Aku tidak baik-baik saja setelah kamu pergi, perpisahan tanpa penjelasan membuatku sangat terpukul. Kamu pergi menyisahkan tanya, dan aku sama sekali tidak bergerak setelah sekian lama kamu tak kembali.
"Dia pasti kembali."
"Dia pasti sangat sibuk."
"Oke, dia pasti menghubungiku."
"Dia mau aku menunggu atau mau aku menyerah?"
Sampai sekarang, isi kepalaku adalah kamu, kenapa kamu begini, kenapa kamu begitu, atau memang pada dasarnya akulah yang salah disini?
Kamu tahu sudah berapa orang yang menyuruhku melepasmu? Banyakk, tidak hanya satu atau dua orang. Aku mengumpulkan banyak pendapat, tapi, aku justru menyangkal semua jawabanya.
"Tinggalin aja lah! Buat apa!"
"Segitu sukanya sama dia? Suka boleh, tolol jangan."
"Masih nunggu dia? Astaga, ga ngerti aku."
"Itu artinya dia udh ada yg lain."
"Yaelah, palingan juga dia udah ada cewek disana."
Kamu pasti ngga tahu rasanya seperti apa, saat kamu dengan gatau dirinya menunggu seseorang yang bahkan mungkin aja ngga mikirin kamu sama sekali, saat kamu dengan bebalnya bilang bahwa orang yang kamu suka itu bakal balik lagi, saat kamu dihantui kemungkinan orang yang km suka dekat dengan wanita lain.
Kamu fikir aku baik-baik saja dengan semua itu!? Kamu fikir aku manusia ter-ngga papa saat lagi-lagi disakiti!?
Benar, harusnya aku ngga terlalu berharap lebih dengan semua ini. Karena lagi dan lagi aku yang paling terluka disini.
Kalau kamu baca ini, aku minta kamu buat jaga kesehatan ya? Nggak usah fikirin aku, aku cuma lagi keluarin uneg-uneg. Semangat, aku tahu kamu luar biasa, aku tahu kamu bisa gapai semua mimpi kamu.
