[END]
Cinta pertama ku itu akan selalu ada dan tidak akan ada penggantinya. Maka, aku harus melakukan apapun demi mendapatkannya kembali. Choi Beomgyu, teman sekaligus cinta pertama ku.
Note : kalau pun ceritanya sudah selesai, upayakan vote dan com...
"Sudah lama sekali aku tidak kesini. Bermain dengan kalian sangat menyenangkan, terimakasih." Jyuri dan Yohan mengangguk sambil mengacungkan ibu jari mereka.
"Ah.. ada satu tempat yang belum ku kunjungi." Tambahnya.
"Apa itu?" Tanya Yohan penasaran. Dari tadi mereka asik bermain ke sana dan ke sini. Sudah banyak tempat yang mereka main.
"Café disana, aku belum pernah kesana sama sekali. Walaupun bukan permainan, setidaknya perut ku terisi." Jawab Yoona menunjuk sebuah café disekitar area wahana. Mengundang tawa bagi Jyuri. Gadis itu mencubit gemas pipi temannya itu.
"Oh, aku baru tahu kau mempunyai gigi kelinci." Ucap Yohan begitu tersadar.
"Kau lamban sekali, sudahlah, perut ku sepertinya minta diisi sekarang." Yoona menarik kedua lengan temannya menuju café yang dimaksudnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ryujin, kau baik-baik saja?" Gadis itu tersenyum lembut.
"Tentu saja, aku baik-baik saja. Tapi, pikiran ku tidak Beomgyu." Beomgyu mengangkat kepalanya, menatap gadis di depannya bingung.
"Kenapa? Ada yang mengganggu mu?" Tanyanya khawatir.
"Sepertinya aku mengingat siapa yang mendorong ku, tapi entahlah, aku juga tidak yakin dengannya." Ryujin memegang kepalanya yang terasa berdenyut.
"Kak Ryujin, jangan memaksakan dirimu untuk mengingatnya."
Ryujin tersenyum senang, ia mengelus puncak kepala pria kecil disebelah Beomgyu. "Tenang saja Yunki, kakak baik-baik saja." Ucapnya seraya mengelus pelan tangan Yunki, adik Yoona.
Beomgyu memegang tangan gadis itu yang lain, "kalau kau mengingatnya, kau harus memberitahukan kepadaku, agar aku membuatnya menderita. Kalau bisa, sakitnya lebih parah dibanding denganmu."
Ryujin tersenyum, "benarkah? Kalau begitu, aku tidak yakin apa kau percaya.." Gadis itu tersenyum smirk, ia pun melanjutkan perkataannya, "tapi dia adalah Yoona."
Beomgyu dan Yunki menatap gadis itu. "Kau yakin?" Tanya Beomgyu, ada rasa tidak percaya apa yang diucapkan gadis itu kepadanya.
"Aku yakin sekali, tingginya, panjang rambutnya, mirip seperti Yoona." Ucap gadis itu, berusaha meyakinkan keduanya bahwa Yoona pelakunya. Karena merasa keduanya terlihat tidak percaya, Ryujin memperhatikan keduanya dengan sangat lembut.
Tiba-tiba raut wajah Yunki terlihat marah, "kenapa kakak sejahat itu? Aku jadi membencinya." Sahut Yunki, sorot matanya terlihat kecewa dan kesal mengetahui bahwa kakaknya pembunuh. Ryujin terlihat senang sekali mendengarnya.
"Aku akan pastikan Yoona mati ditangan ku."
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.