[ 10 ] Hari yang Kurang Beruntung

374 35 6
                                        

"Sasaaaaa!!!!"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Sasaaaaa!!!!"

Gadis ini langsung terbangun mendengar suara teriakan bundanya. Melihat jam di handphone sudah menunjukan pukul 06.05 WIB.

Merasa tersentak oleh waktu, Sasa dengan cepat mandi. Hari ini pasti akan menjadi hari pertama dia telat.

"Sasa, amit-amit dibangunin ga bangun-bangun," teriak bundanya.

"Iya, bun, Sasa udah siappp." Sasa yang masih di kamar membereskan buku asal-asalan.

"Cepetan, macet jalanan"

Sasa lari keluar dari kamarnya. Dia masuk ke dalam mobil dengan keadaan rambut yang acak-acakan, sleting tas yang masih terbuka, dan bodohnya dia tidak memakai atau membawa kaos kaki.

Selama perjalanan, hatinya tidak tenang, rasanya seperti ada sesuatu yang tertinggal.
Benar saja, kaos kaki.

"BUN KAOS KAKI SASAAA," teriaknya dalam mobil.

"Ga ada waktu, makanya siapin dari malem, ngapain aja sih kamu malem"

Sasa menghela nafasnya, hari ini dia pasrah sekali dengan konsekuensi yang harus dihadapinya.

•••

"Kelas sepuluh berdiri di sebelah kiri bapa!" teriak dari Pak Seno, kesiswaan yang sangat garang.

Sasa menundukkan kepalanya, bukan karena takut, tapi karena dia lupa memakai bedak dan liptint sehingga wajahnya tampak pucat sekali.

"Kalian kelas sepuluh, kenapa banyak yang telat? Mana aturan sekolahnya? Diterapin gak?!!!!!!" sentak Pak Seno.

Pak Seno berkeliling menuliskan nama setiap murid kelas 10, sedangkan angkatan atas ditunda untuk diberikan hukuman yang lebih.

Sasa berdoa semoga Pak Seno tidak terlalu memperhatikannya.

"Hmmmmmmm," ucap Pak Seno.

"Tulis nama sama kelas"

"Iya pak," jawab Sasa santai.

Melihat kaki Sasa yang mencoba menyembunyikan sesuatu, usahanya ketahuan oleh Pak Seno.

"Kaos kaki?"

"Hahh." Sasa terkejut sembari menutup mulutnya.

"Kemana kaos kakinya!?!!"

'Aduh Sa, mikir mikir mikir'

"Jatuh di jalan kayanya Pak," jawab Sasa.

"Kamu ngajak bercanda bapak, ya?"

"Iya, pak." Sasa menundukkan kepalanya, apa yang dijawabnya itu keceplosan.

Pak Seno menggelengkan kepalanya. "Khansa, sepuluh MIPA 5, bapak tandain sebagai murid TIDAK MENAATI ATURAN SEKOLAH"

Jangan ditanya pusat perhatian pada saat itu siapa. Sasa menjadi bahan obrolan kaka kelas dan teman seangkatannya.

ARKHANSA [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang