[ 3 ] Pengagum yang Aneh

1K 150 69
                                        

Keesokan harinya, pelajaran ketiga sebelum istirahat diisi oleh pelajaran kimia

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Keesokan harinya, pelajaran ketiga sebelum istirahat diisi oleh pelajaran kimia. Guru yang mengajar bernama Pak Jamal. Dia memberikan beberapa tugas rumah yang harus dikerjakan untuk daftar nilai pertama. Semua sibuk mencatat apa yang didiktekan bapa guru berkumis tipis tersebut.

"Tugas rumah terakhir, buatlah tabel periodik lengkap dengan nomer atom, simbol, dan tata letak yang tepat. Buat juga contoh yang menurut kalian itu adalah persamaan kimia." Pak jamal berbicara dengan sangat cepat, nge-rap. Sesekali ada ucapannya juga yang tidak terdengar jelas.

Indy kewalahan mendengarnya, tangan dan telinga tidak bisa menyesuaikan speed.

"Eh eh, Sa, tadi Pak Jamal ngomong apaan sih? Ga keburu nulisnya," tanya Indy kebingungan.

"Sama, satu tugas lagi belum. Nanti aja liat ke orang," jawab Sasa santai.

Indy melihat Sasa dengan licik. Iya, Sasa mengerti apa arti tatapannya itu. Dia mengangkat alisnya ragu hingga akhirnya Sasa mengangguk setuju.

Ayo Dy, lo kambing percobaan gue hahahaha

Indy berbalik ke belakang, dia melakukan ancang-ancang untuk bertanya pada Arkha.

"Em.. Kha, tadi tugas terakhir yang disebutin bapa, keburu nyatet gak?"
Tanya Indy dengan sedikit senyuman manis.

Sasa tidak memperhatikan keduanya, dia tetap konsisten menghadap ke depan menunggu jawaban yang terlontar dari mulut Arkha.

...
...

Arkha tetap fokus dengan catatannya sampai-sampai orang yang mengajaknya berbicara saja tidak didengar. Ambil positifnya,  mungkin antara tidak didengar atau tidak mendengar.

Indy yang jengkel melihatkan perubahan ekspresi dari senyuman manis menjadi senyuman hampa.

Sasa sendiri kebingungan karena tidak mendengar apapun di belakang. Dia bertanya pada pikirannya, 'Ini emang telinganya lagi turn off atau emang Indy gak dapat jawaban?' . Jiwa Sasa kini semakin tertantang untuk menghadapi manusia cuek, pengalaman baru selama bersekolah.

"Dy, udah belom?" bisik Sasa.

Zzzz

"SA!" Indy berteriak ke arah Sasa.

"Mulai sekarang gue ga akan nanya apa-apa lagi sama Arkha. Cukup hari ini gue dikacangin sama dia" jawab Indy pelan namun penuh emosi.

"IH! " Indy lagi-lagi berteriak. "Untung temen sebangkunya sama cuek, coba kalau dia merhatiin, malu gue, Sa!!"

Sasa terkejut. Sebenarnya apa sih yang bisa dilakukan supaya Arkha tidak diam terus-menerus. Ini adalah hari kedua, dan Arkha masih sama seperti hari kemarin.

"Eh Dy, tenang, lo gausah khawatir, gue bakal bikin dia jawab pertanyaan lo kok, janji." kelingking Sasa mengisyaratkan untuk menepati janjinya.

"Ah basi, keburu gue lulus"

ARKHANSA [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang