[END]
Cinta pertama ku itu akan selalu ada dan tidak akan ada penggantinya. Maka, aku harus melakukan apapun demi mendapatkannya kembali. Choi Beomgyu, teman sekaligus cinta pertama ku.
Note : kalau pun ceritanya sudah selesai, upayakan vote dan com...
Semua murid angkatan sudah tidur ditempat kemah mereka masimg-masing, bahkan guru-guru juga ikut tidur, tidak berjaga malam jaga-jaga jika saja ada murid yang keluar, seperti sekarang, Yohan dan Jyuri pergi ke area terlarang di hutan.
"Kau yakin lewat sini?" Tanya Yohan, mereka terus berjalan, tapi belum menemukan sebuah rumah yang dimaksud Jyuri.
Gadis itu mengangguk, "teman-teman ku pernah ke sini, mereka bilang hanya perlu terus berjalan. Katanya harus melewati pembatas larangan. Dan kita sudah melewatinya, berarti sebentar lagi akan.. sampai," ia mendongak dan memperhatikan sebuah rumah yang bisa dibilang angker. "Ini dia!" Serunya.
"Seram sekali, kau bilang rumahnya terlihat biasa saja." Ucap Yohan. Raut wajahnya terlihat ketakutan. Jyuri menyenggol bahu pria itu lalu terkekeh.
"Diluar memang terlihat angker, begitu kau masuk, rumahnya akan terlihat biasa saja. Ayo! Kau ingin membuat Yoona kembali semangat seperti sebelumnya kan?!" Tanpa menunggu jawaban dari sang empu, Jyuri langsung menarik pergelangan tangan Yohan memasuki rumah yang dibilang angker itu.
Cklek
"Wuah.. benar juga katamu," Yohan berdecak kagum. Rumah angker yang mereka masuki tidak terlalu buruk. Isi rumah ini terlihat biasa tapi bisa membuat mu terkagum-kagum.
"Permisi, apa anda ada disini? Kami butuh bantuan anda mengenai sihir."
Shring~
Tiba-tiba seorang wanita tua datang, "kalian, ah.. aku tahu maksud kedatangan kalian disini. Apa kalian membawa Yoona?" Bukannya bertanya apa yang maksud kedatangan mereka, wanita itu malah menanyakan kedatangan Yoona.
"Yoona? Anda mengenalnya?" Wanita itu mengangguk senang, Jyuri berpikir wanita tua itu tidak berbohong. "Tapi, bagaimana anda bisa mengenal teman kami Yoona?"
"Ibunya, Jeon Yuri. Istri dari Jeon Jungkook, aku benar kan?" Yohan terkejut, mulutnya terbuka bebas.
"Ya, anda benar." Ucap Jyuri. Wanita itu terkekeh, baru kali ini ia melihat kedua anak laki-laki dan perempuan yang sangat sopan padanya.
"Sudah, jangan memanggil ku 'anda'. Panggil aku bibi Yeonra. Salam kenal," sapanya dengan senyuman hangat. Yohan dan Jyuri membungkuk lalu menyapa Yeonra sopan.
"Maaf jika menganggu bibi, tapi kami butuh bantuan mengenai Yoona." Ucap Yohan, mengingat tujuan kedatangan mereka disini.
"Yoona? Ada apa dengannya? Ia baik-baik saja, kan?" Wajah wanita itu yang tadinya berseri-seri menjadi khawatir. Alisnya berkerut. "Ah, bagaimana kalau kalian duduk dulu, kalian pasti lelah kesini. Apalagi ini tengah malam, kalian jadi tidak tidur."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Yoona bangun dari tidurnya, dilihatnya Jyuri yang masih bergelut di mimpinya.
Karena tidak ingin menganggu aktifitas tidur temannya, ia bangkit dari tidurnya. Membuka resleting tenda yang menampilkan cahaya matahari yang sangat terang.