Semua nampak bertanya-tanya melihat foto seorang wanita di tempel di sebuah papan putih, dengan tulisan-tulisan di sekitar. Foto itu adalah pemberian Alicia dan orang itu salah satu VIP klinik mereka
Casey berdiri di depan dengan sebuah spidol hitam di tangannya "Klinik yang di datangi Darla punya spesial order, yaitu Plastik Surgery. Hanya ada dua orang yang pernah menerima spesial order itu, dan salah satunya adalah Mrs Muller"
"Mrs Muller yang asli ada di rumah sakit, dan yang ada di kampus kemungkinan Darla, benar?" Tanya Vince
"Hanya ada satu cara untuk mengetahuinya" Kata Casey lalu menatap Luke
Luke yang mengerti arti tatapan Casey, mengangguk "Aku punya rencana. Jadi.."
▪▪▪
Keesokan harinya..
"Selamat pagi Mrs Muller"
Mrs Muller yang nampak tegang dengan bukunya sedikit terkejut "Oh, Mr Anderson, Selamat pagi"
"Apa kau sibuk?"
"Untuk saat ini tidak. Kenapa memangnya?" Mrs Muller meletakkan bukunya di atas meja dan menatap Joey penuh tanya
"Mungkin ini sedikit aneh, tapi maukah kau sarapan bersama ku?" Tanya Joey hati-hati
Mrs Muller terlihat bingung. Dia membalikkan badan melihat ke arah meja Joey "Tumben, biasanya anda selalu membawa bekal,"
"Aku ingin mencoba hal baru" Ucap Joey
Mrs Muller tersenyum dan mengangguk "Boleh, mau dimana?"
"Toko roti depan mau?"
"Aku ambil handphone sebentar" Joey terseyum puas saat Mrs Muller menerima ajakannya. Dia menunggu di pintu depan ruangan itu, menunggu Mrs Muller
"Mitiq in position"
"Winter in position"
"Casper in position"
"Silver in position. Berhati-hatilah Shadow"
"Yuk!"
Mereka berjalan seraya bercerita dan sesekali tertawa. Hingga seseorang menyenggol Mrs Muller
"Aduh, Mrs Muller.. maaf, a-aku tidak melihat anda. Maaf kan aku.." Orang itu segera meminta maaf
Sedangkan wanita itu menepuk roknya dan mengatur sedikit rambutnya "Bukan masalah"
Joey melihat muridnya itu datar "Lain kali kamu harus berhati-hati, Mrs Muller hampir jatuh"
"Saya tidak apa apa Mr Anderson, sungguh.." Ujar Mrs Muller menenangkan Joey
"Sekali lagi saya minta maaf Mrs Muller dan Mr Anderson" Orang itu menunduk
"Pergilah Mr Jinx, atau kau tidak bisa masuk ke kelasku" Dan Vince segera pergi dari tempat
"Giliranmu Sweety.. Bersiaplah"
▪▪▪
Luke dan Drew berada di sebuah gedung tepat depan toko roti. Mereka mengawasi melalui jendela di lantai atas di temani laptop Drew
"Bagaimana?" Tanya Luke dengan pandangan tak lepas gerak-gerik Joey
"Dapat"
Luke mengangguk "Mistiq?"
"Sampai saat ini masih aman, mereka sedang berbincang-bincang" Sahut Casey dari seberang
"Ini French Toast-nya"
"Terimakasih"
"I'm done" Sahut Casey
"Keluarlah dari sana, Winter menunggumu" Perintah Luke
▪▪▪
"Sudah berapa lama kau jadi dosen?" Tanya Mrs Muller yang duduk berhadapan dengan Joey
"Baru 3 tahun, saya sering berpindah tempat. Saya belum menemukan kampus yang tepat, mudah-mudahan ini tempatnya"
Wanita itu tidak curiga sama sekali. Dia hanya mengangguk mendengar Joey "Sebelum kesini anda dari mana saja?"
"Saya pernah di Miami, Chicago, Alabama.. Saya juga pernah di Canada dan Australia. Kau sendiri?"
"Aku sudah 10 tahun jadi dosen, tapi saya tidak berpindah sebanyak kamu" Kata Mrs Muller diiringi kekehan kecil
"Kau dari mana saja?"
"Hanya New Jersey dan Florida" Joey mengangguk. Sejauh ini juga sasarannya ini belum menunjukkan gelagat yang aneh. Dia pun segera mengakhiri kegiatan mereka ini
"Astaga" Joey terlihat terkejut
"Kenapa?"
"15 menit lagi kelas dimulai, tapi kau bahkan belum selesai makan" Jelasnya dengan nada sedih
"Tidak masalah, aku juga sudah kenyang" Mrs Muller pun berdiri dan membuka dompetnya, tapi di cegah Joey
"Biar aku saja yang bayar" Kata Mrs Muller yang mengerti maksud Joey, tapi dia menggeleng "Aku yang mengajak kamu jadi aku yang bayar. Anggaplah ini sebagai rasa terimakasih ku sudah membantu ku di hari pertama aku masuk"
"Teri-" Bunyi handphone meng ucapan wanita itu
"Halo?"
"Baiklah" Dia mematikan telefon dan terlihat tergesa-gesa
"Maaf Mr Anderson, aku harus pergi" Katanya
"Kau bisa duluan, aku mau membayar pesanan tadi" Mrs Muller pun keluar, berlari kecil dan memanggil taksi yang lewat
"Shadow?" Panggil Luke
"Dapat" Joey melihat tangannya sudah ada 2 helai rambut, yang di ambil saat Vince menyenggol Mrs Muller tadi
"Cek sekarang"
Joey pun mengeluarkan sebuah alat, yang dia buat untuk mengecek DNA seseorang. Semua terdiam, menunggu Joey berbicara
"Hasilnya positif" Sahut Joey
"Sudah ku duga" Terdengar Luke menghela napas panjang
Alat yang di pegangnya berbunyi, membuat Joey tercengang melihat apa yang muncul di monitor kecil "Positif bukan hanya Darla.."
"Apa maksudmu?"
▪▪▪
KAMU SEDANG MEMBACA
Grey's Agency
AzioneDengan terpaksa Mr Flint memanggil kembali Team Silver di tengah 'cuti' mereka. Reuni yang patut di nantikan, tapi tidak berjalan sesuai harapan. Nyawa kembali di pertaruhkan setelah 3 tahun. *Dalam Tahap Revisi*
