[END]
Cinta pertama ku itu akan selalu ada dan tidak akan ada penggantinya. Maka, aku harus melakukan apapun demi mendapatkannya kembali. Choi Beomgyu, teman sekaligus cinta pertama ku.
Note : kalau pun ceritanya sudah selesai, upayakan vote dan com...
"Paman, Beomgyu ikut kegiatan ekstrakulikuler apa?" Manajer Shin menoleh melihat Yoona, gadis itu menatap Beomgyu dilapangan bersama teman-temannya.
"Oh, paman pernah dengar dari teman-temannya kalau dia ikut kegiatan osis dan basket." Jawab Youngji. Yoona ber'oh sambil mengangguk paham. "Tapi, paman dengar ia mundur."
"Loh? Kenapa paman?"
"Karena ia harus mengajar jadi guru privatmu dan Yunki, bukan?"
Yoona mendongak lalu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, seharusnya ia tidak melakukan itu? Lagipula tidak sampai malam juga, kan? Dasar. "Tapi paman, ekstrakulikulernya 'kan tidak selama itu."
"Ya, kau benar. Tapi, namanya juga Beomgyu. Keras kepala, ia tidak mau mendengarkan siapapun. Paman juga tidak mengerti kenapa," langkah Yoona dan Manajer Shin tiba-tiba berhenti. Seorang gadis datang menghampiri mereka dengan senyuman manisnya.
"Oh, annyeong haseyo." Sapa gadis itu sambil tersenyum. Yoona tersenyum kecil, cari perhatian juga ternyata. Dasar iblis, pikirnya. "Hai Yoona, kita bertemu lagi."
"Hai juga, Shin Ryujin."
"Oh, rupanya kau punya teman disini juga ya? Baguslah, setidaknya kau tidak berdua saja dengan anakku." Yoona menghembuskan napasnya. Teman? Yang benar saja, aku tidak mau menganggap iblis genit ini teman ku.
"Kalau begitu, aku duluan ke kelas. Sampai jumpa Yoona." Ryujin melambaikan tangannya seraya tersenyum. Yoona membalasnya dengan hal yang sama, kemudian gadis itu memasang wajah dingin.
Youngji terkejut dengan perubahan raut wajah Yoona yang langsung saja berubah, "wah.. paman tidak menyangka sifatmu turun dari ibumu. Bundamu itu terkadang lembut diluar dingin dibelakang, seperti caramu tadi. Sepertinya hal itu menjadi bakat terpendammu,"
"Benarkah paman?" Pria bermarga Shin itu mengangguk. Yoona tersenyum senang, setidaknya paman Shin tidak merepotkanku.
Kring~
"Oh, bel sudah berbunyi. Aku ke kelas ya paman, sampai jumpa." Yoona melambaikan tangannya, Youngji mengangguk sembari tersenyum.
"Baiklah Yoona, jangan bersikap dingin dan cuek." gumam gadis itu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bel pulang sekolah berbunyi, sebagian murid sudah keluar, sebagian juga masih merapikan bukunya. Seperti Yoona. Gadis itu meletakkan buku dan alat tulisnya ke dalam tas. "Huft.. sedikit berbeda dari biasanya, mungkin."
Seseorang menepuk pundaknya, Yoona mendongak dan berkata. "Ada apa?" tanyanya.
"Eum.. karena kita teman kelompok. Hari apa kau ada luang?" Yoona tampak berpikir, sebenarnya tidak ada yang dia lakukan dirumah selain menjaga adiknya yang sakit untuk hari ini. Tapi, ia yakin pasti adiknya lebih mendingan daripada sekarang. Gadis itupun angkat bicara, "bagaimana kalau hari ini? Di rumahku saja, aku tinggal dirumah bersama adikku dan.."