[ 2 ] Catatan Baru

1.6K 185 127
                                        

Pagi menjelang siang, satu persatu murid X MIPA 5 memperkenalkan dirinya depan kelas yang dibimbing oleh guru sementara

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pagi menjelang siang, satu persatu murid X MIPA 5 memperkenalkan dirinya depan kelas yang dibimbing oleh guru sementara. Supaya rapi dan lebih mudah mengenal satu sama lain, perkenalan dimulai dari barisan kanan depan dan akan berakhir di barisan kanan belakang.

Sasa duduk di barisan kedua, sekarang waktunya dia memperkenalkan nama cantiknya.

"Ekhem," Sasa melihat teman-temannya dari depan. Dia orang yang sangat percaya diri dalam hal perkenalan seperti ini.

"Nama Khansa Sebilla Arkanisa, panggil aja Sasa," ucap Sasa tegas.

Sasa kembali duduk ke bangkunya. Terlihat laki-laki yang ada di pojok kanan kelas selalu memperhatikan gerak-geriknya dengan sesekali melambai ke arahnya. Dia menganggap nya biasa, karena Sasa adalah gadis yang cantik.

"Sa, kayanya cowo yang di ujung suka sama lo deh, pengen dinotis tuh, " ucap Indy heboh.

"Dy, udah gila ya. Malesin banget." Sasa mendelikkan matanya.

"Kan lo mau nyari dambaan hati, Sa"

"Iya pengen sih,tapi ga dia juga kali. Pengen nyari kaka kelas aja hehe"

Mata Sasa tiba-tiba refleks mengikuti langkah kaki seseorang dan menemui sosok yang mencuri pandangannya tadi tengah berdiri di depan bersiap memperkenalkan diri.

"Nama saya Arkha Rahesa Putra." Arkha berdiri dengan aura-aura kemalasan ditambah mukanya yang judes makin membuatnya terlihat arogan.

Sasa yang memperhatikan Arkha dari atas sampai bawah menimbulkan beberapa persepsi tentang dirinya.

"Dy, lo kan paling jago ngarang," ucap Sasa, "kira-kira itu orang bisa diajak bercanda gak?"

Arkha kembali duduk, di mana tempat duduknya berada di belakang Sasa.

"Lo kali yang ngarang. Tanya aja sendiri, ' eh Arkha, lo bisa diajak bercanda gak?' " jawab Indy ngeyel.

"Ih lo ya Dy, gimana kalo kedengeran!!" Sasa mengisyaratkan jari telunjuknya di depan bibir,dia takut terdengar oleh Arkha. Apalagi suara Indy volume-nya hampir full . Biasa, teman bakal lebih heboh dibanding diri sendiri.

Setelah semua selesai perkenalan, orang yang tadi melambai ke arah Sasa lah menunjuk dirinya sebagai ketua murid. Namanya baru masuk sekolah, jadi semua murid setuju saja. Ketua murid itu bernama Zedi, laki-laki pertama yang modus pada Sasa.

"Cantik, ada Whatsapp atau Line gak?" tanya Ketua murid alias Zedi.

Awalnya Sasa tidak akan menjawab pertanyaannya. Tapi Sasa tidak boleh terlihat sombong di hari dia melakukan adaptasi.

Dia hanya harus menjawabnya dengan elegan.

"Ada," jawab Sasa seadanya.

"Tulis coba." Zedi menyodorkan kertas pribadi miliknya.

ARKHANSA [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang