Di sebuah restaurant ternama yang berkesan elegan nan indah sudah di penuhi dengan dua anggota keluarga, restaurant VVIP tersebut sudah di bocking oleh keluarga megantara untuk dijadikan tempat pertemuan antar dua keluarga yang tentunnya di masing masing keluarga sudah ada sang kakek yang sedang berbincang bincang masalah ini
"Oke ilham boleh di mulai acaranya" tanya kakek abi wijaya
"Ohh tentu, jadi begini kakek akan berbicara masalah serius denganmu Suho" kata sang kakek sambil memerhatikan cucunya yang sedari tadi sibuk memainkan ipadnya sesekali mengecek email yang masuk, memang cucunya itu gila sekali dengan pekerjaanya
"Suho" ucap kakek lantang dan tegas semua orang yang dirungan tersebut langsung memerhatikan suho, tak kecuali Irene
"Aishh.....iya aeboji, iya aku dengar emangnya masalah apa aeboji?" Tanya Suho yang kebingungan
"Kakek akan menjodohkanmu dengan Irene putri wijaya cucu dari abi wijaya"
Semua orang sontak kaget dengan omongan yang baru saja terlontar dari mulut kakek ilham tersebut, sampai sampai Sehun yang tatkala itu sedang makan langsung menjatuhkan sendoknnya dan semua orang langsung mengalihkan pandangannya ke arah sehun, padahal semua keluarga sudah tau, tapi mereka sudah sepakat untuk pura pura tidak tau dan akting Sehun tersebut, dalam hati sang kakek, bagus juga akting cucuku itu, whahaha
"Ap- apa maksud aeboji? " binggung suho
"Iya aeboji akan menjodohkanmu dengan Irene" kata aeboji
"Tap- tapi, kek dia kan masih SMA masa aku dijodohkan dengan bocah?" kata suho dengan kesal, aisss jinjayo
"Ihh siapa juga yang mau sama om om kayak dia" ucap Irene dengan penekanan om om
Kakek Abi wijaya yang melihat suasana ini langsung turun tangan
"Sudah lah Irene ini sudah kesepakatan bersama kalau kamu tidak mau dengan perjodohan ini kakek anggap kamu bukan cucu kakek lagi" ucap kakek Irene dengan tegas dan lantang
Irene yang baru pertama kali di bentak oleh sang kakek pun langsung meninggalkan tempat acara tadi
"Permisi" ucap Irene dengan meneteskan air mata
Suho yang melihat keadaan itu pun langsung membungkukkan badan dan izin keluar
"Sudah lah abi jangan kasar kasar denagn cucumu itu, aku tau di masih syok dengan apa yang kita sepakati ini" ucap aeboji suho yang diikuti anggukan semua orang yang berada di ruangan itu
Ketika suho yang berniat mencari anggin ditaman restaurant ia melihat Irene yang menaggis di kursi taman, ia pun berniat untuk mengghibur Irene
"Sudah lah jangan menanggis" ucap suho sambil berjalan lebih mendekat dan memeluk Irene dari samping
"Hiks...hiks gwe baru pertama kali ini di bentang oleh kakek yang gwe sayangi " ucap Irene masih menanggis
"Tak apa, sudah lah " ucap suho sambil menyeka air mata Irene
Irene pun langsung mendongkak melihat perlakuan suho kepadannya
"Cantik" batin suho
"Terimakasih"
"Nee, sama sama" ucap suho
"Jadi bagaimana dengan masalah ini?" Tanya Irene
"Bagaimana kalau kita jalani dulu masalah ini, ya walaupun tidak ada kata cinta tapi gwe yakin perlahan rasa cinta seseorang akan muncul dengan sendirinnya" ucap suho sambil tersenyum
"Gante juga" batin Irene
Irene yang sedari tadi bengong dengan keadaan ini langsung di tanya lagi dengan suho

KAMU SEDANG MEMBACA
Perjodohan
Fanfiction(BERHENTI SEJENAK) Perjodohan antar sesama janji sang kakek yang membuat mereka sampai dititik mereka dapat mengenal satu sama lain, dan akankah mereka bisa menjalaninya?, ataukah mereka bosan dengan menjalaninya? Dan ataukah ada badai dalam hubunga...