[ 5 ] Sebuah Usaha

655 105 25
                                        

"Kalo kamu sama saya digombalin kaya tadi, mau?" tanya Arkha dengan sedikit senyuman

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kalo kamu sama saya digombalin kaya tadi, mau?" tanya Arkha dengan sedikit senyuman.

YA AMPUN INI APALAGI. JANGAN-JANGAN GUE UDAH BENERAN GA BERNAFAS.

Sasa menggeleng dan langsung membalikan badannya kedepan. Dengan cepat, dia tidur di atas jaket yang sudah dilipatnya. Saat itu ekspresi Arkha kembali menjadi sosok yang pendiam.

Arkha hanya ingin mencoba menerima keadaan kok, tidak lebih. Mungkin dengan sedikit candaan bisa membuat orang-orang bisa melihat sisi keramahan seorang Arkha.

Dia mencari solusi, apa yang bisa buat Arkha bisa bersatu dengan suasananya. Mungkin dengan bantuan seseorang dia bisa menghilangkan rasa bosannya sebelum bertambah.

Pikiran Arkha langsung terisi oleh Farrel, orang yang selalu berhasil dalam pergaulan karena keramahannya.

Arkha datang ke meja Farrel untuk menanyakan beberapa hal. Farrel yang melihat Arkha menghampirinya secara tiba-tiba membuat dirinya kaget. Mungkin dia akan diinterogasi tentang kemarin malam.

"Kha, ga ada maksud gue nge-jodohin, ampun," ucap Farrel sambil memegang tangan Arkha.

Karena masalah tadi malam tidak terlalu berpengaruh dalam hidupnya, jadi Arkha rasa tidak usah untuk membahas hal itu.

"Gue mau nanya hal lain," kata Arkha.

"Oh i.. Iya, maaf, kirain lo mau bahas yang kemarin" Farrel merasa lega, tidak ada yang harus diperdebatkan.

Arkha terdiam sejenak. Menghela nafasnya sangat dalam. Ini sangat berat untuk seorang Arkha, tapi dia tidak mau semakin malas dan bosan terhadap keadaan. Mencoba sedikit berbeda dari sifatnya mungkin bisa membantu.

"Gimana cara punya sifat kaya lo?"

Farrel terkejut, sangat terkejut. Seorang Arkha mau punya sifat kaya Farrel?

"Gausah macem-macem lah, Kha, gue kan bar-bar orangnya. Lo menurut gue udah paling oke!"

"Iya kata lo oke, kata orang engga"

Melihat Arkha yang serius. Farrel memberikannya beberapa tips untuk menjadi orang sepertinya, dia menuliskannya di memo handphone Arkha.

Kapan lagi ada orang ganteng kalem kaya Arkha mau satu sifat dengan Farrel.

Farrel sekarang baru mengerti kenapa Arkha bertanya tentang itu. Biasa, perasaan seorang lelaki, di mana sifat mereka kadang hanya sebuah cocoklogi.

Pendiem = Cuek
Ga ngelirik cewe = Cool boy
Ga banyak omong = Anti-baur
Sekalinya ramah = Fuckboy.
Sabar ....
- perasaan lelaki pada umumnya.

Jadi, Farrel memutuskan untuk memasukan Arkha ke sebuah grup yang bernama Pejuang Wanita. Isinya antara lain Farrel, Zedi, Alvian, Tytan, dan ditambah Arkha. Grup ini bertujuan memang untuk pertemanan lelaki di kelas menjadi lebih kuat, walaupun sistemnya hanya menerima orang yang eksis.

ARKHANSA [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang