Sementara itu di kediaman Saputra ,sedang sibuk menyiapkan segala persiapannya.
"Ini non taruh di mana?" Tanya Bi Ani kepada frisillla.
"Itu bi di sebelah minuman aja" jawab frisilla.
"Sill udh jam07.30" ucap alvino.
"Suruh kak Asep jaga di gerbang, buat nyambut temen temen sekelas aku" ucap frisillla.
"Ouh oke" jawab alvino kemudian pergi mencari Asep.
"Dimana lagi, si Asep pake gk ada segala" gumam alvino.
"Nah itu dia!" Sahut alvino.
"Sep!" Sahut alvino memanggil.
"Apaan?" Jawab asep.
"Lu jaga di gerbang sama gue buat nyambut temen temen Silla katanya" ucap alvino.
"Ouh yaudah ayo" sahut Asep kemudian mereka pergi.
Kini semua orang yg di tunggu pun telah datang mulai dari teman frisillla, hingga keluarga jaya.
****
#RENDI POV
Malam ini adalah malam yg tepat untuk mengungkapkan perasaan saya kepada frisilla Angraeni saputra. Ya walau umur kami selisih satu tahun namun tak masalah.
Semua orang telah berkumpul, dan kedua keluarga pun telah hadir, kini frisillla tampak sangat cantik di mata Rendi.
"Frisilla!" Panggil Rendi kepada frisillla yg sedang asik berbincang dengan Najwa .
"Ah iya kak?" Jawab frisillla lalu menghampiri nya.
"Kamu malam ini cantik banget" ucap Rendi sembari mengacak puncak kepala frisilla.
"Ih Kaka kan jadi berantakan." Sahut frisilla membenarkan rambutnya.
"Gpp lucu tau" ucap Rendi sambil tertawa kecil.
"Apaan sih!" Sahut frisilla tersenyum lebar.
"Silla!,,,mau gk jadi pacar gw?" Ucap Rendi lantang.
Hingga beberapa orang terlihat menoleh ke arah mereka berdua. termasuk alvino, Asep , firman dan Najwa.
Frisilla terkejut mendengar nya,, sehingga wajah nya tampak mulai memerah. Situasi macam apa ini, frisillla tak mempunyai perasaan sedikitpun kepada rendi. Namun jika ia menolaknya, ia pasti akan sangat malu oleh kedua orang tua dan teman teman nya. Frisilla sangat berpikir keras.
Kini orang yg dicintai frililla menatap nya dengan serius, terlihat sangat jelas oleh frisilla bahwa alvino sangat kecewa ,oleh dirinya, frisilla tau bahwa alvino sangat mencintainya.
Namun apa yg harus ia lakukan sekarang menerimanya atau menolaknya.
"Bagai mana frisilla?" Tanya Rendi memastikan.
Dengan berat hati frisilla , menganggukan kepalanya, yg menandakan iya.
Semua orang nampak terkejut, terlebih alvino. ia segera pergi meninggalkan rumah keluarga Saputra setelah mendengar jawaban frisillla.
Asep yg menyadari kepergian alvino segera menyusulnya.
Frisilla yg melihat alvino pergi, kini frisillla merasakan hatinya seperti teriris oleh dirinya sendiri. ia tak tau harus bagaimana lagi.
Semua orang pun bertepuk tangan dengan meriah, melihat kejadian tersebut.
Waktu pun berlalu hingga satu persatu orang mulai pamit pulang. Terutama keluarga jaya.
"Terimakasih telah datang ke acara malam ini, semoga hubungan kita kedepannya lebih dari persahabatan" ucap Saputra, kepada pak jaya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Masa SMK
Teen FictionMasa yang tak pernah terlupakan, dimana masa ini adalah masa terindah.
