Waktu itu pukul 09.00 pm dan aunty Tere uncle ty, masih di lantai satu, jadi tidak ada yang mendengar kami saat beraksi di kamar.

....

Felix turun ke studio setelah terjaga pukul 03.00 am mimpi buruk membangunkan dia. Lalu beranjak menuju lantai dua masuk ke ruangan studio, didapati nya Felix, tidur di lantai dengan sangat manis meringkuk seperti kedinginan . Chris lalu mengambil bantal guling dari dari atas, menempatkan bantal itu, diantara tubuh Felix yang meringkuk agar dia bisa memeluknya. Felix merasakannya tapi tidak merespon.

Lalu Chris mengambil posisi, tidur dengan kepala berada pada satu bantal yang sama dengan Felix, mereka tidak bersebelahan, hanya kepala mereka yang saling menyatu.

Felix lalu mencoba membelai kepala Felix dengan lembut. Menyentuh beberapa jerawat dan hampir menekan nya tapi tidak melakukan nya.

"Aku membenci kamu Chris, harusnya kamu menjauh"

"Tapi aku menyesal Felix. Maafkan saya yang sudah buta".

"Chris, mungkin aku memang seorang gay. Tapi kamu tidak sopan. Dan kamu... Kamu sudah saya jadikan saudara sendiri, ini semua tidak benar".

Felix lalu menangis kecil kami berbicara sambil menutup mata dia tidak mau menetap mata Chris.

"Felix, jangan menangis, saya yang salah, saya harusnya tidak melakukan hal se hina itu pada mu".

"Aku tidak tahu, tapi sekarang aku juga ingin menjaga jarak dari kamu. Aku akan keluar dari kelompok kita"

"Kenapa Felix?"

"Karena saya tidak akan baik baik saja kalau, saya melihat wajah kamu di sana".

"Oke baiklah, kamu yang memberi nama untuk kelompok itu, saya hanya pendatang. Lagian saya punya banyak teman untuk di ajak hang out, kamu lebih perlu berada tetap di kelompok yang sudah kalian bentuk".

"Aku yang akan keluar".

Mereka terdiam lama sambil menutup mata, sudah pagi, tapi mereka belum juga tertidur hanya saling diam dan menutup mata.

"Chris, mungkin kamu lelaki normal, tetapi saya mau tanya apakah kamu menyukai aku?".

"Hmmm, tidak Felix saya tidak merasakan itu". Chris menjawab setelah berfikir beberapa saat

"Saya hanya nyaman ketika berada di samping kamu"

"Sudah pagi, studio akan segera dibuka, ayo bangun".

MY REAL LOVER (Sungguh Mencintaiku)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang