"Kak Yoona ikut jemput aku ya?" yang dibilang hanya mengangguk. Gadis itu membelai rambut adiknya penuh kasih sayang. "Atau, kalian pergi kencan sampai-sampai lupa dengan ku, eung?"
Puk!
"Kau bercanda? Itu sama sekali tidak lucu, berhentilah bercanda yang tidak-tidak. Kau ini menyebalkan sekali," omel Yoona. Yunki menyentuh dahinya yang terasa sakit akibat pukulan kakaknya. "Untung saja kau tidak merusak mood ku, kalau tidak kita tidak jadi jalan-jalan."
Mendengar kata 'jalan-jalan' membuat mata Yunki berbinar menatap kakaknya. "Benar kak? Jangan bercanda,"
"Iya aku bercanda," bohong Yoona. Gadis itu mengangkat sudut bibirnya, tersenyum evil. Sementara Yunki tiba-tiba jadi murung. "Memangnya hanya kau yang bisa bercanda?"
"Kak Beom, kak Yoona sedang tidak bercanda bukan?" Beomgyu melirik ke arah kaca, menampakkan wajah dingin Yoona seakan mengatakan 'jangan bilang'. Sedangkan Yunki memasang wajah memohon, tak lupa dengan puppy eyes miliknya.
Kakak dan adik sama saja, suka memelas seperti itu. Batin Beomgyu, ia menghela napas. "Kau bodoh ya, Yunki. Kakak mu berpakaian rapi seperti itu kira-kira akan kemana? Sementara Yoona, bukannya teman mu tadi ingin ikut bersama pacarnya?"
Yoona menjentikkan ibu jari dengan jari manisnya, "benar. Kau benar sekali, aku lupa soal mereka."
Berhasil, Yoona polos juga. Untung aku tidak kena jitakan atau pukulan darinya. Kata Beomgyu membatin.
"Kak, kita akan pergi?" Gadis itu terkekeh dan mengangguk pelan. Melihatnya membuat Yunki tersenyum senang. "Yeay! Tapi, baju ku bagaimana?"
"Soal baju, itu gampang. Aku sudah bilang pada Beom-.. maksud ku Beomgyu akan membawa kita membeli pakaian yang kau inginkan." Ucap Yoona, setelahnya ia mengambil ponselnya di tas.
Yoona dingin
Hey, kalian jadi pergi tidak?Kyura bucin~
Tentu saja, pelajaran terakhir hampir selesai. Untungnya kami bawa baju ganti.Yoona dingin
Oh iya, aku ajak adikku juga ya? Soalnya aku tidak tega membiarkannya sendirian dirumah.
Kyura Bucin~
Tentu saja kau harus membawanya, kau tidak mungkin tidak membawa adik kesayangan mu itu.Yoona Dingin
Hahaha, kau memang mengerti diriku. Sampai jumpa di sana!Kyura Bucin~
Tunggu kami!"Sudah?" Ujar Beomgyu, Yoona mendongak dan mengangguk. "Mereka ikutkan?"
"Memangnya kenapa jika mereka ikut atau tidak?" Tanya Yoona bingung.
"Kau ini, jika kita bertiga, hanya kau saja yang perempuan. Pasti bosan," balasnya santai. Yoona berdecak kagum.
"Wah.. kau ternyata mengerti perempuan. Pantas saja kau peka saat aku ingin ikut denganmu."
"Kakak-kakakku sekalian, bisakah kalian menyadari diriku disini?" Sahut Yunki dengan wajah menahan kesal. Ia merasa risih, keduanya terus saja bicara sehingga dirinya diacuhkan.
Yoona bukannya marah atau membalas dengan raut wajah kesal, ia malah terkekeh sembari mencubit pipi adik kesayangannya itu. "Ih.. adikku sungguh imut, sampai-sampai aku ingin merobek bibirnya." Ucapnya tersenyum licik. Bulu kuduk Yunki seketika meremang, ia menjadi takut melihat senyuman kakaknya, padahal ia sering melihat senyuman licik itu, hanya saja ucapannya terlalu menakutkan baginya. Bahkan Beomgyu yang hanya mendengar pun takut.

KAMU SEDANG MEMBACA
첫사랑 | Choi Beomgyu
Fiksi Penggemar[END] Cinta pertama ku itu akan selalu ada dan tidak akan ada penggantinya. Maka, aku harus melakukan apapun demi mendapatkannya kembali. Choi Beomgyu, teman sekaligus cinta pertama ku. Note : kalau pun ceritanya sudah selesai, upayakan vote dan com...