Semakin perih

24 5 0
                                    

Hari yang panjang bagi keduanya. Setelah pindah rumah, Felix bahkan tidak pernah berkunjung ke tempat pama nya. Felix tidak bisa dihubungi felix menghabiskan waktu bermain game di laptop yang dia miliki dan kembali jarang keluar dari rumah, sekali kali menghabiskan waktu bersama Meifan dan Elco, sekali seminggu ke kolam, dan kelompok kecil sisanya bermain game sepulang sekolah.

Chris jadi pemurung setelah dua minggu dia tidak bergairah untuk beraktivitas. Kadang pergi ke kolam sendiri, jogging sendiri. Pergi ke tempat gym sendiri, sekali kali dia benar tidak tersenyum saat melakukan pemotretan saat sesi photo. Tulisannya tidak pernah lagi di kirim ke media massa, hanya beberapa puisi patah hati yang di posting dalam status media sosial.

Setiap ber tatap muka di sekolah kami saling membuang pandangan, seperti tidak saling kenal, perih rasanya, pribadi yang biasa aku ajak bermain dan tertawa kini beku dan membelakangi aku. Setiap hari harus berpura pura tidak melihat mata yang selalu melirik aku dengan penuh amarah. Aku tahu aku bersalah. Begini rasanya di benci. Oh tuhan andai bisa ku putar waktu lebih baik bagiku untuk tidak mengenal orang ini sebagai orang yang aku cintai atau sebagai orang yang membenci aku, kenapa temu itu diakhiri dengan rasa benci

...

"Halo.. Besok Meifan ulang tahun semua anggota kelompok harus datang, dan kamu harus datang"

"Kelompok yang mana, saya bukan bagian dari anggota kelompok manapun".

"Pokoknya kamu harus datang"

"Tidak akan" lalu Chris mematikan panggilan

"Kalau kamu sudah siap bekerja naiklah ke atas", saya ingin membicarakan sesuatu", Felix tiba tiba datang, menghampiri Chris yang sedang mengedit foto. Dan langsung menuju lantai tiga.

Chris yang tidak terlalu memberi respon melanjutkan editan nya,

"Uncle ty, saya harus ke atas ada misi yang harus di selesaikan".

"Hahhaa tuntaskan semua perselisihan Chris, jangan kasih kendor".

Uncle ty, tertawa mengetahui apa yang terjadi, Chris menuju lantai 3 menjumpai Felix.

Tidak ada orang di sana, Chris duduk di tangga dekat kamar mandi, menunggu Felix selesai mandi, dia tidak berbicara atau memanggil apa pun.

Tiba tiba Felix keluar tanpa busana, rupanya dia lupa membawa handuk.

"Ehhh, kamu melihatnya".

"Hahahaha saya sudah melihatnya, teruskan lah, saya ingin lihat tubuh indah itu idiot".

Tiba tiba Chris tertawa melihat Felix, salah tingkah keluar dari kamar mandi tanpa busana, harusnya belum ada orang di lantai tiga, jadi karena handuk Felix tertinggal di kos yang di sewanya, dia berencana langsung lari ke kamar tanpa handuk, namun gagal.

"Ambil handuk, Chris".

"Tidak mau!, keluarlah"

"bawakan, saya serius ini kesalahan teknis",

"Haahha"

"ini handuk mu", Chris mengetuk pintu dan memberi handuk pada Felix dari pintu yang sedikit terbuka,

Saya hanya mau bilang kamu harus datang ke pesta ulang tahun Meifan.

"Tidak mau aku tidak akan datang". Chris yang kecewa, langsung pergi ke studio karena malu untuk turun lagi ke lantai satu tanpa menyelesaikan masalah, dia tidur membaringkan diri sambil mendengarkan musik di di handphone ya

This is me swallowin my pride standingin front of you

Saying i m sorry for thats night

I'll go back to december turn it out my change my own right

I'll go back to december all the time

Chris bersenandung mengikuti lagu yang dia replaying

"Chris, ayolah saya mohon kamu harus datang",

"Bukankah saya sudah keluar dari kelompok Felix, akan sangat lucu kalau saya datang tapi saya bukan siapa siapa di sana".

"Tapi teman teman menyalahkan saya, karena tidak mengajak mu ke sana. Acaranya dilakukan pada jam istirahat, kamu pasti punya waktu. Tidak jadi di kafe"

"Saya tidak punya urusan untuk bergabung bersama kalian lagi, kamu tidak perlu memaksa. Saya tidak akan datang"

Saya punya agenda lain sekarang, saya akan mengerjakan home work pada jam istirahat

"Jadi kamu tidak akan datang"

Chris terdiam lama

I want back in time and chnge it but i can,

If you cnhge up on your door i ill understand"

Lirik lagu ini terdengar sangat jelas di telinga mereka, karena suasana sangat dingin saat itu

Felix menangkap tangan Chris, hingga jari mereka saling menggengam, "ini bukan tentang keinginan mereka Chris, ini permintaanku".

Chris menarik melepas tangan nya, "kamu tidak bisa egois Felix, kamu tidak perlu mengorbankan perasaanmu demi mereka, kamu tidak perlu berbohong".

Felix berusaha meraih tangan Chris lagi, "saya tidak ingin hubungan kita berakhir begini Chris, mungkin sulit menerima kamu, seperti dulu lagi. Tapi aku mau kita tetap berteman seperti dulu".

"Pergilah, aku akan memikirkan nya".

"Tidak kita akan tidur di sini, saya menikmati tidur di lantai bersamamu".

Sejak saat itu mereka mulai berkomunikasi lagi, meski tetap ada rasa tidak suka yang ditunjukkan Felix di wajahnya. Aku tahu dia berbohong perihal keinginnya bukan karena Meifan. Rasa benci masih melekat pada diri Felix. Dia tak pandai menutupinya.

"maaafkan aku felix", dia hanya diam tanpa kata

MY REAL LOVER (Sungguh Mencintaiku)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang