Petunjuk?

415 29 0
                                        

Keesokan harinya, kegiatan Vince sudah selesai 30 menit lebih cepat dari biasanya. Dia belum ada niat untuk pulang, pemuda itu masih di kampus, meneliti berbagai tempat yang memungkinkan sesuatu mencurigakan terjadi.

Di halaman depan dia melihat seseorang yang gerak-geriknya aneh. Orang itu duduk di bawah pohon dengan wajah serius dan bercerita sendiri. Tunggu.. Tunggu dulu... Bercerita sendiri? Tidak.

Dia bercerita melalui jam tangannya. Baru saja Vince ingin mendekat, orang itu sudah berdiri dan meninggalkan halaman kampus dengan motornya. Vince merasa harus mengikuti orang itu. Dia berlari menuju mobil dan mengikuti dari belakang dengan jarak aman.

Entah kemana dia akan pergi, yang pasti itu sangat penting. Dia bergerak cepat..
Hingga tiba di lampu merah Vince kehilangan jejak. Orang itu dengan gampangnya menyelip bahkan menerobos lampu merah

"Shit!" Umpatnya sambil memukul stir mobil. Dia pun berputar dan kembali menuju markas dengan berbagai macam umpatan lain yang keluar dari mulutnya

▪▪▪

Detik berganti menit, menit berganti jam dan jam berganti hari. Sudah 4 hari mereka berada di sini dan sudah cukup banyak informasi yang mereka kumpulkan. Di ruang rapat, Casey, Drew dan Joey sedang membahas beberapa hal tentang misi hari ini.

"Bagaimana hasilnya Mr Anderson?" Tanya Drew dengan suara cempreng, membuat Joey menatapnya jijik. Drew dan Casey tertawa melihat eksperesinya

"Depan ruang dekan ada 2 bodyguard yang selalu menjaga ruangan itu, meski Ben Collins tidak ada disana. Bukan bodyguard yang biasa.. mereka memakai rompi anti peluru dan membawa pistol. Dari gerak-gerik, mereka sudah pasti terlatih." Kata Joey "Lalu Ben Collins dan Mrs Muller yang keluar setiap jam 12 siang. Sulit di percaya kalau ruang guru itu punya banyak CCTV.Kau sendiri Drew?" Balas Joey kesal

"Teman kelas ku, Cody dan Steve selalu menghindar saat di tanya tentang transfer itu, tapi Cody sepertinya keceplosan. Dia bilang tanya saja pada Max"

"Cari" Perintah Joey. Drew memulai pencarian mahasiswa yang bernama Max itu, melalui data kampus yang sudah di aksesnya sebelum pulang ke markas tadi

"Vince mana?" Tanya Joey

Casey menggeleng. Dia pun memutuskan menelefon Vince.

"Kau dimana?"

"Baiklah"

"He's on his way"

"Ini dia. Maxime Banks, umur 21 tahun. Pernah di usul untuk di transfer tapi dia menolak dengan alasan tidak mau meninggalkan adiknya. Beberapa bulan kemudian Max melapor polisi bahwa adiknya di culik oleh mereka" Kata Drew membaca semua hal yang tertera di layar monitor

"Siapa maksudnya mereka?" Gumam Joey penasaran

"Alasan Max di usul transfer?" Tanya Casey

"Prestasi olahraga yang bagus"

Pintu ruangan tiba-tiba terbuka, menampilkan Vince dengan raut wajah yang marah. Dia mengambil ahli laptop Drew dan mulai mengetik sesuatu

"Vince? Kau kenapa?" Tanya Joey

"Kesal. Aku mau melacak plat nomor" Jawabnya datar

"Milik?" Tanya Drew

"Tidak tahu. Aku tidak sengaja melihat dia bicara dengan jam tangannya beberapa hari lalu jadi aku mengikutinya tapi kehilangan jejak. Dan sekarang dia jarang kelihatan"

"Sial!" Vince memukul meja dan mengusap mukanya frustasi. Dia tidak bisa menemukan apa yang dicarinya

"Biar aku coba" Drew kembali mengambil laptopnya, dan mencari plat yang sudah di tulis Vince sebelumnya

Setelah beberapa menit berkutat dengan laptopnya, dia menghela nafas pelan dan menggeleng. Casey beranjak dari tempat duduknya dan berpindah ke pangkuan Drew, dan juga mencoba mencari nomor plat itu

"Kapan kau mengejarnya dan di mana?" Tanya Casey yang mulai mengetik sesuatu

"3 hari lalu, 5 blocks away from campus, tepatnya di lampu merah"

Drew mengernyit bingung melihat cara Casey yang berbeda "Apa yang kau lakukan Casey?"

"Mencoba trik kecil yang kau ajari dulu" Balasnya "Binggo.. ini motornya dan... ini orangnya"

Casey berdiri dan menatap mereka remeh. Dia bertepuk tangan dan melompat, karena merasa bangga atas hasilnya. Gayanya saat ini seperti anak kecil yang baru saja memenangkan lomba

"Maxime Banks" Perkataan Drew membuat Joey tersenyum

"Mungkin dia maksud Cody dan Steve" Gumam Drew

"Ngomong ngomong Luke mana?" Tanya Vince

"Entah, mungkin sibuk dengan misinya" Setelah itu mereka sibuk dengan urusan masing-masing

                          ▪▪▪

Di saat yang lain sedang berdiskusi tentang misi masing masing, di sisi lain Luke sedang duduk di ruangan kecil dengan cahaya minim bersama seorang pemuda yang di hadangnya tadi di jalan

"Ceritakan semuanya" Ucap Drew tegas

"Aku..." Pemuda itu menunduk. Tidak tahu harus menceritakan hal ini atau tidak. Dia bimbang, tidak tahu pria di depannya ini dapat di percaya atau tidak.

"Aku dan teamku akan membantumu.." Ujar Luke meyakinkan

"Kau tahu kan hidupku tidak akan aman lagi setelah ini.. Lagipula dari mana kau tahu tentang aku? Aku sudah menyembunyikan semua dataku yang ada.. Bagaimana jika aku..." Pemuda itu mulai khawatir

"Kami punya semua yang terbaik. Percayalah, semua ini bukan apa apa.." Balas Luke percaya diri

"Trust me. Teamku akan membantu menemukan adikmu" Setelah beberapa saat berfikir, akhirnya pemuda itu mengangguk.

Lucas mengeluarkan file dan sebuah tablet dan meletakkannya di atas meja "Mari kita mulai dengan transfer mahasiswa ke Eropa"

"It's not a transfer.." Perkataan pemuda itu membuat Luke terkejut. Dia menatap pemuda itu serius

                            ▪▪▪

Grey's AgencyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang