11- His A Prince

148 30 0
                                    

"Kalau begitu, kalian pulang saja. Aku masih harus mengerjakan ini," Yoona hendak meninggalkan kelas mengikuti temannya yang lain. Tapi, Beomgyu masih belum menampakkan batang hidungnya. Jadi, ia menetap untuk sementara, menunggu teman serumahnya itu mendatanginya.

"Loh, belum pulang?" Tanya gadis berkaca mata, ketua kelas.

"Oh, belum. Masih menunggu Beomgyu," jawab gadis itu sembari menyandarkan dirinya di dinding dekat pintu. Melihat teman sekelasnya butuh bantuan, Yoona berjalan ke arahnya dan berucap. "Mau ku bantu, Jung Jyuri?"

"Ta-"

Sebelum Jyuri melanjutkan perkataannya, gadis itu tanpa izin mengambil kertasnya. "Wah.. pasti sulit menjadi ketua kelas."

"Yoona," tegur Jyuri. Yoona menoleh, ia sadar kalau ia tidak bersikap sopan karena telah mengambil barang orang lain tanpa izin.

Gadis itu tersenyum seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Maaf, aku reflek. Karena aku tahu kau pasti akan menolak, jadi aku melakukan ini. Dan aku sadar, aku tidak sopan. Sekali lagi maafkan aku."

"Tidak, tidak perlu minta maaf. Aku memang tidak ingin merepotkan mu, tapi karena sepertinya kau tukang paksa, jadi apa boleh buat?" Yoona tersenyum senang. Ia mengembalikan sebagian kertas di tangannya ke pemiliknya. Membagi tugas ketua kelas itu dengannya.

"Kau sama Beomgyu ada hubungan apa?" Jyuri membalikkan kertasnya. Masih menatap kertas di depannya, gadis itu kembali melanjutkan perkataannya. "Sepertinya kalian pacaran, dilihat-lihat kalian juga dekat. Pergi dan pulang sekolah selalu sama-sama. Dimana ada Yoona disitu ada Beomgyu,"

"Eh? Kami pacaran? Tidak mungkin, kami hanya teman. Ia anak dari teman bunda ku. Sepertinya satu kelas mengetahuinya ya? Sampai-sampai kau mengatakan hal ini padaku." Jyuri mengangguk tanpa melihat lawan bicara.

"Satu kelas sering menggosipkan kalian berdua. Saking dekatnya, banyak yang mengira kalian berpacaran. Bukan hanya kelas ini, kelas sebelah juga. Kelas Beomgyu. Apalagi saat kau dan Yohan bertemu dengannya di lorong kelas. Kata Yohan, Beomgyu bersikap dingin padanya. Beomgyu kira, Yohan adalah orang yang menyukaimu. Ternyata hanya salah paham, walau begitu, sikap pria itu lucu."

"Tunggu, Yohan menceritakan Beomgyu? Wah.. anak itu sepertinya harus diberi pelajaran." Ucapnya tidak percaya.

"Sudahlah, lagipula Yohan sudah pulang. Kau sudah selesai mengeceknya?" Yoona mengangguk lalu menyerahkan beberapa lembar kertas di tangannya. Meski gadis itu banyak berbicara, tapi matanya tetap fokus ke lembaran kertas yang ditulis Jyuri.

"Oh iya, karena lawan mainnya kelas sebelah. Berjuanglah dengan keras! Jika tahun ini memuaskan, tahun depan, kau harus mewakili kelas kembali." Jyuri merapikan kertas lembar tersebut di tangannya. "Ah, satu lagi, karena lawannya pria, berharap lah agar Beomgyu yang jadi lawannya. Karena ada adegan kiss yang menegangkan," ucap gadis itu sebelum lari meninggalkan Yoona menatapnya tidak percaya.

"Ya~! Menyebalkan,"

"Ya~! Menyebalkan,"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
첫사랑 |  Choi BeomgyuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang