"Hmmm..." Sasa memperhatikan orang itu dari atas sampai bawah dengan sangat detail.
Terkadang Sasa melototinya tanpa alasan. Sangat tidak jelas memang, tapi untuk apa?
"Lo, ke-kenapa s-sih, Sa??"
"Lo promosiin gue ke temen cowo lo ya?!" Tanya Sasa tanpa grogi.
"Gila!!!"
"Macem-macem lo nuduh gue"
"Hmmm..." Sasa bergumam seperti sedang berpikir keras.
"Hay kalian," ucap Indy tiba-tiba.
"Dy, bantuin gue, temen lo udah gila!" Ucap Farrel panik melihat ke arah Sasa.
"Hmmmmmm..."
Farrel bersembunyi dibalik pundak Indy. Entah apa yang ada dipikiran Sasa sekarang, sampai-sampai Farrel kena introgasi Sasa sangat lama.
"Lo ada masalah idup apa sih, Sa?" Tanya Indy sabar.
"Engga. Cuma gue curiga sama Farrel," jawab Sasa mendekati Indy.
"Ehhh." Baju Indy ditarik oleh Farrel. Menghindar menjauhi Sasa.
"Lo promosiin gue ya?!" Tanya Sasa sekali lagi sehingga orang yang duduk di kelas melihat ke arah mereka.
Indy menjauhkan badannya dari Farrel yang cukup mengganggunya.
"Nah loh," gurau Indy.
"Kagaaaaaa. Gue gatau apa motif dia ngomong gitu sama gue," jawab Farrel kebingungan.
Sasa berbalik ke bangkunya. Mengambil sebuah kotak dan menuntun Farrel keluar kelas.
Indy yang tidak terlibat dan tidak mengetahui apapun hanya terdiam. "Ah bodo lah, Sasa emang gila"
***
Farrel dan Sasa berhenti di depan kelas. Farrel sedikit ketakutan bila pacar barunya melihat dirinya berdua dengan perempuan lain.
"Sa, kenapa ga di dalem sih, pacar gue liat mampus nih"
"Suttt. Lo liat nih," ucap Sasa sembari membuka box tersebut.
"Lo yakin ga tau siapa yang ngirim ini semua?"
"Engga, ya tuhan, gue harus ngomong ke lo sambil gimana lagi?" Tanya Farrel sabar.
Sasa menutup muka dengan kedua lengannya. Dia terisak-isak seperti menangis. Farrel yang melihat hal itu langsung keheranan dan menenangkan Sasa.
"Sa, kalo mau nangis jangan di sini. Gawat." Farrel membawa Sasa kedalam kelas.
Indy melihat Sasa menangis langsung menghampirinya.
Sasa membuka tangannya perlahan. "Sa, lo diapain sama si brengsek itu," tanya Indy.
"Tapi boongggg." Sasa langsung memeluk Indy yang ada di depannya.
"Gila lo," ucap Indy menggerutu.
Indy mencoba melepaskan pelukan Sasa. Dia kesal karena sahabatnya ini menyebalkan, padahal Indy sudah siap-siap memarahi Farrel.
"Maaf, Dy, gue pura-pura aja. Tapi seriusan gue galau"
"Iye," jawab Indy cuek.
KAMU SEDANG MEMBACA
ARKHANSA [On Going]
Jugendliteratur"Arkha itu bukan cuek, tapi nyebelin!!!!!" ucap Khansa pada teman-temannya. ______________ *Maaf ini cerita dibumbui dengan humor 😊 Definisi laki-laki cuek itu gimana? Dingin, irit kata, ga terlalu peduli keadaan, susah diraih. Pemeran cerita ini...
![ARKHANSA [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/221117594-64-k830025.jpg)